Kok Bisa ya Kita Merasa Lebih Baik Setelah Menangis?

Health / 17 November 2022

Kalangan Sendiri

Kok Bisa ya Kita Merasa Lebih Baik Setelah Menangis?

Claudia Jessica Official Writer
331

Terkadang menangis di lingkungan yang aman atau hadapan orang-orang yang kita percayai, momen ini bisa juga memperkuat hubungan kita lho. Menangis juga bisa menghilangkan stres. Kok bisa ya?

Bagi sebagian orang, menangis mungkin mudah. Hanya dengan melihat iklan tentang anjing liar yang membutuhkan rumah, mendengarkan musik yang sedih, menonton film, dan banyak lagi pemicu lainnya. Sementara bagi sebagian orang lainnya, air mata tidak datang dengan sukarela. Mungkin saja Anda sudah tertanam pernyataan ini “Orang dewasa tidak menangis.”

American Psychological Association mengatakan wanita saat lahir menangis rata-rata 30 hingga 64 kali per tahun. Sementara laki-laki saat lahir menangis rata-rata lima sampai 17 kali per tahun.

Dan ternyata membiarkan emosi Anda mengalir keluar melalui tangisan, hal ini mengekspresikan emosi yang kuat dapat menghasilkan getaran yang baik dan positif. Tangisan yang baik dapat mengurangi stres, mengikat Anda lebih dekat dengan orang lain, dan mengurangi rasa sakit fisik.

Tapi tidak semua tangisan adalah sama. Ada perbedaan besar antara menangis di lingkungan yang aman dengan menangis sendirian.

Psikolog kesehatan Grace Tworek, PsyD membagikan manfaat menangis bagi kesehatan, serta perbedaan antara tangisan yang “baik” dan tidak tidak baik.

3 Sebab manusia menangis

Pada dasarnya ada tiga sebab bagi manusia untuk menangis. Pertama, tangisan yang berdasarkan emosional, kedua menangis untuk menjaga mata agar tidak kering, dan membersihkan mata saat terkena iritasi.

Air mata emosional adalah air mata yang terkait dengan kondisi mental seseorang. Ini bisa jadi air mata kesedihan, kegembiraan, kebanggaan, frustasi, kemarahan, dan masih banyak lagi.

Emosi manusia dan cara mengekspresikannya adalah bagian dari keunikan manusia.

Para peneliti mengatakan perasaan yang paling mungkin menimbulkan tangisan adalah bervariasi menurut jenis kelamin, usia, dan budaya. Namun secara universal, perasaan paling umum yang menimbulkan air mata adalah keputusasaan dan ketidakberdayaan, terutama dalam menanggapi peristiwa yang berhubungan dengan keterikatan, seperti kematian, putus cinta

Apa manfaatnya?

Jadi, meskipun air mata kita disebabkan dari kehancuran yang kita rasakan, ternyata menangis berfungsi sebagai pembersih emosional lho.

Dr. Tworek menjelaskan, ketika sesuatu yang menggelegar secara emosional terjadi dalam hidup Anda, katakanlah seseorang yang kita sayangi meninggal, rasanya seperti ada perisai yang dijauhkan beberapa inci dari wajah Anda. Untuk dapat bergerak maju dan memikirkan hal lain, Anda harus mengayunkan mental dan menganyam perisai. Hal ini dapat membuat kita stres, dan lelah luar biasa.

Maka dari itu, menangis sangat baik karena sistem saraf parasimpatis Anda (sistem saraf di tubuh Anda yang memungkinkan Anda untuk “beristirahat dan mencerna”) dapat mengambil alih. Pergeseran yang terjadi ini bisa membuat Anda merasa seolah-olah ada beban yang terangkat.

Bayi menangis untuk mendapatkan perhatian dari pengasuhnya untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi, misalnya dari makanan, popok bersih, dan lain sebagainya.

Sedangkan bagi orang dewasa, menangis dengan orang dan waktu yang tepat dapat menciptakan hubungan dengan orang lain. Itu adalah tanda bahwa kita telah menurunkan pertahanan kita dan merasa nyaman menjadi rentan, bukan dengan cara yang jahat atau manipulatif, tetapi dengan cara berbagi pengalaman dari manusia ke manusia.

“Ketika kita berada dalam situasi yang nyaman dan kita memproses peristiwa bersama dan berbicara satu sama lain tentang apa yang terjadi dan berbagi emosi kita, hal itu seringkali dapat mengikat kita bersama,” jelas Dr. Tworek.

“Ini bisa menjadi cara kita terikat satu sama lain dengan menciptakan suasana hubungan manusia,” lanjutnya.

Mengurangi rasa sakit

Ketika seorang anak menangis karena tersandung atau jatuh dari sepedanya, ia menangis bukan hanya sekedar untuk minta tolong, tetapi menangis juga bisa mengurangi rasa sakit yang kita rasakan, kata Dr. Tworek.

Rasa sakit dan emosi bisa saja menyatu. Jika merasa sangat sakit, Anda mungkin merasa frustasi, Anda mungkin merasa marah. Setelah menangis, Anda mungkin dapat mengelola beberapa perasaan itu dan melewatinya, yang sebenarnya dapat mengurangi rasa sakit yang Anda rasakan.

Beberapa orang mungkin merasa lebih nyaman jika menangis sendirian lantara tidak perlu merasa malu atau khawatir. Sementara beberapa orang lain merasa lebih baik jika mereka dihibur oleh orang yang mereka cintai.’ Kenyamanan yang Anda dapatkan dari menangis dapat dibentuk dari cara.

Menangis adalah sebagai bagian dari proses penyembuhan setelah mengalami kehilangan, cenderung menjadi penghiburan.

Sumber : clevelandclinic
Halaman :
1

Ikuti Kami