Kekurangan Fisik Sejak Lahir Buat Ifan Harefa Minder, Sampai Akhirnya…
Sumber: Jawaban.com

Family / 7 December 2022

Kalangan Sendiri

Kekurangan Fisik Sejak Lahir Buat Ifan Harefa Minder, Sampai Akhirnya…

Lori Official Writer
601

Ayah dan ibu Ifan Harefa tak menyangka anak sulungnya ini akan terlahir dengan kekurangan fisik dan kemampuan bicara yang tidak berkembang.  Setiap kali bicara, Ifan hanya bisa memakai peraga atau gerakan tangan jika ingin menyampaikan sesuatu. Kondisi ini membuatnya jadi bahan ejekan teman-teman setiap hari. Hal inilah yang membuat Ifan kurang percaya diri.

Walaupun ayah dan ibunya sempat memasukkannya ke sekolah saat berusia 7 tahun, Ifan tetap tidak mengalami perubahan apa-apa. Hingga akhirnya kedua orang tua Ifan memutuskan untuk tidak disekolahkan lagi. 

Hingga beranjak usia 11 tahun, Ifan hanya bisa tinggal di rumah dan bermain bersama adik-adiknya setiap hari. Kadang dia suka mengurung diri di kamar karena rasa minder yang dia rasakan.

 

Baca Juga:

Yoshua, Si Pemalu yang Kini Berani Pimpin Doa di Depan Kelas

Anak Ini Suka Memukul Adiknya, Hingga Akhirnya Kisah Superbook Buat Dia Berubah

 

Sampai suatu hari, pendeta gereja yang mereka hadiri mengajak Ifan untuk masuk Sekolah Minggu Superbook dan Sanggar Belajar Anak School of Life (SOL) di GBI Efata Sampali, Kabupaten Deliserdang. Ketepatan gereja ini dekat dengan rumahnya.

Awalnya Ifan menolak untuk ikut. Sampai akhirnya satu minggu dia datang ke ibadah Sekolah Minggu. Di sana ia disambut baik oleh teman-teman dan para guru. Sehingga dia merasa diterima dan tidak dipandang sebelah mata.

Lewat dukungan guru-guru dan teman-teman di Sekolah Minggu dan Sanggar Belajar Anak SOL, rasa percaya diri Ifan semakin meningkat. Dia bahkan pernah meraih juara 3 lomba Fashion Show yang diadakan di Sekolah Minggu. Bukan hanya rasa percaya diri Ifan yang meningkat, tetapi interaksi yang semakin intens dengan teman-teman membuat vocal Ifan semakin jelas.

Perubahan yang dialami Ifan membuat orang tuanya kembali memasukkannya ke sekolah. Meskipun usianya sudah 12 tahun, dia tetap semangat dan datang paling awal. Orang tuanya begitu bahagia menyaksikan anak sulungnya itu bisa menjalani hidupnya seperti anak-anak normal lainnya.

Berkat dukungan Anda, CBN Indonesia terus bergerak untuk melayani anak-anak di gereja lokal di Indonesia. Mari terus menabur untuk generasi supaya semakin banyak anak diubahkan, semakin mengasihi Tuhan, memiliki karakter Kristus dan berjiwa missioner. Yuk bergabung menjadi mitra CBN dengan klik link di bawah.

 

DONASI

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami