Jalani Masa Prapaskah dengan Rangkaian 7 Minggu Doa Demi Perdamaian
Sumber: canva.com

News / 13 March 2023

Kalangan Sendiri

Jalani Masa Prapaskah dengan Rangkaian 7 Minggu Doa Demi Perdamaian

Claudia Jessica Official Writer
1487

Masa Prapaskah telah dimulai sejak akhir Februari lalu. Banyak rangkaian ibadah yang dilakukan selama 6 minggu menjelang Paskah. Dimulai dari Rabu Abu, Minggu Palma, Kamis Putih, hingga Jumat Agung. Semua rangkaian ini dilakukan untuk mempersiapkan hati dan jiwa untuk merayakan Paskah dengan cara yang tepat dan bermakna, yakni untuk merenungkan dosa-dosa yang telah dilakukan oleh umat manusia, kemudian bertobat, dan memperkuat hubungan dengan Allah sekaligus menumbuhkan kembali kesadaran akan kasih dan pengorbanan Kristus.

Sementara itu, Lutheran World Federation (LWF) mengundang persekutuan gereja-gereja dan mitra ekumenis untuk bergabung dalam doa bagi perdamaian selama tujuh minggu masa prapaskah.

Melalui kampanye “Seven Weeks For Peace” atau dalam Bahasa Indonesia menjadi, “Tujuh Minggu untuk Perdamaian” ini, LWF akan berdoa bagi tujuh wilayah yang mengalami krisis, tempat dimana mereka melayani berbagai orang dari berbagai wilayah.

Kampanye “Tujuh Minggu untuk Perdamaian” ini dimulai dengan Rabu Abu (22 Februari 2023) dengan agenda berdoa bagi perdamaian di Ukraina yang saat ini masih mengalami perang dengan Rusia.

 

 

BACA JUGA: Rangkaian Prapaskah yang Wajib Umat Kristen Lalui Sebelum Memasuki Masa Paskah

 

Dari Ukraina, kampanye “Tujuh Minggu untuk Perdamaian” akan pindah ke Tigray dan Sudan Selatan, Kolombia-Venezuela, Myanmar, Afrika Tengah, Timur Tengah, dan Haiti.

Pdt. Dr Anne Burghardt yang merupakah Sekretaris Jenderal LWF mengatakan, “Selama masa Prapaskah ini, marilah kita mengingat semua saudara dan saudari kita yang menderita akibat perang dan konflik di negara-negara di seluruh dunia. Saat kita bekerja untuk mendukung mereka yang tercerabut dan terlantar akibat kekerasan, marilah kita juga mengintensifkan doa dan bekerja untuk perdamaian, berseru kepada Tuhan untuk menyentuh hati dan pikiran, membawa rekonsiliasi dan penyembuhan ke dunia kita yang hancur.”

Kita tahu bahwa perang Ukraina telah menjadi pusat perhatian dunia dan media, sementara itu sesungguhnya banyak konflik dan perang yang sedang berlangsung di tempat lain yang tersebar di berbagai dunia. Mereka tersembunyi dari perhatian media, konflik terus berlanjut, dan situasi keamanan semakin menurun.

Sementara itu, ada perjuangan yang dilakukan untuk menegakkan perjanjian perdamain di daerah lain seperti Tigray dan Sudan Selatan. Dalam masa Prapaskah ini, LWF ingin kita semua menyadari bahwa inilah realitas yang dihadapi oleh orang-orang yang tinggal di negara tersebut sekaligus mendukung mereka.

 

 

BACA JUGA: Mengiringi Prapaskah, Inilah Seluk Beluk Seputar Minggu Palma yang Perlu Anak Ketahui

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami