Belajar Dari A Holy Betrayal, Series Dokumenter Tentang Sekte Berkedok Agama
Sumber: Beritasatu.com

Kata Alkitab / 11 March 2023

Kalangan Sendiri

Belajar Dari A Holy Betrayal, Series Dokumenter Tentang Sekte Berkedok Agama

Lori Official Writer
2290

Belakangan ini, series documenter “A Holy Betrayal” ramai diperbincangkan netizen dan juga orang-orang Kristen. Di satu sisi, kita pasti akan merasa jijik dengan suguhan yang blakblakan di serial ini. Tetapi di sisi lain, kehadiran series ini bisa membuka mata orang-orang beragama bahwa sekte berkedok agama itu nyata adanya. Mereka bisa ada di sekitar kita dan sedang gencar mencuri keyakinan kita akan keberadaan Tuhan yang Esa. 

Melalui series ini, bersyukur orang-orang bisa lebih waspada, berhati-hati dan selektif dalam memilih komunitas yang akan diikuti. Selain itu, kita juga bisa belajar tentang ciri-ciri “sekte” berkedok agama, yang bisa kita kenali dari bagaimana pemimpin sekte tersebut “Memiliki kecenderungan untuk MENUHANKAN dirinya sendiri”.

A Holy Betrayal juga mengajarkan kita tentang “rasa percaya berlebihan” seseorang terhadap sosok tertentu. Kita menyebutnya FANATISME yaitu sebuah perilaku yang menunjukkan ketertarikan yang berlebihan sampai berakhir pada pengabdian yang merugikan diri sendiri. Kita semua punya kecenderungan untuk menyembah sesuatu karena pada hakikatnya kita memang diciptakan sebagai penyembah (Tuhan yang menciptakan kita). Namun kemudian banyak manusia yang lebih memilih menyembah atau memberhalakan ilah lain. 

 

Baca Juga: #FaktaAlkitab: Sosok Nabi-nabi Palsu yang Tercatat Dalam Alkitab

 

Di zaman ini kita menyebutnya ‘idola’. Kita bisa mengidolakan banyak hal, mulai dari tokoh, band, tim olahraga, benda dan bahkan diri kita sendiri. Kita selalu mengidolakan dan mendambakan sesuatu, karena secara alami kita diciptakan untuk mencintai secara mendalam. Atau dengan kata lain “menyembah”. Untuk melakukannya, kita rela memberikan, menyerahkan dan mengorbankan semua yang kita punya demi sesuatu atau seseorang yang kita idolakan.

Dan itulah yang dilakukan oleh dosa di dalam hati kita. Doa membuat kita menginginkan sesuatu yang lain selain Tuhan. Keinginan hati inilah yang dimanfaatkan pemimpin sekte untuk mendapatkan pengikut dengan mudah. 

Melalui series A Holy Betrayal, kita bisa belajar waspada dan mengindar ketika seseorang mulai melakukan dua hal ini:

1. Mengaku dirinya sebagai Tuhan dan berperan seperti Tuhan

Itu sebabnya kita dianjurkan untuk merenungkan firman Tuhan setiap hari. Kenapa? Supaya kita menjadi orang Kristen yang berakar di dalam kebenaran firman Tuhan dan kita tidak mulai diombang-ambingkan ilah dunia. 

Sebaliknya, jika kita hanya menjadikan kekristenan sebagai status dan tak sekalipun memahami isi Alkitab, kita akan sangat mudah tertipu. Bagi Anda yang kerap membaca firman Tuhan, Anda pasti akan menemukan ayat yang berbicara tentang nabi-nabi palsu dimana mereka cenderung mengakui dirinya sebagai Tuhan atau Mesias yang akan datang (Matius 7: 15; Matius 24: 11; 2 Tesalonika 2: 8-10). Jadi jangan mudah tertipu bahkan sekalipun mereka memiliki kemampuan untuk melakukan mukjizat-mukjizat supernatural, itu pun bisa dipakai si iblis untuk mencuri keselamatan kita di dalam Kristus.

 

Baca Juga: Ini Kata Pendeta Gilbert Lumoindong Soal Ajaran Sesat di Tengah Gereja

 

2. Menjanjikan keselamatan melalui dirinya sendiri

Alkitab menyampaikan bahwa satu-satunya jalan keselamatan hanya ada di dalam Kristus. Jadi jika seseorang atau seorang pemimpin menjanjikan keselamatan atas hidup Anda, Anda sedang berhadapan dengan si penipu. Kita harus membaca Alkitab dan memahami bahwa tidak ada pribadi lain yang menawarkan janji keselamatan selain di dalam Kristus, yang sudah mati di kayu salib untuk kita sebagai wujud dari kasih karunia Tuhan.

Mungkin ada saja dari kita yang sudah memahami kebenaran ini, tetapi kita tetap saja tertipu. Apa yang salah? Ada 2 hal yang mungkin belum kita lakukan, yaitu:

  • Tidak belajar dasar kekristenan secara menyeluruh (holistik). Ada begitu banyak pelajaran doktrin yang perlu kita pahami di dalam kekristenan dan hal itu sangat berguna untuk membangun prinsip iman kita. 
  • Memiliki cara pandang yang subjektif dan mudah dipengaruhi. Tanpa memiliki pemahaman mendasar akan firman Tuhan, kita akan sangat mudah dipengaruhi oleh sesuatu atau seseorang yang membawa motif palsu. Tampilan luar seseorang bisa sangat menipu dan bahkan kita bisa dikelabui oleh ucapan yang terdengar sangat masuk akal. Tetapi tanpa memiliki pemikiran yang kritis, kita akan mudah terbuai dan ditipu.

 

Apa yang perlu kita lakukan untuk tidak terjebak dengan sekte sesat berkedok agama?

1. Baca firman Tuhan, gali lebih dalam, belajar untuk menafsir setiap isinya sesuai dengan konteks dan jangan anti doktrin. Anda bisa ikut kelas pendalaman Alkitab, katekisasi atau pengajaran pokok-pokok iman Kristen.

2. Belajar tentang banyak hal. Kita tidak akan terjebak dengan sekte palsu jika kita membaca atau mengetahui informasi lebih banyak tentang gerakan penyesatan yang akan datang di akhir zaman. Kita perlu banyak buku untuk dibaca dan banyak mendengar informasi yang berguna untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

3. Jangan mudah terpukau dengan sesuatu yang menakjubkan. Tuhan Yesus memang melakukan banyak mukjizat selama pelayanan-Nya dan hal itu membuat banyak orang mengikut Dia. Tetapi Alkitab menegaskan bahwa tanda-tanda serupa juga bisa dipakai oleh si iblis untuk mencuri umat Tuhan dan menyesatkan hidup mereka. 

“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” (Matius 24: 24)

4. Pelajari hidup dan perkataan pemimpin. Bahwa dari buahnyalah kita bisa mengenali dia. Jika dia adalah pemimpin yang hanya berfokus kepada dirinya sendiri, bisa jadi dia sedang menuhankan dirinya dan jika demikian, bisa dipastikan pengajaran yang dia sampaikan tidak lagi murni dari Tuhan.

Melalui hikmat dan pengetahuan dari Tuhan, kita akan dimampukan untuk membedakan mana yang baik dan buruk. Sehingga kita perlu dekat dengan Tuhan setiap hari dan meminta supaya Roh Kudus-Nya menuntun kita kepada jalan-jalan yang benar.

Sumber : Disadur dari tulisan Pdt. Christopher Tapiheru
Halaman :
1

Ikuti Kami