Mukjizat Kesembuhan Terjadi Saat Aku Percaya - Anne Dwi Ari

Milenial / 23 August 2022

Kalangan Sendiri

Mukjizat Kesembuhan Terjadi Saat Aku Percaya - Anne Dwi Ari

Lori Official Writer
387

Di masa kecil saya, saya adalah sosok anak yang periang. Saya suka dengan tantangan dan bahkan sekali-kali saya dan teman-teman memilih berpetualang ke gunung.

Namun setelah lulus SMA, saya memutuskan untuk mencari penghidupan yang lebih baik di luar kota. Jadi aku diterima di sebuah perusahaan pembuatan Softlens di Pulau Batam. 

Sayapun rela menjalin hubungan jarak jauh dengan kekasih saya saat itu demi keinginan saya untuk keluar dari kampung halaman saya di Salatiga.

Saat itu saya sangat senang karena saya suka dengan pekerjaan saya. Setiap hari saya bertugas di bagian printing pewarnaan softlens. Saya bertanggung jawab untuk membuat campuran warna untuk softlens yang diproduksi.

Tanpa ada sebab yang pasti, saya tiba-tiba jatuh sakit. Kondisi yang saya alami itu terus terulang dan sangat mengganggu pekerjaan saya. Karena tak enak hati dengan perusahaan, akhirnya saya memutuskan berhenti sejenak untuk proses pengobatan dan kembali ke Salatiga.

Kondisi kesehatanku terus menurun. Rasa penasaran pun mendorong saya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Saat itu ada seorang dokter yang menangani dan dari hasil pemeriksaan saya didiagnosa mengidap penyakit autoimun yang disebut dengan scleroderma atau penyempitan jaringan kulit.

Akibat penyakit ini, sekujur kulitku melepuh dan berubah warna menjadi hitam. Berat badanku bahkan menurun drastis, dari yang awalnya 60 kilogram menyusut menjadi 40 kilogram. Penyakit inipun membuat bentuk wajahku berubah sama sekali.

Bukan saja hanya menanggung penyakit ini, di saat yang bersamaan karena saya selalu intens bersama dengan kekasih saya, akhirnya saya mengetahui jika saya hamil.

Sayangnya, pihak keluarga saya menolak niat rencana kami untuk menikah. Hingga ujungnya, saya ditinggalkan dalam keadaan hamil seorang diri. 

Punya anak, bekerja dan mengidap scleroderma benar-benar membuat saya hampir menyerah. Namun tanpa diduga mantan kekasih saya datang dan memutuskan untuk menikahi saya.

Setelah berumah tangga, kondisi penyakit saya semakin memburuk. Tetapi Tuhan kembali mengizinkan saya kembali hamil anak kedua. Namun dokter justru menganggap kehamilan ini justru akan membahayakan janin dimana anak akan lahir dalam kondisi cacat. Karena itu dokter memberikan pilihan untuk menyelamatkan saya dan mengugurkan janin yang ada di rahim saya.

Mendengar vonis dokter membuat saya semakin tak berdaya. Saya tak bisa menerima keadaan saya saat itu. Karena tak lagi sanggup memikirkan setiap cobaan yang datang bertubi-tubi menimpa hidup saya, saya bahkan hampir jatuh pingsan. 

Peristiwa itulah yang mempertemukan saya dengan guru SMA saya. Berkat dia, saya diberikan kekuatan yang baru untuk berharap pada kesembuhan dari Tuhan. Setelah didoakan, saya dan suami saya memilih untuk percaya jika Tuhan akan melindungi janin saya. 

Tiba waktunya bersalin, anak saya yang awalnya divonis akan cacat malah lahir dalam kondisi normal. Saya begitu bersukacita karena bagi saya ini adalah mukjizat dari Tuhan.

Namun ujian dalam hidup saya tidak berhenti di sini. Namun Tuhan tidak pernah berhenti melakukan mukjizatnya. 

Bagaimana kisah kesaksian Anne Dwi Ari? Saksikan tayangannya di bawah ini.

 

Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi SAHABAT 24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini: https://bit.ly/InginDidoakan

 

 

Sumber : Solusi TV | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami