Setelah Resesi Muncul Istilah Reflasi. Ini Pengertian dan Dampaknya Bagi Ekonomi

Finance / 22 November 2022

Kalangan Sendiri

Setelah Resesi Muncul Istilah Reflasi. Ini Pengertian dan Dampaknya Bagi Ekonomi

Lori Official Writer
375

Setelah banyak orang mulai was was dengan isu resesi yang akan terjadi di tahun 2023 mendatang. Belum lama ini masyarakat kembali mendengar istilah baru yaitu reflasi. Apa itu?

Reflasi merupakan kombinasi dari resesi dan inflasi tinggi. Istilah ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warijiyo, dimana kondisi ini menggambarkan keadaan ekonomi yang mengalami resesi dan inflasi yang tinggi secara bersamaan.

Salah satu dampak buruk dari kondisi ini, kata Perry, adalah meningkatnya suku bunga acuan bank sentral di berbagai negara. Kenaikan suku bunga dan inflasi tinggi diprediksi akan terus kejar-kejaran. Jika kondisi ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka kemungkinan kondisi stagflasi akan terjadi yaitu situasi dimana pertumbuhan ekonomi melambat dan bahkan cenderung turun namun inflasinya tinggi.

Adapun ciri-ciri dari terjadinya reflasi diantaranya adalah:

1. Pertumbuhan ekonomi melambat

Meskipun pertumbuhan ekonomi tetap berjalan, namun pertumbuhannya akan terasa lambat. Perry sendiri mengungkapkan jika pertumbuhan ekonomi di kawasan AS dan Eropa akan turun menjadi 2.6-2 persen di tahun mendatang.

 

Baca Juga: Kaum Millenial Wajib Tahu! Inilah 3 Strategi Ekonomi Indonesia Untuk Hadapi Ekonomi Global

 

2. Tingginya angka inflasi

Naiknya harga energi dan krisis jumlah pasokan energi menjadi salah satu kondisi terjadi reflasi. Kondisi ini semakin diperburuk karena persoalan geopolitik luar negeri yang tak kunjung usai.

 

3. Suku bunga yang tinggi

Bank sentral di berbagai negara terpaksa mengatur ulang suku bunganya. 

 

4. Nilai dolar yang menguat

Di tengah kondisi reflasi, kita akan mendapati jika nilai dolar akan terus menguat.

 

Baca Juga: Ini Dia 6 Dampak Positif dari Kenaikan Suku Bunga BI

 

5. Banyak investor yang minggat

Ciri-ciri yang menandakan reflasi adalah semakin banyaknya investor yang memilih untuk minggat atau menarik dana investasinya. 

Meskipun kondisi ekonomi Indonesia dianggap masih baik. Namun potensi reflasi bisa saja terjadi. Namun tak perlu kuatir secara berlebihan. Karena kita bisa mengambil langkah pencegahan sedini mungkin. Beberapa solusi yang perlu kita lakukan adalah:

  • Bijak mempersiapkan dana darurat, setidaknya kita bisa mempersiapkan minimal bekal hidup selama 1 tahun.
  • Mulai berinvestasi di investasi berpeluang tinggi. Kenaikan dolar bisa menjadi peluang kita untuk berinvestasi di perusahaan luar. 
  • Hindari hutang dan berbagai beban keuangan lainnya. 

 

Baca Juga: Buru-buru Takut Hadapi Resesi 2023? Eitss Pahami Ini Dulu Yuk

 

Tak seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Sekalipun manusia memprediksi ini itu, tapi sebagai orang percaya mari berani melangkah dengan iman. Keadaan mungkin bisa menjadi semakin sulit, tapi jika kita mengandalkan Tuhan kita tidak akan pernah kekurangan. Apakah Anda mau percaya? 

“…sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” (Yakobus 4: 14)

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami