Ucapan Duka Ketum PGI Pdt. Gomar Gultom Atas Tragedi Kanjuruhan Malang

News / 3 October 2022

Kalangan Sendiri

Ucapan Duka Ketum PGI Pdt. Gomar Gultom Atas Tragedi Kanjuruhan Malang

Lori Official Writer
587

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom menyampaikan duka dan simpati yang mendalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. 

Pdt. Gomar menyayangkan bahwa pertandingan sepakbola yang sejatinya menjunjung tinggi kemanusiaan, kerjasama dan sportifitas justru berakhir dengan cara yang tragis. Atas keadaan ini, dia pun menyampaikan doa kepada keluarga yang ikut menanggung kehilangan. 

Demikian ucapan duka selengkapnya:

Saya menyampaikan duka mendalam, dan tapekur tak berdaya atas tragedi Kanjuruhan, Malang, yang menelan jiwa 180 orang dan ratusan lainnya luka-luka. Doa saya bagi semua keluarga yang kehilangan ayah, ibu, anak atau saudara dalam tragedi ini. 

Sangat ironis, pertandingan sepakbola yang sejatinya menjunjung tinggi kemanusiaan, kerjasama dan sportifitas harus berakhir tragis begini.

Sekaitan dengan ini, saya meminta Bapak Kapolri untuk mengusut tuntas sistem pengamanan dan penanganan kerusuhan paska pertandingan yang memicu korban sebanyak itu. Saatnya juga Polri mengevaluasi kembali prosedur standard yang selama ini dipakai dalam pengendalian massa. 

Saya juga mengimbau dunia persepakbolaan Indonesia untuk mendidik para supporternya untuk menyikapi setiap pertandingan sebagai ajang pendidikan sportifitas dan kerjasama sekaligus sebagai hiburan, yang harus diakhiri dengan kesukacitaan, apapun hasil pertandingan. Setiap kekalahan tim favorit harus diterima dengan lapang dada seraya menghargai dan memuji kemenangan tim lainnya yang menang. 

Ini menjadi catatan hitam bagi dunia persepakbolaan Indonesia yang harus diusut tuntas dan tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja. 

Tak satu pun nyawa layak hilang untuk sebuah pertandingan sepak bola. 

 

Pdt. Gomar Gultom

Ketum PGI

Seperti diketahui, laga sepakbola antara Arema vs Persebaya pada Sabtu, 1 September 2022 malam, yang berujung tragis tersebut menyebabkan sebanyak 302 orang mengalami luka ringan, 21 orang luka berat dan 125 orang meninggal dunia.

Insiden ini bermula ketika supporter Arema memasuki lapangan sesaat setelah peluit kemenangan atas Persebaya dibunyikan. Kondisi yang tak terkendali memaksa polisi menembakkan gas air mata. Tembakan tersebut membuat puluhan ribu penonton di stadiun panik, berlarian dan terinjak-injak.

Tragedi inipun dianggap sebagai tragedi terburuk disepanjang dunia persepakbolaan Indonesia.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami