Ragam Perayaan Natal di Luar Negeri, Dari yang Mengharukan Sampai yang Meriah
Sumber: Baamboozle

News / 16 December 2022

Kalangan Sendiri

Ragam Perayaan Natal di Luar Negeri, Dari yang Mengharukan Sampai yang Meriah

Lori Official Writer
606

Setiap negara punya tradisi perayaan Natalnya sendiri. Ada negara yang menyambut Natal dengan heboh dan ada pula yang memutuskan untuk merayakannya dengan cara yang sederhana.

Berikut ragam perayaan Natal di luar negeri yang perlu Anda tahu.

1. Penyalaan lampu Pohon Natal di Jalur Gaza, Palestina

Umat Kristiani merupakan penduduk minoritas di Jalur Gaza, Palestina, yang merupakan wilayah sengketa Palestina-Israel. Meski begitu, puluhan umat Kristen di daerah ini tetap bersukacita menyambut Natal.

Setiap Natal tiba, umat Kristiani di daerah ini akan berkumpul di Young Men’s Christian Association (YMCA) dan bersama-sama mendirikan pohon Natal dan menyalakannya.

Orang-orang ini terpaksa harus merayakan Natal di daerah rawan konflik tersebut karena pemerintah Israel melarang warga Gaza datang ke Bethlehem untuk merayakan Natal bersama di kota suci tersebut.

 

Baca Juga: Perayaan Natal Nusantara 2022 Tampilkan Budaya Dari Semua Agama

 

2. Acara penyalaan pohon Natal di Vatikan

 Sejak awal Desember 2022, Vatikan telah berbenah diri menghias pusat kotanya di Lapangan Santo Petrus. Pohon Natal setinggi hampir 100 kaki itu dihiasi ornamen buatan tangan anak-anak di pusat rehabilitasi prikiatris di Italia dan penghuni panji jompo dan anak sekolah dari Abruzzo.

Kandang Natal berisi palungan anak domba berukiran kayu besar yang terbuat dari pohon cedar alpine dari wilayah paling timur laut Italia, semakin menguatkan suasana Natal di kota ini.

 

3. Filipina rayakan Natal terpanjang sedunia

Di Filipina, perayaan Natal dimulai sejak 1 September setiap tahunnya.

Lebih dari 100 hari sebelum perayaan Natal, Filipina berubah menjadi negeri yang dipenuhi dengan hiasan laiknya di dunia fantasi. Pusat-pusat perbelanjaaan dipenuhi dengan beragam dekorasi Natal. Hampir sepanjang empat bulan, Filipina bersiap menyambut Natal. Karena itulah negara ini mendapat julukan negara dengan perayaan Natal terlama sedunia.

Di sepanjang bulan September- Desember, Anda akan mendengarkan lantunan lagu-lagu Natal di berbagai tempat, baik di mal, taman dan jalanan. Tradisi ini sudah turun temurun dirayakan oleh warga Filipina yang sebanyak 86% populasinya adalah Katolik Roma. 

 

Baca Juga: 2 Kota Ini Jadi Pusat Perayaan Natal Yang Paling Meriah

 

Sepanjang musim ini, warga pun akan menghiasi rumah mereka dengan lentera Natal yang meriah atau yang disebut parols. 

Menariknya, Natal dirayakan dengan meriah melalui pesta Media Noche, dan akan berakhir di Pesta Tiga Raja pada 6 Januari, yang secara resmi menandai berakhirnya liburan Natal di Filipina.

 

4. Perayaan Natal yang meriah di Dubai

Meskipun sebagai negara mayoritas Muslim, namun kota Dubai tetap terbuka merayakan Natal dengan meriah.

Bukan saja menghiasi berbagai tempat dengan dekorasi Natal, tetapi Dubai juga menyediakan beragam spot Natal seru seperti hadirnya Kota Musim Dingin yang diisi oleh beragam pertunjukan seperti parade Santa Klaus dan pertunjukan salju. Ada juga Pasar Natal, lomba lari Santa Klaus dan sebagainya.

 

5. Krisis energi tak menghalangi warga Berlin nyalakan lampu

Meskipun kota Berlin, Jerman saat ini sedang mengalami krisis energi yang semakin mengancam, namun warga setempat tetap saja menyalakan lampu Natal di sepanjang bulan Desember 2022 ini.

Bagi warga menyalakan lampu Natal adalah tradisiturun temurun yang terus dilakukan hingga saat ini. Karena itu para warga tetap menyalakan lampu-lampu Natal di berbagai tempat.

 

Baca Juga: 10 Fakta Unik Tentang Natal yang Banyak Orang Kristen Belum Tahu

 

Pemerintah sendiri sempat menegaskan tidak akan membiayai hiasan Natal di pusat kota akibat krisis yang sedang dihadapi. Namun berkat dukungan sejumlah lembaga, Natal di Berlin tetap dirayakan meskipun pemerintah membuat aturan bahwa lampu harus dimatikan setiap pukul 10 malam.

Meskipun ada beragam kondisi yang sedang kita alami saat ini, namun jangan sampai sukacita Natalnya berkurang ya.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami