Fakta Alkitab: Riwayat Hidup Murid Yesus, Bartolomeus yang Berakhir Tragis

Fakta Alkitab / 12 August 2022

Kalangan Sendiri

Fakta Alkitab: Riwayat Hidup Murid Yesus, Bartolomeus yang Berakhir Tragis

Claudia Jessica Official Writer
649

Fakta Alkitab kali ini akan membahas tentang riwayat hidup murid Yesus, yaitu Bartolomeus.

Rasul bartolomeo adalah salah satu dari 12 Rasul Yesus. Nama Bartolomeus dalam bahasa Yunani Bartolomeus berasal dari bahasa Aram bar-Tôlmay yang berarti Putra Talmai. Alkitab tidak memperkenalkan Talmai kepada kita, tetapi ia mungkin diberi nama sesuai dengan nama Raja Talmadani dari Gesur (2 Samuel 3:3).

Beberapa pakar yakin bahwa Bartolomeus mempunyai hubungan dengan keluarga Ptolomeus, keluarga yang berkuasa di Mesir. Teori ini didasarkan pada pernyataan Hieronimus bahwa Bartolomeus adalah satu-satunya rasul dari kalangan bangsawan. Dalam dunia seni, Bartolomeus paling sering digambarkan dengan janggut dan rambut keriting pada saat kematiannya.

Menurut legenda, Bartolomeus dikuliti hidup-hidup dan dipenggal sehingga sering digambarkan memegang kulitnya yang terkelupas atau dengan pisau flensing melengkung yang mengulitinya.

Dalam Injil Yohanes 2, namanya disebut sebagai Nathanael dan ia berasal dari kota Kanna, di Provinsi Galilea Israel Utara. Dalam Injil Yohanes, Nathanael diperkenalkan sebagai sahabat Filipus. Filipus dipanggil oleh Yesus untuk menjadi pengikutnya ketika diajak oleh temannya Filipus menemui Yesus dari Nazaret. Natanael awalnya bersikap skeptik. Para pakar meyakini bahwa perkataan Yesus mengenai Nathanael “di bawah pohon ara” merupakan istilah yang bermakna “mempelajari taurat.”

Sejak saat itu, Bartolomeus mengikuti Yesus hingga ia wafat disalib dan menjadi saksi kebangkitannya. Nama Nathanael disebut kembali di akhir Injil Yohanes yang dicatat bersama-sama sejumlah murid lain di Danau Galilea, setelah kebangkitan Yesus, dimana Yesus menampakkan diri kepada mereka.

Menurut tradisi Kristen, Eusebius dari Kaisarea menulis dalam Ecclesiastical History bahwa setelah kenaikan Yesus, Bartolomeus pergi sebagai misionaris ke India, dimana ia meninggalkan sebuah salinan  Injil Matius. Tradisi lain mencatatnya sebagai misionaris ke Ethiopia, Mesopotamia, Parthia, dan Lycaonia. Ia juga dikatakan membawa Injil ke Armenia dan menobatkan raja Armenia Polybius menjadi Kristen.

Lalu Bagaimana kisah kematian Santo Bartolomeus?

Bartolomeus bersama dengan Yudas anak Yakobus dikenal sebagai pembawa kekristenan ke Armenia pada abad ke-1 masehi. Karenanya, kedua Rasul ini dianggap sebagai Santo pelindung bagi Gereja Apostolik Armenia. Dikabarkan bahwa Bartolomeus mati sebagai martir di Albanopolis, di Armenia.

Menurut satu riwayat, ia dipenggal kepalanya, tetapi menurut tradisi yang lebih populer menyatakan bahwa ia dikuliti hidup-hidup dan disalib dengan kepala di bawah karenakan Bartolomeus telah membawa Polybius, Raja Armenia menjadi penganut Kristen.

Akibatnya, Astyages, saudara laki-laki Polybius menyuruh Bartolomeus dihukum mati. Astyages, saudara Polybius memerintahkan mengeksekusi Bartolomeus dengan cara mengulitinya lalu menyalibkannya secara terbalik dengan kepala di bawah.

Pada abad ke-4, jenazah Bartolomeus dipindahkan ke sebuah gereja di Roma, di sebuah pulau di tengah-tengah sungai Tiber. Penulis abad ke-6 di Konstantinopel, Theodorus Lector memperkirakan bahwa sekitar tahun 507, Kaisar Bizantium Anastasius I Dicorus memberikan mayat Bartolomeus ke kota Daras, Mesopotamia, di Lipari, sebuah pulau kecil di lepas pantai Sisilia di bagian Italia yang dikendalikan dari Konstantinopel dijelaskan oleh Gregory of Tours, tubuhnya yang dicuci secara ajaib di sana, sepotong besar kulitnya dan banyak tulang yang disimpan di Katedral Santo Bartolomeus Lipari.

Sebagian dari relik tersebut diberikan pada tahun 983 oleh Otto II, kaisar Romawi Suci ke Roma, dimana ia disimpan di San Bartolomeu Ol-Sola yang didirikan di Kuil Asclepius, pusat medis romawi.

Hubungan ini dengan obat dalam perjalanan waktu menyebabkan nama Bartolomeus menjadi terkait dengan obat-obatan dan rumah sakit. Beberapa dugaan, tengkorak Bartolomeus dipindahkan ke Katedral Frankfurt, sementara sebuah lengan dihormati di Katedral Canterbury.

Pada abad ke-13, biara Saint Bartolomeu Monastery, didirikan di Armenia pada tempat kemartiran Rasul Bartolomeus di Provinsi Vaspurakan, di Greater Armenia, yang menjadi sekarang bagian Tenggara Turki.

Sumber : jawaban channel
Halaman :
1

Ikuti Kami