Kisah 23 Guru: Antusias Anak-anak Buat Saya Semangat Melayani - Aprius Harefa

True Story / 11 November 2022

Kalangan Sendiri

Kisah 23 Guru: Antusias Anak-anak Buat Saya Semangat Melayani - Aprius Harefa

Lori Official Writer
219

Keseharian Aprius Harefa adalah sebagai tukang pangkas rambut di desanya Dahana Gunung Sitoli. Latar belakang pendidikan yang seadanya, membuat Aprius hanya bisa menggeluti bidang tersebut.

Sampai suatu hari, dia mendengar warta gereja tentang dimulainya PAUD Super5 di gerejanya. Mendengar visi pelayanan ini adalah untuk generasi anak, Aprius akhirnya terbeban menjadi salah satu pengajar. 

“Tepat pada saat hari Minggu, kebetulan diumumkan di warta gereja bahwa mereka ada program yang luar biasa dari CBN. Pertama-tama sih saya tidak begitu respon ya. Tapi karena saya teringat bahwa kerja buat Tuhan kita bicara lewat PAUD-PAUD. Anak-anak itu adalah ladangnya Tuhan kita harus juga mengerjakannya,” ungkap Aprianus.

 

Baca Juga: Kesaksian 23 Guru: Beban Jaya Muda Hulu Majukan Pendidikan di Desanya Kini Jadi Kenyataan

 

Pengalaman dan latar belakang mengajar yang minim menjadi tantangan besar baginya. Belum lagi kondisi jaringan internet yang sangat minim di desanya, membuat perjuangannya lebih ekstra. Bahkan untuk berkomunikasi pun, Aprius kadang harus naik gunung. Hal inilah yang membuat Aprius hampir menyerah berkali-kali.

“Menyerah memang bukan hanya sekali. Saya menyerah sebenarnya itu berkali-kali. Saya menyerah,” terangnya.

Hingga suatu kali, dia menyaksikan antusias anak-anak untuk belajar. Hal itu membuatnya kembali bersemangat untuk terus melayani.

“Saya melihat antusias anak-anak ini luar biasa semangatnya. Itu yang membuat saya juga makin semangat. Memang luar biasa anak-anak ini. Kami sangat berterima kasih bahwa program itu (Super5) sungguh luar biasa. Mereka menanamkan karakter-karakter Kristus di dalam pembelajaran,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Kesaksian 23 Guru: Tuhan Mampukan Saya Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus – Megawati Harefa

 

Sembari bekerja sebagai tukang pangkas, Aprius mendedikasikan separuh waktunya untuk mengajar di PAUD Super5. Dia bahkan bersyukur karena diberikan kesempatan untuk dipakai Tuhan melalui pelayanan anak-anak tersebut.

“Saya mau sampaikan bahwa jika saya masih bisa dipakai oleh Tuhan, terserah Tuhan saja. Pakailah saya yang penting inilah hidup saya. Saya siap untuk melayani Tuhan,” pungkasnya.

 

Mari dukung pelayanan CBN untuk memuridkan generasi melalui program pendidikan yang terus kami kerjakan di berbagai daerah di Indonesia. Kontribusi Anda juga secara langsung akan menjadi saluran berkat bagi para guru yang telah mendedikasikan dirinya untuk melayani generasi anak di daerahnya.

Dukung kami dengan mengklik link di bawah ini.

 

DONASI

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami