Bolehkah Bayi Minum Jamu? Ini Kata Dokter

Health / 25 January 2023

Kalangan Sendiri

Bolehkah Bayi Minum Jamu? Ini Kata Dokter

Aprita L Ekanaru Official Writer
297

Jamu atau ramuan tradisional dipercaya dapat memberikan manfaat kesehatan, dan sangat digandrungi oleh masyarakat. Belum lama ini, viral kisah seorang bayi berusia 54 hari yang meninggal dunia usai diberi ramuan tradisonal oleh orang tuanya. Ramuan tersebut berisi perasan daun kecipir dan kencur, nahasnya bukan memberi efek kesehatan, justru sang bayi mengalami sesak napas hingga akhirnya meninggal dunia.

Kurangnya pengetahuan akan bahayanya memberi jamu kepada bayi ini dapat menjadi bumerang bagi kesehatan sang bayi itu sendiri. Sebenarnya, bolehkah bayi minum jamu? Begini penjelasan dokter mengenai pemberian jamu untuk bayi di bawah ini.

Dikatakan oleh dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc., MSc., bayi di bawah usia 6 bulan tidak boleh diberikan jamu sama sekali. 

“Pasalnya, bayi pada rentang usia tersebut hanya boleh menerima ASI eksklusif tanpa tambahan lain, sekalipun air putih,” kata dr. Nitish.

Jika bayi sakit, Anda cukup memberikan ASI untuk membantu proses pemulihannya. ASI merupakan obat alami untuk membantu menjaga kesehatan bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI terbukti dapat meningkatkan sistem pertahanan tubuh pada anak balita. Lalu, bagaimana dengan anak berusia di atas 6 bulan? Menurut dr. Nitish, pemberian jamu untuk bayi usia di atas 6 bulan sebaiknya dapat dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.

“Jamu yang hendak diberikan pada anak juga wajib terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga kualitasnya lebih terjamin,” katanya.

Kemudian, dokter akan memeriksa bahan-bahan yang terkandung di dalam jamu, apakah aman untuk dikonsumsi atau malah berbahaya bagi kondisi anak. Pasalnya, sebagian besar jamu diracik dengan menggunakan lebih dari satu bahan.

Beberapa bahan tertentu dinilai berbahaya untuk dikonsumssi oleh anak usia di atas 6 bulan. Misalnya, jamu dengan kandungan jahe dinilai bisa menimbulkan nyeri ulu hati. Hal ini dapat terjadi ketika herba tersebut diberikan dalam jumlah besar pada anak usia di bawah 6 tahun.

Bahan lainnya yang perlu diwaspadai adalah kunyit. Kunyit tidak dianjurkan untuk anak usia di bawah 12 tahun. Sebuah penelitian dalam jurnal Cureus, menemukan bahwa kunyit dapat mencegah penyerapan zat besi di usus. Anak Anda pun dapat berisiko mengalami anemia defisiensi besi, terlebih jika si kecil susah makan.

Namun beberapa dokter beranggapan, jamu sebaiknya tidak diberikan pada anak di bawah usia satu tahun. Pasalnya, minuman herba ini dianggap berisiko menimbulkan masalah pernapasan, intoleransi, keracunan, dan infeksi.

“Karena itu, hindari meracik jamu sembarangan sekalipun menggunakan bahan-bahan yang kelihatannya aman. Konsultasikan kepada dokter anak terlebih dahulu agar terhindar dari efek samping yang merugikan,” tegas dr. Nitish.

Sumber : Klikdokter.com
Halaman :
1

Ikuti Kami