Prahara Gagal Ginjal, BPOM Tarik 5 Obat Sirup Ini Dari Pasaran

News / 21 October 2022

Kalangan Sendiri

Prahara Gagal Ginjal, BPOM Tarik 5 Obat Sirup Ini Dari Pasaran

Lori Official Writer
449

Prahara gagal ginjal akut yang diderita ratusan anak di 20 provinsi di Indonesia berujung pada pelarangan izin beredar 5 obat sirup flu dan batuk anak. Berdasarkan hasil sampling dan pengujian dari 26 sirup obat sampai dengan 19 Oktober 2022, BPOM menemukan bahwa kelima obat tersebut mengandung zat Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol (EG) yang melebihi ambang batas aman.

BPOM menyampaikan bahwa kelima obat tersebut diantaranya:

  • Termorex Sirup obat demam 60 ml yang diproduksi oleh PT Konimex.
  • Flurin DMP Sirup obat batuk dan flu 60 ml yang diproduksi oleh PT Yarindo Farmatama.
  • Unibebi Demam Sirup obat demam 60 ml yang diproduksi oleh Universal Pharmaceutical Industries.
  • Unibebi Cough Sirup obat batuk dan flu 60 ml yang diproduksi oleh Universal Pharmaceutical Industries.
  • Unibebi Demam Drops obat demam 15 ml yang diproduksi oleh Universal Pharmaceutical Industries.

Pengujian ini dilakukan sesuai dengan Farmakope Indonesia dan standar baku nasional dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan yang jaminan mutu semua obat yang beredar.

BPOM meminta agara seluruh industry farmasi pemilik izin obat-obatan tersebut menarik kembali produknya dari berbagai pusat pasara diantaranya Pedagang Besar Farmasi, Instalasi Farmasi Pemerintah, Apotek, Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, Toko Obat, dan praktik mandiri tenaga kesehatan dan melakukan pemusnahan seluruhnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menghimbau masyarakat untuk menghentikan sementara konsumsi obat sirup atau cair kepada anak di bawah 5 tahun. 

“Untuk langkah konservatif, semua yang dalam bentuk cairan atau sirup, (tidak dikonsumsi) ya,” ucap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Dia menegaskan bahwa hingga saat ini kandungan senyawa DEG dan ET belum sepenuhnya bisa disimpulkan sebagai penyebab gangguan ginjal akut pada anak. Karena menurutnya ada beberapa faktor lain yang juga bisa menjadi penyebabnya.

Untuk itu Kemenkes masih akan terus melakukan penelitian dan penelusuran mengenai penyebab utama dari gagal ginjal tersebut.

Kasus ini tentu saja membuat para orangtua mulai kuatir. Sehingga semakin meningkatkan kewaspadaan di dalam memberikan obat kepada anak ketika sedang sakit. Dalam sangat disarankan apabila anak sakit, segeralah membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat. Tak usah kuatir berlebihan ya parents!

Sumber : Kompas.com
Halaman :
1

Ikuti Kami