Pesan Terakhir, Amanat & Mandat Bagi Kita
Kalangan Sendiri

Pesan Terakhir, Amanat & Mandat Bagi Kita

Liana M. Tapalahwene Contributor
      827

Ayat Bacaan : Kisah Para Rasul 1:9-11

 

Kisah Para Rasul 1: 9

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 145; Yohanes 5; 2 Samuel 17-18

Dari sebuah selentingan saya merenungkan sebuah pelajaran hidup yang luar biasa. Kalimatnya selentingan itu berbunyi demikian: “Dari kenaikan sampai keturunan, tidak mendapat kedudukan.” Makna mendalam dimana saat ini kita akan memperingati hari kenaikan Yesus ke Surga.

Kenapa saya katakan itu adalah pelajaran hidup yang luar biasa? Ya, kita bisa memaknai kehidupan kita yang berharga dengan cara mengisi anugerah berkat keselamatan, dengan menjadi pribadi yang melakukan firman Tuhan dalam kehidupan kita.

Setiap kita dalam menjalani kehidupan, pastinya ada target dan tujuan yang ingin kita capai, yakni menikmati hasil dari apa yang kita lakukan dan kerjakan. Dalam kitab Mazmur 119:18, “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.” Tuhan menyingkapkan dan membuka mata rohani kita, ini adalah pesan yang ingin disampaikan Yesus kepada setiap kita.

Berkaca dari hal ini, ini kita harus melatih roh kita untuk hidup peka dan menundukkan diri kita dan taat pada Roh Kudus yang membimbing kita. Prosesi kenaikan Yesus ke surga adalah mandat yang dipercayakan Bapa kepada kita, supaya kita tetap menjaga hidup sesuai firman-Nya, dan mewartakan Injil kepada umat manusia.

Melalui peristiwa kenaikan Yesus juga, kita diingatkan bahwa Ia telah menyatakan kuasa, kehendak, dan harapan-Nya kepada kita agar kita bisa menjadi pelaku firman Tuhan serta mewartakan kabar sukacita. Oleh karenanya, maukah Anda memenuhi panggilan Yesus untuk menjadi perpanjangan tangan-nya?

Marilah mulai menjadi berkat dengan tidak hanya menerima pesan ini untuk diri sendiri, tapi juga meluangkan waktu untuk meneruskannya kepada orang lain!
Tuhan Yesus memberkati.

 

Renungan harian ini dibuat oleh Liana M. Tapalahwene.

Ikuti Kami