Bukan Tentang Diri Kita, Tetapi Penggenapan Rencana Tuhan Atas Hidup Kita
Sumber: canva.com

Relationship / 27 November 2022

Kalangan Sendiri

Bukan Tentang Diri Kita, Tetapi Penggenapan Rencana Tuhan Atas Hidup Kita

Setyoningsih Harjita Contributor
970

Yohanes 9 : 3 - "Jawab Yesus : "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia."

Pernahkah kita berada pada satu titik di mana kita merasa begitu frustasi atas hidup yang kita jalani? Ketika hidup sedang tidak baik-baik saja, banyak tekanan, dan kita merasa gagal karena segala sesuatu yang kita harapkan tidak berujung pada kenyataan.

Mudah sekali kita merasa kecewa dan mengalami kepahitan yang kemudian berdampak pada sikap kita untuk menyalahkan keadaan, mencari "kambing hitam", menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan Tuhan. Kita tidak pernah menyadari bahwa siapapun kita saat ini, apapun kondisi kita, bagaimana keberadaan kita, sekaya atau semiskin apapun kita, untung atau malangnya hidup kita, baik atau buruknya pengalaman kita, tetap ada Allah di dalamnya dan ini tidak dapat kita pungkiri.

Tuhan tidak pernah bekerja tanpa tujuan, segala sesuatu Dia rancangkan dengan sempurna. Bahkan saat kita tidak merasakan kehadiran-Nya, Dia sedang mengerjakan kehendakNya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Terkadang peristiwa buruk yang kita alami, yang kita pikir menjadi akhir perjalanan hidup kita di dunia ini, justru menjadi kesempatan untuk kita berbalik menuju pengampunan, belas kasihan, kemurahan dan mujizat Tuhan.

Baca juga : 

Belajar Dari Cara Rut dan Naomi Hadapi Tragedi yang Menimpa Keluarganya

Simbol Pelangi LGBT Dilarang di Piala Dunia 2022, Bagaimana Umat Kristen Menyikapinya?

 

Harus kita akui kita sering berpikir salah tentang Tuhan. Kita curiga dan berprasangka terhadap Tuhan dan menganggap Dia tidak lagi mendengar dan memperhatikan kesenggaraan kita. Reaksi yang salah justru akan membuat kita berputar-putar pada problema dan kesulitan yang semakin besar dan mungkin akan membuahkan keputusan-keputusan yang salah.

Mari kita pikirkan baik-baik. Ini bukan tentang diri kita. Harus ada yang kita ubah dalam diri kita. Yaitu cara pandang kita terhadap segala sesuatu, peristiwa, kejadian di sekeliling kita atau yang menimpa diri dan keluarga kita. Minta pertolongan Tuhan, tuntunan Roh Kudus dalam doa untuk mengubah arah orientasi hidup kita, tetapkan fokus yang benar terhadap Tuhan, temukan visi-Nya untuk kita, mengapa Dia ciptakan kita ada di dalam dunia, dan bagaimana rencanaNya harus tergenapi melalui kita. Daripada hanya memikirkan kemalangan, masalah, pergumulan, mengapa kita tidak mengingat berapa banyak berkat Tuhan bagi kita, berapa kali Dia bertindak menolong kita, betapa sering Dia meluputkan kita, betapa hebat kuasa-Nya yang bekerja di dalam diri kita.

Ingatlah segala yang baik tentang Tuhan dan kebaikan yang Dia buktikan melalui orang-orang yang dihadirkan dalam hidup kita untuk menopang, menolong, menguatkan dan mendoakan. Itulah seluruh bukti penyertaan Tuhan yang begitu nyata atas hidup kita.

Sikap positif, atau lebih tepatnya sikap yang didasarkan pada iman, kepercayaan yang penuh kepada Tuhan akan mengubah seluruh area kehidupan kita. Kita akan menjadi anak-anak Tuhan yang kuat, yang tangguh, yang tidak mudah menyerah dan dengan keberanian dan keyakinan yang teguh mengatakan bahwa kehendak Tuhan atas hidup kita pasti yang terbaik dan kehendak-Nya itu harus terlaksana atas hidup kita dengan sempurna.

Baca juga : Inilah Pentingnya Arti Bersyukur dalam Alkitab dan Kehidupan Kita

 

Percayakah kita sekarang bahwa Allah hadir dalam setiap peristiwa untuk menyatakan pekerjaan-pekerjaan besar sebagai penggenapan atas rencanaNya dalam hidup kita. Bagian kita adalah hidup dalam penetapan panggilanNya itu, dan bekerjasama dengan Tuhan dalam mewujudkan tujuanNya melalui diri kita.

 "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang pebuh harapan." (Yeremia 29 : 11).

 

Semua karya tulis yang dibuat oleh contributor adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Halaman :
1

Ikuti Kami