Menghadapi Perubahan Musim Kehidupan? Berikut Tips Pdt. Billy Lantang untuk Mengatasinya
Sumber: sellairene.wordpress.com

Kata Alkitab / 15 March 2023

Kalangan Sendiri

Menghadapi Perubahan Musim Kehidupan? Berikut Tips Pdt. Billy Lantang untuk Mengatasinya

Bella Tiurma Official Writer
3121

Di dalam khotbah Pdt. Billy Lantang di JCC Cijantung yang merujuk kepada Kejadian 8 : 22 “Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”, dimana di ayat tersebut dijelaskan bagaimana musim kehidupan itu ada di dalam hidup setiap orang percaya. Setiap musim kehidupan tentu memiliki perubahan yang sangat berdampak di dalam hidup orang percaya. Tetapi segala perubahan itu, merupakan suatu bentuk ujian terhadap keaslian iman seseorang. 

Pdt. Billy memaparkan ketika mengalami masa pandemi yang begitu menakutkan di tahun-tahun sebelumnya, ia mendengar 3 keluhan yang biasa terucap, yakni kehilangan pekerjaan, kehilangan pemasukan, dan kehilangan orang yang dikasihi. 

Sebenarnya ketika setiap orang mengalami kehilangan dan mengutarakan dan mengekspresikan rasa kehilangan tersebut, itu adalah hal yang sangat wajar sebagai manusia. Tetapi jika melihat sebuah kehilangan dari sudut pandang status orang percaya di dalam kerajaan surga, kita tidak dapat merasakan kehilangan karena kita bukan pemilik tetapi pengelola. 

Kehilangan adalah musim kehidupan akan dialami semua orang. Rasa kehilangan yang dirasakan itu menandakan perubahan musim di dalam hidup. Seperti yang dikatakan di dalam Tesalonika, “Janganlah setiap orang percaya merasakan duka seperti orang yang tidak memiliki pengharapan.” Karena suatu saat nanti kita akan bertemu kembali dengan semuanya itu, dan ditegaskan bahwa setiap orang percaya tidak dapat merasakan kehilangan. Karena semua hal yang kita punya berasal dari Tuhan dan akan kembali pula kepada Dia.  

Ketika kita mengalami perubahan di dalam musim kehidupan ini, dan tidak memiliki dan mengerti prinsip dari Firman Tuhan. Maka setiap orang percaya akan terbawa ke dalam perubahan dan kita akan ikut berubah. Padahal kita akan berpegang pada sumber yang tidak pernah berubah. 

Berikut cara kita menghadapi dan memahami perubahan pada musim kehidupan. 

1. Tuhan adalah ahlinya 

Di dalam Roma 8 : 8 “Mereka yang hidup akan daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.” menjelaskan bahwa Tuhan adalah ahlinya dalam merangkai segala sesuatu di dalam hidup setiap orang percaya. Kemudian Tuhan akan meracik semuanya itu dengan hal-hal yang indah, dan diberikan kepada kita. Sehingga kita harus memahami bahwa di dalam setiap perubahan selalu ada rencana indah Tuhan. 

2. Mengingat tujuan utama Tuhan 

Setiap kali ada perubahan yang terjadi, ingat akan tujuan utama Tuhan adalah menjadikan kita serupa dan segambar dengan Allah. Sehingga ketika kita diperhadapkan dengan perubahan, seharusnya setiap orang percaya berseru dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan. Karena kita diingatkan kembali bahwa kita serupa dan segambar dengan Allah, sehingga kita dapat menghadapi perubahan tersebut. 

3. Pengujian atas keabsahan iman 

Ketika setiap orang mengalami perubahan, kita mengerti bahwa hal ini merupakan sebuah ujian atas keabsahan iman kita. Pola pikir ketika diperhadapkan dengan perubahan dapat melihat dari 2 persepsi, yaitu ujian atau cobaan. 

Jika setiap orang melihat dari persepsi ujian, maka akan paham bahwa Tuhan akan mengeluarkan dan membuang kelemahan yang dimiliki untuk dapat berubah menjadi manusia yang lebih baik. Sedangkan jika melihat dari persepsi cobaan, maka kelemahan yang dimiliki oleh setiap orang akan dikeluarkan dan dipakai untuk menghancurkan diri sendiri. Hal tersebut seperti yang dijelaskan di dalam 1 Petrus 1 : 7 “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api – sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”. 

4. Prioritas hidup 

Di setiap perubahan yang dialami, ketika melihat dari sudut pandang yang Tuhan lihat, setiap orang yang percaya diajarkan yang namanya prioritas. Seperti kisah di dalam Kisah Para Rasul 27 : 18 "Karena kami sangat hebat diombang-ambing angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal laut", mengajarkan kita bahwa setiap perubahan yang sedang dialami, lihat dan pelajarilah apa yang menjadi prioritas utamanya. Karena sebuah perubahan yang ada, Tuhan sedang menunjukkan bahwa hal tersebut bukanlah prioritas yang harus kita utamakan. Sehingga ketika kita mengalami hal tersebut, berhentilah sejenak dan tanyakan kepada Tuhan apa yang menjadi prioritas kita. 

5. Mendengar suara Tuhan 

Markus 4: 35 “Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.” mengajarkan bahwa jika setiap orang percaya memahami yang bicara adalah Tuhan Yesus dan yang keluar merupakan Firman Tuhan yang tidak pernah bisa kembali dengan sia-sia. Itu artinya semua yang terjadi akan terjadi bagi kita. Tuhan selalu meminta setiap orang percaya untuk mendengar suara-Nya. Jangan hanya sekedar baca dan tahu Firman Tuhan saja tetapi mencoba mendengar Tuhan. 

Hidup yang saat ini dijalani, pasti akan ada musim yang datang yaitu musim panas dan musim hujan. Sama halnya dengan musim kehidupan yang akan kita rasakan. Di dalam musim kehidupan akan ada ketidakpastian, seperti yang diperhadapkan oleh dunia. Sehingga setiap orang percaya harus memiliki keyakinan bahwa ketika melewati ketidakpastian, peganglah tangan Tuhan dengan penuh kepastian dan iman yang percaya. Hal ini yang akan menjadi kekuatan untuk setiap orang percaya melewati semuanya dengan mudah. 

 

Sumber : Youtube Channel JCC Jesus Center Church 

Halaman :
1

Ikuti Kami