Kebenaran yang Memerdekakan
Kalangan Sendiri

Kebenaran yang Memerdekakan

Liana M. Tapalahwene Contributor
      835

Galatia 5:5

“Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.”

 

Bacaan setahun : Mazmur 47; Titus 1; Yesaya 47-48 

Menurut Anda, siapakah yang menikmati kebahagiaan? Jika harta, tahta dan kedudukan menjadi jawaban Anda, itu adalah hal yang manusiawi. Tetapi kebahagiaan menurut Mazmur 119 adalah milik dari orang-orang yang hidupnya tidak bercela, hidup menurut Taurat Tuhan, memegang peringatan-Nya, mencari Dia dengan segenap hati, tidak melakukan kejahatan, dan hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya.

Jika firman Tuhan menjadi dasar dari sukacita manusia, mengapa masih begitu banyak orang memilih untuk meninggalkan dan melupakan firman-Nya? Firman Tuhan berisi perintah, peringatan dan juga larangan. Ketetapan-ketetapan hukum Tuhan yang adil menjadi pegangan bagi kehidupan masa depan yang cerah. Yohanes 1:1 berkata: Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Jika Firman itu adalah Allah, maka di dalam Dia ada hidup, dan itulah yang menjadi terang manusia. Terang yang bercahaya di dalam kegelapan.

Kristus telah memberikan kebebasan bagi setiap kita, dan Roh Kudus memimpin serta menuntun kita dalam kebenaran. Kitab Galatia adalah kitab yang ditulis oleh Paulus yang ditujukan kepada jemaat Galatia, bahwa Kristus telah membebaskan mereka dari hukum Taurat. Mereka yang mengimani Kristus dibimbing oleh Roh Kudus yang menolong mereka untuk hidup sebagai anak-anak Allah (Galatia5:22-26) dan tidak lagi dikendalikan oleh keinginan-keinginan yang jahat (Galatia 5:19-21).

Menjelang memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita diingatkan bagaimana para pejuang, memberikan nyawanya untuk mendapatkan kedaulatan kemerdekaan. Jika menghitung besarnya pengorbanan itu, tentunya hati kita bergetar. Perjuangan mereka tidak sia-sia, sehingga tanggal 17 Agustus menjadi hari kemerdekaan bangsa Indonesia.

Pengorbanan besar para pahlawan, menjadi bagian sentral dari kehidupan yang berdaulat dan merdeka. Nah, jika kita menilik pada kehidupan kerohanian kita. Kristus adalah pahlawan terbesar dalam sejarah kemerdekaan dan pembebasan dari hidup yang terbelenggu dosa. Bukankah belenggu dosa adalah bagian dari masing-masing kita secara individu, namun oleh karena kasih-Nya yang besar, Ia rela dan mau mengorbankan nyawa-Nya bagi kita. Lalu, apakah kita akan menyia-nyiakan anugerah ini untuk terus hidup di dalam ikatan belenggu dosa?

“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” (Mazmur 119:9-11). Kiranya firman Tuhan ini mengingatkan kita untuk kembali pada firman-Nya yang merupakan kebenaran sejati yang memerdekakan.  Selamat menyambut kemerdekaan di dalam pengenalan kita akan Kristus Yesus Tuhan kita. Tuhan Yesus memberkati.

Ikuti Kami