Sampah Bantargebang Menggunung, Bagaimana Peran Orang Kristen dalam Menjaga Lingkungan?
Sumber: koran-jakarta.com

News / 6 February 2023

Kalangan Sendiri

Sampah Bantargebang Menggunung, Bagaimana Peran Orang Kristen dalam Menjaga Lingkungan?

Claudia Jessica Official Writer
1907

Bantargebang adalah sebuah kecamatan di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Lokasi ini ditetapkan menjadi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang menampung sampah dari provinsi DKI Jakarta yang terdiri dari Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan kota Bekasi itu sendiri.

Banyak masyarakat Indonesia yang menganggap Bantargebang sebagai tempat jelek, kumuh, dan bau karena keberadaan TPST di daerah ini.

Situasi TPST Bantargebang saat ini sangat mengkhawatirkan lantaran tingginya tumpukan sampah mencapai 40 meter, atau setara dengan gedung 16 lantai.

Timbunan sampah ini disebabkan oleh tingginya tingkat konsumsi masyarakat, kepadatan penduduk, rendahnya kesadaran masyarakat, pendidikan masyarakat tentang pengelolaan sampah, kurangnya pemahaman tentang 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) serta sikap konsumtif atau pemborosan.

Sebagai orang kristen, bagaimana kita harus menyikapi peristiwa ini?

Kitab Kejadian mengatakan bahwa bumi dan segala isinya merupakan ciptaan Tuhan dan kita manusia sebagai pemimpin sekaligus pelindung dari alam yang Tuhan ciptakan ini. Maka dari itu, menjaga lingkungan dan memeliharanya dari kerusakan adalah salah satu tanggung jawab kita kepada Tuhan. (Kejadian 1: 26-28)

Alkitab mengajarkan kita bahwa Yesus adalah pencipta alam semesta tempat kita tinggal, tempat dimana kita melakukan banyak hal. Kita diberikan kepercayaan untuk menjaga dan melestarikan apa yang Tuhan percayakan kepada manusia.

Amsal 3: 19-22 tertulis,

“Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit, dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun. Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu, maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu. Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk. Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak. Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang. Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.”

Firman Tuhan di atas mengatakan kepada kita untuk memelihara dan menjaga alam, bukan merusak atau menghancurkannya.

Alam semesta yang Tuhan ciptakan ini adalah anugerah besar yang Tuhan berikan kepada kita, manusia. DIA telah menciptakan dunia yang indah ini sebelum menciptakan manusia. Keindahan ini Tuhan ciptakan untuk kita, manusia.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi sampah:

1. Gunakan barang yang dapat digunakan berulang-ulang: seperti tas belanja, botol air mineral, dan piring makan dari bahan yang dapat digunakan kembali.

2. Beli barang dalam jumlah yang sesuai kebutuhan: ini dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dari kemasan produk.

3. Gunakan produk dari bahan alami: produk yang dibuat dari bahan alami seperti tepung, gula, dan bahan makanan biasa lebih sedikit menghasilkan sampah.

4. Hindari barang yang mengandung bahan plastik: seperti botol minuman ringan, bungkus makanan, dan produk dalam kemasan plastik.

5. Berkomposting: membuang sampah organik seperti daun, rumput, dan sisa makanan dapat diubah menjadi pupuk alami untuk tanaman.

6. Gunakan pembuangan sampah yang tepat: membuang sampah pada tempat sampah yang tepat akan memastikan bahwa sampah dapat diolah dan diterapkan dengan baik.

Jika lingkungan sekitar kita baik, maka manusia juga akan menjalani hidupnya dengan nyaman. Sebaliknya, jika lingkungan rusak, manusia juga akan merasa terancam. Marilah kita menjaga anugerah yang Tuhan berikan kepada kita.

 

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami