Sejak Masuk Kuliah Banyak Anak Muda Kehilangan Iman, Apa yang Orang Tua Harus Lakukan?

Relationship / 3 November 2022

Kalangan Sendiri

Sejak Masuk Kuliah Banyak Anak Muda Kehilangan Iman, Apa yang Orang Tua Harus Lakukan?

Lori Official Writer
472

Banyak anak muda gereja meninggalkan iman sejak masuk kuliah. Lingkungan kuliah membuat mereka berbenturan dengan kebenaran Alkitab yang mereka dengar di gereja. Mereka bisa bertemu dengan dosen-dosen yang membuat mereka berpikir tentang ajaran agama yang mereka anut. Atau anak-anak muda ini juga bisa menyerap buku-buku filsafat yang membuat mereka ragu dengan keberadaan Tuhan dan keabsahan Alkitab.

Lingkungan tongkrongan yang dipenuhi dengan orang-orang yang berpikiran logis dan realistik, membawa mereka terlibat di dalam percakapan-percakapan filsafat kehidupan yang bertolak belakangan dengan keilahian Tuhan. Akibatnya anak muda terpengaruh dan membuat mereka berpikir jika agama itu dangkal dan penuh kebohongan.

Lalu bagaimana seharusnya orang tua menghadapi anak-anak yang mulai meninggalkan imannya?

Berikut 4 langkah yang bisa dilakukan:

1. Tetap kasihi anak tanpa syarat

Sama seperti Tuhan mengasihi kita tanpa menuntut apapun dari kita, orang tua juga perlu melakukan hal yang sama kepada anak-anaknya. Setiap anak, tak peduli apapun pilihan hidup yang mereka ambil, mereka harus mengetahui jika mereka dikasihi. 

Jika saat ini anak sulit untuk mendengar masukan atau cara pandang Anda tentang agama, bersabarlah untuk menunggu waktu yang tepat dari Tuhan.

 

Baca Juga: 5 Tips Biar Anak Kuliahan Gak Hilang Arah Dari Jalannya Tuhan

 

2. Hindari untuk menyudutkan anak

Saat anak mulai menunjukkan gelagat ingin meninggalkan imannya, berusahalah untuk menahan diri. Jangan pernah menyudutkan anak. Karena justru akan semakin kukuh dengan cara pandang baru yang ia terima dari lingkungannya. 

Jika Anda ingin menyalahkan, salahkan si iblis yang berusaha menipu dan membohongi pikiran anak Anda. Satu-satunya cara untuk menghadapinya adalah memeranginya dengan firman Tuhan.

“Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” (Efesus 6: 11-12)

 

3. Andalkan pertolongan Tuhan

Jika anak Anda saat ini mengalami situasi ini, itu artinya Anda sedang berada di dalam sebuah pertempuran melawan pikiran-pikiran yang keliru. Buatlah rencana untuk mematahkan setiap pikiran tersebut.

Cobalah untuk mengandalkan pertolongan Tuhan. Sembari memperluas wawasan Anda tentang kebenaran, berdoalah untuk melawan pikiran-pikiran tersebut.

 

Baca Juga: Parents, Jika Ingin Anakmu Kuat Dalam Iman Ajarkan Soal Tuhan Dengan Cara Ini…

 

4. Siapkan jawaban yang logis

Sebagai orang tua yang menyadari anaknya mulai terhilang, Anda tidak bisa hanya sekadar menyampaikan apa yang Anda pahami tentang Tuhan. Mereka membutuhkan jawaban atau penjelasan yang rasional. Karena itu persiapkanlah jawaban-jawaban yang rasional. 

Anda bisa membaca beberapa buku apologetika Kristen yang memberi pandangan tentang iman secara rasional dan logis.

Misalnya, jika anak Anda lebih percaya dengan teori-teori filsafat cobalah untuk membaca buku-buku para apologetika Kristen, salah satunya C.S Lewis. 

Mintalah Tuhan untuk membantu Anda belajar lebih banyak tentang cara berpikir anak Anda.

Sebagai orang tua, Anda tidak perlu menyalahkan diri atas pilihan anak-anak Anda. Sebaliknya, tetaplah tunjukkan teladan kasih Tuhan melalui hidup Anda. Selebihnya, biar Tuhan yang akan mengubah pikiran dan hidup mereka.

Sumber : Crosswalk.com
Halaman :
1

Ikuti Kami