Ingatlah Saat Tuhan Mengutusmu

Ingatlah Saat Tuhan Mengutusmu

Riris Neil Yulinar Pakpahan Contributor
      688

Ayat Bacaan : Lukas 22:27 dan Yohanes 12:26

 

Matius 20:28

Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

 

Bacaan Setahun : Amsal 12; Galatia 1; 1 Raja-Raja 5-6

Beberapa waktu yang lalu saya membaca salah satu pernyataan dari Ps. Rick Warren tentang pelayanan yang sudah dilakukannya selama hampir 43 tahun di Gereja Saddleback. Hal baik yang dilakukannya adalah menyerahkan pelayanan tersebut pada generasi selanjutnya. Kita bisa bayangkan bahwa 43 tahun bukanlah waktu yang singkat. Pasti banyak tangis dan air mata untuk memulai pelayanan puluhan tahun yang lalu. Ia menyadari bahwa pekerjaan Allah harus terus dilakukan sesuai dengan arah dan tujuan kemana Allah mengutusnya. Akan selalu ada masa yang baru, musim yang baru dalam setiap kehidupan.

Seringkali kita lupa akan panggilan awal yang diterima. Hal ini semakin diperkuat dengan semua fasilitas yang diterima setelah kita menjadi ‘besar’. Selalu ada kata berat meninggalkan kenyamanan duniawi, hasil perintisan bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun lalu. Tidak salah menjadi besar, namun perhatikan cara-cara yang dilakukan saat menjadi besar. Sama seperti ibu Yohanes dan Yakobus yang masih memikirkan kelak kedua anaknya bisa duduk di sebelah kiri dan kananNya, justru disaat-saat masa sengsara akan diterima oleh Tuhan Yesus. (Matius 20:21).

Tuhan Yesus sebenarnya sudah memberi teladan pada kita. Ia dengan rendah hati menjadi hamba bagi setiap orang yang dilayani-Nya selama Ia hidup di dunia. Ia yang adalah Raja, rela membasuh kaki murid-murid-Nya dengan hati yang penuh kasih. Teladan yang Yesus lakukan tentang melayani tidak ditujukan bagi diri kita sendiri, melainkan ditujukan bagi kita saat melayani orang lain.

Tujuan Yesus bukan untuk dilayani sebagai Raja, namun Ia sepenuhnya menjadi hamba dan pelayan.

Jika hari ini Tuhan masih mengijinkan kita untuk melayani Dia, mari buka hati untuk mengikuti arahannya dan ubah hati untuk senantiasa mampu menjadi hamba dan pelayan. IMANUEL

 

Renungan ini dibuat oleh Riris Neil Yulinar Pakpahan.

Ikuti Kami