Tuhan Meluruskan Jalan Kita
Sumber: Jawaban.com

Kata Alkitab / 26 December 2022

Kalangan Sendiri

Tuhan Meluruskan Jalan Kita

Setyoningsih Harjita Contributor
636

Amsal 3 : 5-7  - "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan."

 

Kita diibaratkan sebagai musafir yang sedang berada pada jalan pengembaraan di dunia ini. Kita diperhadapkan pada berbagai pilihan jalan yang akan kita tempuh. Setiap jalan akan berujung pasti pada kekekalan, dan apa yang akan kita terima di alam kekekalan semua ditentukan oleh jalan yang kita pilih. Tentunya sebagai orang Kristen kita mengenal jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan yaitu jalan keselamatan, jalan orang baik dan jalan orang benar (Kisah Para Rasul 4 : 12, Yohanes 3 : 16, Yohanes 14 : 6, Amsal 2 : 20). Jalan melalui Yesus Kristus, jalan menuju kepada kehidupan.

Dalam menempuh perjalanan kadang kita mengalami kelelahan dan terkadang juga kehilangan arah. Kita bisa mengalami keputusasaan, kebimbangan, apakah kita masih berada pada jalan TUHAN, ataukah kita mulai menyimpang dan keluar jalur kehendak Tuhan.

Kita mengharapkan kehidupan yang diberkati dan penuh damai sejahtera, dalam kondisi selamat, baik dan benar. Namun seringkali kita mengalami kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan harapan karena kita salah memilih jalan. Kita tersandung, jatuh, terluka dan rasanya berat untuk bangkit, melangkah kembali dan melanjutkan perjalanan.

Tuhan itu setia, Dia selalu hadir dengan penyertaan-Nya di setiap perjalanan kita. Ketika kita salah jalan, dengan sabarnya Tuhan menuntun kita berbalik arah, dari jalan sesat kembali kepada kebenaran. Janji Tuhan dalam firman-Nya jelas bagi kita bahwa Dia sekali-kali tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita, bahkan Dia akan menyertai kita selama-lamanya (Ibrani 13 : 5b, Matius 28 : 20b).

Bagaimana agar kita tetap berada di dalam jalan yang dikehendaki Tuhan?

Baca juga : Bagaimana Cara Mengetahui Jalan Tuhan Pada Karir dan Pekerjaan Saya?

 

1. Percaya kepada tuntunan Tuhan secara penuh dalam segala situasi keadaan apapun.

Ini adalah sikap penyerahan total kepada Tuhan, tanpa ragu dan tidak berusaha mengambil kendali atas segala sesuatu yang telah kita serahkan kepada Tuhan. Kalau kita sudah berdoa dan menyerahkan jalan hidup kita kepada Tuhan, maka yakinlah bahwa Tuhan mengerjakan kehendak-Nya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Sekalipun terkadang kebaikan Tuhan terbungkus di dalam masalah-masalah kehidupan, namun di situlah Tuhan menunjukkan kuasa dan pertolongan-Nya untuk mengeluarkan kita dari kesukaran yang kita hadapi. Tuhan bisa memakai berbagai cara menjadi jalan mukjizat bagi kita. Ketika kita percaya penuh dan berserah, Tuhan dapat membuka jalan yang tertutup. Dia dapat sediakan kesempatan dan peluang yang baru, kemampuan yang baru, jauh lebih baik dari yang kita pikirkan atau doakan.

 

2. Tidak bersandar kepada pengertian kita sendiri.

Kadang kita terjebak dalam pikiran-pikiran yang menyesatkan. Kita takut dan mencemaskan berbagai macam hal yang belum tentu terjadi dan itu sudah membuat kita lemah. Kita menjadi rendah diri, kehilangan rasa percaya pada kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita dan mungkin juga akan berujung kepada rasa tidak percaya kepada Tuhan.

Iblis sering memakai pikiran kita, akal pengertian kita melalui tipu muslihat untuk menjatuhkan kita dan semakin menjauhkan kita dari jalan kehendak Tuhan. Kita harus menaklukkan dan melawan akal pikiran yang salah kepada Kristus. Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, yang akan menjaga, memelihara hati (perasaan) dan pikiran kita tetap dalam kendali Tuhan, sehingga kita merasakan ketenangan, tidak lagi dihantui kepanikan yang membuat kita berada dalam tekanan dan tidak dapat berpikir dengan akal sehat.

Jangan turuti kata hati, kemauan dan kehendak kita sendiri, tetapi selaraskan setiap keinginan, harapan dan impian kita kepada kehendak dan rencana Tuhan. Sehingga dengan iman kita katakan, kehendak Tuhan yang terbaik, yang pasti akan terjadi.

Baca juga : Jalan Tuhan Itu Selalu Dimulai Dari Dirimu Sendiri, Apa Yang Kamu Punya?

 

3. Menempatkan otoritas (mengakui) kedaulatan Tuhan dalam seluruh tindakan/perbuatan kita.

Kita sering menganggap bahwa jalan kita sudah benar menurut anggapan kita sendiri, tetapi sebenarnya tidak demikian. Ketika kita mulai bersandar kepada kemampuan kita sendiri, tanpa kita sadari kita menyimpang semakin jauh dari Tuhan. Kita mengalami kekalahan, ketidakberdayaan dalam menghadapi persoalan, ujian, pencobaan. Tetapi syukur kepada Tuhan, Tuhan tidak biarkan. Dia selalu membawa kita kepada jalan kemenangan-Nya (2 Korintus 2 : 14).

Sekalipun kadang kita tidak melihat jalan, tidak ada titik terang bahkan berada dalam lembah kekelaman. Namun di tengah kemustahilan di mana sepertinya tidak ada jalan, Tuhan sanggup menyatakan kuasa-Nya. Jika Tuhan yang berdaulat dan kita hormati otoritas Tuhan dalam hidup kita, maka Tuhan yang bertanggung jawab atas hidup kita melalui pemeliharaan dan kasih sayangNya.

Sebagai Penasehat Ajaib dalam perjalanan kehidupan, Tuhan akan memimpin dan menyempurnakan iman kita dari kemenangan kepada kemenangan yang lebih besar. Jangan lagi kita mengikuti jalan kita sendiri yang kita sangka lurus padahal ujungnya maut dan celaka. Ikuti jalan Tuhan, taati pimpinan-Nya dalam setiap perbuatan dan tindakan yang kita putuskan, maka Tuhan yang akan meluruskan jalan kita menuju kehendakNya.

Selama kita bijak memilih jalan perkenanan Tuhan, maka selamatlah hidup kita, senantiasa baik keadaan kita dan benarlah hidup kita di dalam anugerah yang sempurna yang telah kita terima dari Tuhan Yesus Kristus. Haleluya.

Semua karya tulis yang dibuat oleh contributor adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

 

 

Halaman :
1

Ikuti Kami