Fakta Alkitab: Yehezkiel, Nabi yang Diakui Banyak Agama
Sumber: jawaban.com

Fakta Alkitab / 30 November 2022

Kalangan Sendiri

Fakta Alkitab: Yehezkiel, Nabi yang Diakui Banyak Agama

Claudia Jessica Official Writer
1103

Tahukah kamu bahwa Yehezkiel diakui sebagai nabi bukan hanya oleh orang-orang Yahudi dan Kristen, tetapi para cendekiawan muslim klasik dan modern pun mengakui Yehezkiel sebagai nabi umat muslim.

 

Siapakah sosok Yehezkiel?

Seorang Imam

Yehezkiel adalah seorang imam yang dipercaya dari garis keturunan Yosua dan Raha. Yehezkiel adalah seorang i, maka dari itu bias dipastikan bahwa ia berasal dari suku Lewi, dan ayah Yehezkiel bernama Buzi (Yeh. 1:3).

Yehezkiel diperkirakan lahir sekitar tahun 622 SM. Menurut tradisi Yahudi seperti yang dituliskan di Talmud dan Mirash, garis keturunannya berasal dari Yosua hasil pernikahannya dengan Rahab, perempuan Kanaan dari kota Yerikho.

Arti nama Yehezkiel

Dalam Bahasa Inggris adalah ezequiel atau Ezekiel atau Ezeckiel, dan dalam Bahasa Ibrani adalah Yehezqel. Arti nama Yehezqel adalah “Tuhan akan Menguatkan”. Nama tersebut diambil dari akar kata “Chazq” yang artinya “Menguatkan” dan “E’l” yang artinya adalah “Tuhan”.

Mendapatkan penglihatan tentang makhluk dengan empat muka di tepi Sungai Kebar

Yehezkiel adalah salah satu imam yang ikut menjalani pembuangan di Babel, setelah Yoyakhin, Raja Yehuda ditaklukkan. Masa pembuangan ini terjadi pada tahun 597 M dan Yehezkiel mendapatkan penglihatan pertamanya 5 tahun setelah pembuangan di Babel tersebut (Yeh. 1:2).

Saat itu Yehezkiel berada di pemukiman orang-orang buangan Yahudi, di tepi Sungai Kebar di Tel Abib (Tel Aviv). Sungai Kebar atau dalam Bahasa Inggris disebut “The Khabur” atau “Little Khabur” adalah sebuah sungai yang hulunya berada di Turki, dan mengalir melewati Irak, kemudian bergabung dengan Sungai Tigris di titik antara wilayah Turki, Irak, dan Suriah.

Babel sendiri saat ini ada di wilayah Irak. Di awal kitab ini, Yehezkiel menceritakan tentang suatu kendaraan yang merupakan tahta Allah dengan empat makhluk yang memiliki empat wajah, yaitu wajah manusia, lembu, singa, dan rajawali. Penglihatan yang dituliskan di pasal 1-3 kitab Yehezkiel tersebut menceritakan tentang panggilan Allah baginya, dan bagaimana tangan Tuhan menyertainya, Firman Tuhan ada di dalam dia, serta pesan Tuhan melalui dia.

Tuhan memakai kehidupan Yehezkiel untuk mendramatisasi nubuatannya

Beberapa ilustrasi tentang bagaimana Tuhan memakai Yehezkiel untuk mengilustrasikan nubuatannya adalah sebagai berikut:

  • Yehezkiel diperintahkan untuk mengambil batu bata dan menggambarkan Yerusalem dalam pengepungan (Yeh. 4)-          Yehezkiel disuruh membuat roti dan membakarnya dengan bahan bakar kotoran manusia kemudian menjadi makanannya selama ia disuruh berbaring. Hal itu ditujukan untuk menggambarkan bahwa Israel dibuang ke tengah bangsa-bangsa untuk makan roti najis.
  • Yehezkiel disuruh mencukur rambutnya dan membaginya untuk dibakar, dipukul keras dengan pedang, dan dihamburkan untuk menggambarkan hukuman yang akan terjadi atas bangsa Yahudi. (Yeh. 5:1-3)
  • Tuhan memakai kematian istri Yehezkiel sebagai gambaran tentang nubuatannya. Yehezkiel disuruh Tuhan untuk berkabung, tetapi tidak boleh meratap dan menangis karena kematian istri yang sangat dicintainya (Yeh. 24:16). Hal tersebut bertujuan untuk menubuatkan Israel yang akan berduka atas hancurnya Yerusalem namun tidak bisa melakukan perkabungan.
  • Yehezkiel bahkan sempat menjadi bisu karena orang Yahudi tidak mau mendengarkan peringatannya dan baru bisa berbicara lagi Saat nubuatan Tuhan datang untuk menegur Israel (Yeh. 24:27).

 

Yehezkiel memberikan nubuatan tentang masa depan Israel

Selain menubuatkan tentang kehancuran, Yehezkiel juga menubuatkan tentang pemulihan. Diantaranya adalah:

  1. Pemulihan 12 suku Israel yang sebelumnya terpecah menjadi dua kerajaan, Yehuda dan Israel. Saat mereka kembali dipulihkan, mereka akan menjadi satu bangsa kembali. (Yeh. 37: 15-23).
  2. Di pasal tentang pemulihan Israel ini, dituliskan juga nubuatan terkenal tentang lembah tulang-tulang kering yang dihidupkan kembali oleh nubuatannya. (Yeh. 37: 1- 14)
  3. Dibangunnya kembali bait Allah yang ketiga. Saat itu Yehezkiel mendapat penglihatan tentang mengukur bangunan bait Allah di sebuah gunung, dan diperintahkan untuk memberitahu hal itu kepada bangsa Israel. Ukuran tersebut hingga saat ini menjadi tradisi di Israel untuk dipelajari demi mempersiapkan pembangunan bait Allah yang ketiga. (Yeh. 40)

 

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA ⇒

 

Sumber : jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami