Kasih Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Apa Maksudnya?

Kata Alkitab / 4 October 2022

Kalangan Sendiri

Kasih Tidak Menyimpan Kesalahan Orang Lain, Apa Maksudnya?

Lori Official Writer
1158

Dalam hidup, kita pasti pernah merasa tersinggung karena sikap orang lain. Mereka melakukan kesalahan. Sebagai orang Kristen yang tahu kebenaran firman Tuhan, kita mulai bingung apakah Anda harus mengampuni atau menyimpan sendiri perasaan marah tersebut.

Jika Anda pernah berada di tengah situasi ini, Anda tidak sendirian. Tetapi bagaimana pun kita diingatkan untuk hidup di dalam kasih dan kasih tidak menutupi kesalahan orang lain. Jadi Anda tahu apa yang harus Anda lakukan bukan?

 

Makna Kasih

“Kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain.” Kalimat ini disampaikan Paulus dalam 1 Korintus 13: 5. Pengertian lengkapnya bisa kita baca di ayat 4-5. 

Di sana kita bisa menemukan pengertian kasih yang sangat jelas. 

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.”

Kita mungkin sudah sering mendengar ayat ini. Tapi mari menggali apa maksud Paulus tentang kasih itu sendiri.

Awalnya ayat ini ditulis dalam bahasa Yunani kuno. Di dalam bahasa Yunani, kata kasih bisa terdiri dari berbagai istilah. Misalnya, storge (kasih untuk keluarga), Philoe (kasih untuk teman dekat), Eros (kasih romantis antara suami istri atau pasangan kekasih). Namun ada satu kasih yang jauh melampaui ketiga kasih tersebut yaitu agape (kasih tanpa syarat).

Seorang penulis bernama Alyssa Roat mengartikan kasih agape dengan sangat tepat, seperti yang dimaksudkan oleh Paulus. 

Katanya, “Kasih agape bisa diartikan sebagai amal. Namun, kita sering menganggap amal di masa ini sebagai memberikan uang atau barang, yang tidak mencakup semua hal tentang kasih agape. Kasih agape tidak mementingkan diri sendiri dan memiliki kepedulian besar terhadap kebaikan orang lain. Kasih agape tidak lahir hanya dari emosi, perasaan, keakraban atau ketertarikan, tetapi dari kehendak dan pilihan. Kasih agape membutuhkan kesetiaan, komitmen dan pengorbanan tanpa mengharapkan imbalan.”

Jadi, bisa dikatakan bahwa ketika mengasihi orang lain kita tidak akan pernah menyimpan kesalahannya. Ini adalah pilihan yang diberikan kepada kita sebagai orang percaya. Keputusan ini berlaku untuk semua jenis hubungan yang kita bangun.

 

Apakah tidak menyimpan kesalahan berarti harus mengampuni?

Apakah hal ini berlaku untuk seseorang yang terus menerus melakukan kesalahan?  Untungnya Alkitab juga menegaskan hal ini melalui percakapan antara Petrus dan Yesus.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Bible Study Tools
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami