Dari Pernikahan Yakub, Kita Bisa Belajar Tentang 3 Kebenaran Ini! Ada Tentang Poligami

Relationship / 15 November 2022

Kalangan Sendiri

Dari Pernikahan Yakub, Kita Bisa Belajar Tentang 3 Kebenaran Ini! Ada Tentang Poligami

Claudia Jessica Official Writer
4131

Meski disanjung sebagai romansa terbaik dalam Alkitab, rupanya Yakub dan Rahel mengalami banyak kesulitan dalam hubungan mereka. Yakub harus bekerja selama 7 tahun untuk mendapatkan Rahel. Tetapi ketika waktunya tiba, Yakub tidak mendapatkan Rahel, melainkan Lea, kakaknya.

Untuk mendapatkan Rahel, Yakub harus bekerja selama 7 tahun lagi. Rahel dan Lea, keduanya menjadi istri Yakub, tetapi Yakub selalalu memberikan perlakuan istimewa kepada Rahel.

Melalui hubungan Yakub, Rahel, dan lea, kita bisa belajar bahwa:

 

1. Memberikan perlakuan istimewa adalah salah

Kita tahu bahwa Yakub memiliki dua istri yaitu Lea dan Rahel. Alkitab dengan jelas menceritakan bahwa Yakub lebih mengasihi Rahel daripada Lea (Kejadian 29:30). Alkitab secara langsung mengatakan bahwa, “Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.” (Yakobus 2:1)

Tuhan tidak pernah ingin kita menunjukkan sikap pilih kasih dalam setiap hubungan. Sementara poligami tidak dibenarkan, Yakub seharusnya tidak menunjukkan pilih kasih diantara keduanya. Karena perlakuan Yakub yang terang-terangan menunjukk ia lebih mengasihi Rahel, Lea merasakan kepahitan dalam hatinya.

Dalam hubungan kita sendiri, harusnya kita hanya memiliki satu pasangan dan tidak boleh menunjukkan sikap pilih kasih. Sering kali kita mendapati pasangan membandingkan pasangan mereka dengan pasangan di masa lalu, bahkan menunjukkan sikap pilih kasih terhadap pasangan masa lalu dan pasangan saat ini.

Tuhan tidak ingin kita melakukan ini. Alih-alih membagi minat kita, kita perlu fokus pada satu pasangan, yaitu pasangan kita saat ini.

Di luar hubungan romantis, dengan cara yang sama, kita tidak boleh menunjukkan pilih kasih dalam keluarga. Baik itu kepada anak, saudara, dan masih banyak lagi. Kita perlu mengasihi semua orang seperti yang yesus katakan “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34)

 

2. Poligami adalah kesalahan

Kebenaran kedua yang dapat kita pelajari dari hubungan Yakub dan Rachel adalah bahwa poligami itu salah. Seperti yang disebutkan sebelumnya di poin pertama, Yakub menunjukkan sikap pilih kasih kepada Rahel atas Lea. Jika seseorang memiliki banyak pasangan, pilih kasih pasti akan terjadi. Ini adalah salah satu dari banyak alasan mengapa poligami itu salah. Yakub menikah dengan Lea dan Rahel, tetapi pada awal penciptaan, Allah merancang pernikahan antara satu pria dan satu wanita (Kejadian 2:24). Apa pun di luar ini bertentangan dengan rencana Allah untuk pernikahan.

Poligami membawa banyak masalah ke dalam suatu hubungan, seperti yang ditunjukkan dalam hubungan Yakub dengan Rahel dan Lea. Sebagai orang Kristen, kita seharusnya tidak pernah mendukung poligami. Hanya karena poligami ‘ada’ dalam Perjanjian Lama, tidak membuatnya baik-baik saja dan bisa diterima. Tuhan tidak pernah memberitahu kita bahwa poligami itu benar.

Secara khusus Tuhan memberi tahu kita bahwa seharusnya kita hanya memiliki satu suami atau satu istri. Poligami telah diterima oleh banyak sistem kepercayaan palsu, tetapi ini tidak alkitabiah, begitu pula doktrin-doktrin yang lain.

Dalam hubungan kita, kita harus memastikan bahwa kita hanya memiliki satu pasangan. Kita tidak boleh memiliki banyak suami atau banyak istri. Kita perlu fokus pada satu pasangan. Bahkan dalam hal berkencan, seorang Kristen hanya boleh berkencan dengan satu orang pada satu waktu.

Tujuan berkencan adalah untuk melihat apakah orang lain berpotensi untuk dinikahi. Jika seseorang berkencan dengan banyak orang, itu dapat menyebabkan perpecahan, kebingungan, dan kurangnya kesetiaan. Kekhawatiran ini terjadi antara Yakub dan Rahel dan hanya menciptakan ketegangan dan permusuhan

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA ⇒

3. Pernikahan tidak harus didasari oleh penampilan fisik

Kebenaran ketiga yang dapat kita pelajari dari hubungan Yakub dan Rahel adalah bahwa pernikahan tidak boleh didasarkan pada penampilan fisik. Rahel sangat cantik, dan itu membuat Yakub tertarik padanya. Alkitab memberi tahu kita, “Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya.” (Kejadian 29:17).

Karena Rahel cantik, Yakub lebih mencintainya daripada Lea. Terlepas dari penampilan fisik Rahel, kita tidak pernah diberitahu bahwa dia adalah pengikut Tuhan. Faktanya, Alkitab memberitahu kita bahwa Rahel membawa salah satu dewa rumah tangga ayahnya ketika mereka pergi (Kejadian 31:19, 34).

Amsal 31:30 mengatakan, “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.”

Lea adalah seorang wanita yang mengasihi Tuhan dan mengikuti Dia. Lea memanggil-Nya dalam kesusahannya, dan Tuhan mendengarnya. Sementara Rahel cantik di luar, tetapi kita tidak pernah diberitahu bahwa dia cantik di dalam. Di mata Tuhan, Lea cantik karena dia mengasihi-Nya, mengikuti-Nya, dan menaati-Nya.

Pernikahan tidak boleh didasarkan pada penampilan fisik karena cinta tidak didasarkan pada fitur sekilas seseorang. Saat Anda mencintai seseorang, itu karena karakter di dalamnya, bukan karena betapa parasnya mereka yang rupawan.

Sebaliknya, kami mencintai mereka yang baik hati, perhatian, dan penyayang. Tidak masalah seperti apa penampilan mereka. Tentu saja, orang yang menarik itu bagus untuk dilihat, tetapi jika kita berhenti dan berpikir, kebanyakan dari kita lebih suka menghabiskan waktu dengan seseorang yang benar-benar kita sayangi, yang hati dan jiwanya cantik terlepas dari penampilan luarnya.

Mengenai hubungan, kita harus mengasihi orang lain karena kita menghargai mereka sebagai pribadi yang diciptakan menurut gambar Allah, bukan karena mereka terlihat menarik dari luar. Saat Anda menjalin hubungan, cobalah untuk lebih fokus pada kecantikan batin individu daripada penampilan luarnya. Rasul Petrus memberi tahu kita, “Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.” (1 Petrus 3:3-4)

Hubungan perlu dibangun di atas Tuhan dan definisi cinta yang alkitabiah. Orang Kristen seharusnya tidak memiliki hubungan dengan mereka yang tidak mengenal Tuhan, kita juga tidak boleh memiliki hubungan di luar batas kasih alkitabiah.

Meskipun Yakub dan Rahel terkenal dalam studi teologi, hubungan mereka mengalami banyak kesulitan, yang Tuhan ingin agar kita hindari. Kita dapat belajar dari hubungan Yakub dan Rahel bahwa kita tidak boleh pilih kasih, berpoligami, atau mendasarkan pernikahan pada penampilan fisik.

Jika kita memahami kebenaran ini dan menerapkannya, itu akan membantu kita dalam hubungan kita sendiri. Tuhan ingin kita memiliki hubungan yang sehat yang dibangun dalam kasih yang sejati dan memberi kehidupan

 

Sumber : iBelieve
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami