Terharu! Orang Tua Muslim NTT Ini Dampingi Anak Terima Komuni Pertama

News / 28 September 2022

Kalangan Sendiri

Terharu! Orang Tua Muslim NTT Ini Dampingi Anak Terima Komuni Pertama

Lori Official Writer
722

Dalam Perayaan Ekaristi Kudus Penerimaan Komuni Pertama di Gereja Katolik, St Yosef Onekore, Ende pada Minggu 25 September 2022, tertangkap sebuah pemandangan yang tak biasa. 

Ciquita Bhara, satu dari 169 anak yang menerima komuni didampingi oleh orang tuanya yang Muslim. Pasangan suami istri, Candra Halim dan Cynthia Jegho inipun hadir di gereja dengan mengenakan busana Muslim.

Mereka lalu berpose mengabadikan momen tersebut dengan wajah yang bahagia. Siswa kelas 5 SDI Ende 10 ini tampak begitu bahagia karena kehadiran kedua orang tuanya itu.

Sementara pasangan ini mengaku bangga dan bahagia bisa diizinkan mendampingi anak mereka menerima Komuni Pertama di Gereja Onekore. Hal ini menjadi pengalaman kedua bagi pasangan ini, karena dua dari empat anak mereka telah memilih untuk menjadi Katolik.

“Kebetulan saya memiliki 4 orang anak. Dua dari anak saya memeluk agama Katolik, sementara dua lainnya memeluk agama Islam,” ungkap Cynthia.

 

Sehari-hari, mereka bahkan menjalani kehidupan sesuai dengan agama yang mereka anut. Sebagai orang tua, mereka memberi kesempatan kepada kedua anaknya yang berbeda agama untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya.

“Kami menjalankan kehidupan yang biasa saja dalam rumah. Semua diberikan kesempatan beribadah sesuai agama masing-masing. Kami bersyukur karena mendapatkan izin dari Pastor Paroki dan umat Katolik lainnya untuk boleh hadir dan mendampingi anak kami Ciquita menerima Komuni Pertama hari ini,” jelasnya.

Toleransi beragama keluarga ini pun dipuji oleh pastor Gereja Katolik Pater Pian Lado. Dia mengaku bahagia bisa melihat sebuah keluarga hidup secara berdampingan.

“Ini merupakan satu kebahagiaan bagi keluarga ini dan juga bagi kita semua sebagai umat manusia. Ini tentunya sesuai tema perayaan Komuni Pertama tahun ini, ‘Saat Tuhan Kita Yesus Kristus Menyatakan Diri-Nya”” ungkapnya.

Dia juga mengungkapkan jika gereja selalu terbuka bagi semua kalangan. Tak ada batasan maupun larangan yang diterapkan oleh gereja Katolik. 

“Gereja selalu terbuka kepada umat beragama lain untuk menjalankan ibadahnya sepanjang tidak mengganggu umat kita (Katolik). Kita betul membangun toleransi berbangga bahwa semua umat dapat menerima ini dengan hati yang tulus dan ikhlas,” pungkasnya.

Mari berdoa supaya semakin banyak generasi anak ayang dimenangkan untuk Tuhan. Sehingga seluruh bumi dipenuhi dengan kemuliaan kepada Tuhan. Kita juga berdoa supaya masyarakat Indonesia juga memandang perbedaan sebagai hal yang indah. 

Sumber : Floresku.com
Halaman :
1

Ikuti Kami