3 Peluang Terbesar Gereja Memenangkan Generasi Muda di Masa Sekarang
Sumber: CPH

Kata Alkitab / 10 February 2023

Kalangan Sendiri

3 Peluang Terbesar Gereja Memenangkan Generasi Muda di Masa Sekarang

Lori Official Writer
2503

Dua tahun terakhir, kita dipaksa menjadi “Generasi Covid”, dimana kita harus melakukan banyak kegiatan secara online, seperti sekolah, beribadah, bahkan bersosialisasi. Alhasil, media sosial menjadi salah satu kebutuhan primer bagi banyak dari kita, termasuk juga gereja.

Banyak gereja yang mengembangkan pelayanan mereka dalam media sosial. Mulai dari membuat ibadah online, persekutuan secara online, bahkan membuat konten di media sosial. Gereja pun berlomba membuatnya sebaik mungkin agar bisa “memuridkan”. Namun, pada kenyataannya, masih ada banyak anak muda yang tidak ingin dimuridkan dalam gereja lokal. 

Ya, melayani anak muda dalam media sosial adalah satu hal yang baik. Bahkan media sosial adalah alat yang sangat baik untuk mengenalkan Tuhan kepada banyak orang. Namun, kita perlu sadar bahwa anak muda tidak cukup dengan pengenalan. Anak muda harus dimuridkan.

 

Baca Juga: 10 Kebenaran Firman Tuhan yang Patut Diajarkan Gereja Kepada Anak Muda

 

Dengan keadaan masa sekarang, ada 3 peluang besar yang bisa kita manfaatkan untuk memuridkan generasi muda.

1. Generasi sekarang senang berkomunitas

Salah satu fenomena yang muncul pada masa Covid adalah adanya Komunitas Online. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan anak muda berkumpul dalam satu media sosial, seperti Whatsapp, Facebook, atau Telegram, dan membuat grup, lalu membuat komunitas dimana mereka bisa saling bercerita. 

Tak terkecuali bagi orang Kristen, dimana ada komunias rohani online, tempat mereka bisa bercerita, mendoakan dan beribadah bersama. Dan ternyata, banyak dari mereka yang lebih nyaman dengan komunitas onlinenya dibandingkan dengan gereja. Salah satu alasannya adalah mereka tidak menemukan teman yang bisa menjadi rekan cerita mereka di dalam gereja.

Itu adalah peluang bagi kita sebagai pelayan generasi muda. Dengan kebutuhan anak muda yang senang berkomunitas, gereja harus menjadi komunitas yang sehat bagi para generasi muda. Komunitas pemuda gereja harus menjadi tempat dimana anak muda bisa bercerita, mendoakan, beribadah, bahkan bisa mengembangkan kemampuan mereka. 

Kalau kita tidak bisa menjadi teman bagi mereka, jangan terkejut jika anak muda lebih memilih orang lain sebagai temannya dan kita akan kehilangan banyak anak muda yang akhirnya mulai melepas imannya kepada Kristus.

 

Baca Juga: 3 Landasan Alkitabiah Pelayanan CBN Indonesia untuk Generasi Anak

 

2. Generasi sekarang membutuhkan “Teladan”

Masa muda adalah masa pencarian jati diri. Mereka bisa belajar dan meniru sebanyak-banyaknya dari apapun, termasuk dari media sosial. Karena itu, banyak anak muda yang mulai melakukan hal-hal yang tidak berkenan, karena mereka melihat contoh dan teladan dari media sosial yang mereka lihat. 

Itu pula yang sering menjadi permasalahan antara anak muda dan gereja, dimana anak muda jarang menemukan teladan. Ini adalah kesempatan bagi kita para pelayan anak untuk bisa hadir dalam hidup mereka dan menjadi teladan, baik dalam kehidupan kita di media sosial bahkan di kehidupan kita secara langsung.

Jangan sampai, kita kehilangan anak muda karena mereka tidak melihat teladan yang baik dari kita.

 

3. Homeless = Be the home

Menurut goodstats.id, per tahun 2021, angka perceraian meningkat hampir ke angka 450 ribu kasus. Itu artinya, semakin tahun, semakin tinggi kasus perceraian, dan tentu menjadi korban terbesar adalah anak. Itulah kenapa, banyak anak muda yang tidak memiliki tempat untuk pulang, merasa diterima, selalu diperhatikan, dan bisa menjadi diri mereka sendiri. Mereka tidak punya “rumah” untuk mereka pulang.

 

Baca Juga: Muncul Istilah Generasi Geprek dan Generasi Strawberry, Apa Itu?

 

Lalu, ketika anak-anak itu tidak punya “rumah”, siapa yang akan hadir dan menjadi “rumah” dan “keluarga” bagi mereka? Tentu, ini adalah peluang besar bagi gereja, yaitu kita, untuk bisa menjadi tempat mereka untuk pulang, merasa diterima, selalu diperhatikan, dan menjadi diri mereka sendiri.

Jangan sampai, ketika mereka tidak memiliki tempat untuk pulang, mereka memilih tempat yang salah, dan lagi, kita harus kehilangan generasi muda yang akhirnya meninggalkan Kristus.

Dengan peluang yang sangat besar ini, pertanyaan terbesarnya adalah…

  • Siapkah kita menjadi teman yang menerima generasi muda? 
  • Siapkah kita menjadi ayah yang mengarahkan kehidupan generasi muda kepada Kristus?
  • Siapkah kita menjadi rumah bagi mereka yang tidak punya tempat untuk pulang?
Sumber : Artikel Ini Ditulis Oleh Kontributor Jawaban.com, Daniel Octa
Halaman :
1

Ikuti Kami