Tragedi Kanjuruhan Sita Perhatian Dunia, Paus Fransiskus Doakan Korban Tewas

News / 3 October 2022

Kalangan Sendiri

Tragedi Kanjuruhan Sita Perhatian Dunia, Paus Fransiskus Doakan Korban Tewas

Claudia Jessica Official Writer
480

Laga Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang mengalami kerusuhan usai sang tuan rumah kalah 2-3 dari Persebaya pada Sabtu (01/10).

Sejumlah penonton pun turun ke lapangan untuk mengungkapkan kekecewaannya. Petugas keamanan diketahui kewalahan menangani massa yang cukup besar sehingga menembakkan gas air mata ke arah lapangan dan tribun penonton.

Dalam video yang viral sosial media menunjukkan suporter yang berdesak-desakkan untuk keluar stadion justru membuat mereka terinjak oleh suporter lainnya. Dalam video lainnya terlihat pintu keluar stadion yang tertutup sehingga para suporter tidak bisa keluar dari stadion.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD), tercatat 174 orang meninggal, 11 orang mengalami luka berat, dan 298 orang lainnya mengalami luka ringan.

Paus Fransiskus ikut mendoakan korban yang meninggal dan terluka akibat tragedi Kanjuruhan. Paus Fransiskus berdoa dari balik jendela yang menghadap ke St. Peter’s Square di Vatikan, Roma, pada Minggu (02/20).

“Saya berdoa untuk mereka yang kehilangan nyawa dan yang terluka akibat bentrokan yang pecah setelah pertandingan sepak bola di Malang, Indonesia,” kata Paus Fransiskus seperti yang dilansir dari Vatican News.

Tragedi Kanjuruhan menjadi tragedi sepak bola yang paling tragis kedua di dunia sehingga menjadi perhatian internasional. Sejumlah media seperti CNN, dan The New York Times pun ikut menyoroti tragedi Kanjuruhan.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan bahwa tragedi Kanjuruhan bukan hanya tragedi sepak bola, tetapi sudah merupakan tragedi Bangsa.

Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk menghentikan sementara kompetisi Liga 1 2022-2023 hingga evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami