Jadikan Kesabaran Sebagai Jati Diri

Jadikan Kesabaran Sebagai Jati Diri

Naomi Irmadiana Contributor
      846

Roma 12:12

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

 

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 139; 2 Korintus 12; 2 Samuel 5-6

Raut muka Stephen terlihat kesal hari ini. Dia sedang terburu-buru ke kantor dan waktu hanya tersisa 5 menit sebelum jam kantor mulai. Namun, saat ini dia masih berada di jalan yang padat dengan mobilnya dan terjebak lampu merah. Stephen merasa hatinya sudah sampai ke tempat tujuan, sedangkan tubuhnya masih dalam perjalanan.

Dari kisah ini kita belajar, bahwa manusia dengan sifatnya yang serba cepat tidak mudah untuk bersabar. Kesabaran berarti kemauan yang harus takluk kepada proses waktu. Waktu berjalan sangat lambat sedangkan keinginan manusia berjalan dengan cepat.

Kesabaran dalam buah Roh di Galatia 5: 22-23 memiliki arti yang sangat dalam, yaitu ketekunan untuk melihat pengaharapan sehingga kita mampu menerima sesuatu yang sulit. Pengharapan adalah kata kunci seseorang bisa sabar atau tidak. Dengan pengharapan seseorang akan sabar menanti pertolongan Tuhan, begitu juga sebaliknya. Jika seseorang tidak mempunyai pengharapan maka dia akan mudah menyerah pada keadaan.

Marilah kita semua terus mempunyai pengharapan besar kepada Tuhan, sehingga mampu untuk melewati segala musim kehidupan dengan kesabaran. Dan akhirnya buah Roh Kesabaran menjadi salah satu jati diri kita.

Yuk, bagikan firman Tuhan yang telah Anda dapatkan hari ini ke media sosial atau secara lisan kepada orang terdekat Anda.

 

Oleh Naomi Irmadiana.

Ikuti Kami