Mengucapkan Syukur dalam Segala Kondisi

Spirituality / 21 November 2022

Kalangan Sendiri

Mengucapkan Syukur dalam Segala Kondisi

Liana M. Tapalahwene Contributor
459

2 Tesalonika 1:3

Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu.

 

Bacaan setahun : Mazmur 144; Yohanes 21; Zakharia 9-10

Nilai kehidupan orang percaya adalah selalu ada ucapan syukur yang keluar dari mulut kita, sebagai tanda penghormatan akan kasih setia Tuhan yang tidak terbatas dan perbuatan-Nya yang ajaib di tengah-tengah hidup kita.

Dalam 2 Tesalonika 1:3 mencatat:

“Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu.”

Dasar dari Paulus menulis surat ini sama seperti dalam 1 Tesalonika, yakni mengenai ucapan syukur. Mengapa harus bersyukur? Bukankah dalam suratnya ini, keadaan dari kehidupan jemaat di Tesalonika sedang dalam kesulitan dan penderitaan?

Paulus meyakinkan kita tentang pengajaran yang benar, dimana ia ingin agar apa yang di dengar atau dilihat lebih dari satu kali, akan menolong jemaat untuk percaya dan paham tentang kasih anugerah Tuhan.

Paulus ingin menegaskan, bahwa jemaat Tesalonika adalah jemaat yang kuat! Meski dalam kesulitan dan penderitaan, kehidupan kerohanian mereka tidak padam, dan hal inilah yang teladan bagi jemaat-jemaat lainnya.

Menilik atas dasar pengajaran Paulus di hari ini, apakah kehidupan kerohanian kita sudah menjadi teladan bagi orang disekeliling kita? Sahabat, kita mungkin dengan mudah bisa berkata Tuhan Yesus baik saat keadaan sedang baik-baik saja, tapi apakah yang terjadi jika keadaan justru sebaliknya?

Tuhan adalah Kyrios yang juga berarti Tuan. Hal ini bisa diartikan juga sebagai gelar, dimana Yesus menunjukkan akan kuasa dan kemuliaan-Nya. Kemahakuasaan Yesus tidak dapat dibandingkan dengan apapun juga. Sehingga dalam pembacaan Alkitab di atas, Paulus dengan tegas menyatakan kesaksian tentang perbuatan dahsyat Tuhan bagi jemaat di Tesalonika, yang membuat mereka bertumbuh dalam iman dan pengenalan yang benar akan Kristus Yesus.

 

Jika Tuhan menjadi penguasa atas hidup kita, tidak akan ada kekhawatiran yang melanda hidup kita, dan kita hidup senantiasa dipenuhi dengan ucapan syukur. Selamat menikmati kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Halaman :
1

Ikuti Kami