Kesaksian 23 Guru: Meski Jadi Tukang Becak, Viskan Gak Minder Jadi Guru di Sanggar Belajar

Milenial / 3 November 2022

Kalangan Sendiri

Kesaksian 23 Guru: Meski Jadi Tukang Becak, Viskan Gak Minder Jadi Guru di Sanggar Belajar

Claudia Jessica Official Writer
372

Sebagian besar mata pencaharian warga desa Orahili, Nias adalah di bidang pertanian. Situasi orang tua yang berangkat bekerja pagi-pagi sekali dan harus kembali saat malam hari membuat anak-anak kurang diperhatikan dan mendapatkan didikan yang benar.

Menurut Viskan Sihura, salah satu guru Sanggar Belajar Anak di Nias, anak-anak yang berusia 0-5 tahun di desa Orahili tidak belajar dengan baik dan menghabiskan waktu mereka dengan bermain bersama dan bermain ponsel. Orang tua memberikan ponsel kepada anak-anak tanpa memahami risiko dari sebuah ponsel pintar.

“Inilah ikon yang menjadi dasar bagi kita, bagaimana harus kita tepis (hindari),” ujar Viskan kepada tim CBN.

Sebelum menjadi guru di Sanggar Belajar, Viskan hidup jauh dari Tuhan. Hingga suatu ketika Viskan mengalami kecelakaan dan sembuh, ia memutuskan untuk melayani Tuhan, khususnya untuk melayani anak-anak.

Profesinya sebagai tukang becak tidak menghalangi Viskan dalam menjadi seorang guru di Sanggar Belajar Orahili meski harus menghadapi berbagai tantangan saat hendak menjawab panggilannya.

Tantangan pertama yang dihadapi Viskan adalah beradaptasi dengan anak-anak didiknya.

“Kadang-kadang mengajar mereka itu agak susah karena pola asuh atau pola pikir anak-anak itu tentu berbeda-beda,” ungkap Viskan.

 

BACA JUGA: Kesaksian 23 Guru: Kebencian Terhadap Anak-anak Berubah Saat Melihat Mereka Menangis – Eka

 

Berbagai tantangan yang dihadapi, membuat Viskan dan pengurus Sanggar Belajar lainnya merasa pesimis. Namun dengan dukungan dari pendeta, dan berbagai pihak, mereka kembali bersemangat meski harus menghadapi banyak tantangan.

Super5 hadir di gereja BNKP Orahili, dan memberikan berbagai training kepada guru-guru sehingga mempermudah guru-guru dalam melakukan kegiatan belajar di Sanggar Belajar.

Super5 mengajarkan Viskan cara-cara mengajar anak-anak dengan baik, misalnya memulai kegiatan dengan menyapa anak-anak, kemudian berdoa, bernyanyi untuk memuji Tuhan, dan bersama-sama masuk dalam sebuah renungan singkat yang telah disediakan oleh Super5. Setelah itu, masuklah kepada materi utama.

“Misalnya materinya tentang tubuh, dijelaskan apa kegunaan mata, kegunaan hidung, mulut, telinga, dan sebagainya. Kita harus tahu, yang menciptakan ini siapa? Artinya, materi Super5 ini mengajarkan kita untuk selalu mengingat bahwa kita wajib bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan,” jelas Vincent.

Dengan kegigihan dan semangat yang dimiliki, semakin hari Viskan semakin gigih untuk menjadi guru yang baik untuk anak-anak. Perjuangannya ini berbuah baik dengan perubahan sikap yang terjadi pada anak-anak. Misalnya, anak-anak yang sebelumnya belum bisa berdoa, kini mereka sudah bisa berdoa. Ada anak-anak yang awalnya malu-malu, minder, dan sulit berbaur dengan temannya, sekarang sudah bisa berbaur dan berkomunikasi dengan temannya. Ada juga anak-anak yang bisa menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua.

“Artinya apa yang dia terima dari sekolah, dia terapkan di rumah. Misalnya sebelum tidur, anak-anak mengingatkan untuk berdoa lebih dulu,” cerita Viskan.

 

BACA JUGA: Kesaksian 23 Guru: Awalnya Merasa Tak Layak Kini Marlina Justru Jadi Berkati Bagi Generasi

 

“Interaksi positif anak dengan teknologi sesuai dengan materi yang dipaparkan oleh Super5 bahwa, kita sekarang sebagai anak-anak Tuhan, atau murid-murid yang belajar di SPS (Sanggar Belajar) ini, kita diajarkan untuk membagi waktu dengan pengawasan orang tua, apa saja yang dilakukan anak itu dengan gadget,”

Super5 tidak hanya membantu guru-guru di Sanggar Belajar, namun juga berdampak secara nyata terhadap kehidupan mereka. Hal ini disampaikan oleh Viskan di akhir dari kesaksiannya.

“Super5 membawakan dampak positif secara pribadi, artinya akan terus melanjutkan amanat agung yang telah Tuhan karuniakan kepada kita untuk mengajari murid-murid kita di SPS (Sanggar Belajar) supaya mereka kelak menjadi pemimpin yang berkarakter Kristus, artinya saya diberkati dan menjadi berkat bagi generasi masa depan.”

Saksikan kesaksian Viskan Sihuran dari kesaksian 23 guru melalui video di bawah ini:

Terimakasih mitra CBN atas taburan Anda, banyak anak-anak dan orangtua yang diubahkan menjadi pribadi yang mau taat akan Firman Tuhan. Teruslah ulurkan tangan Anda untuk menolong anak-anak mengenal Tuhan lebih jauh dan sebarkan Injil ke seluruh Indonesia bersama CBN.

Jika saat ini Anda belum menjadi mitra CBN, tidak perlu khawatir karena pelayanan Superbook masih akan terus menjangkau lebih banyak jiwa lagi. Jadilah mitra CBN sekarang juga, daftarkan diri Anda melalui tombol yang ada di bawah ini:

 

 

DAFTAR MITRA CBN

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami