Kepahitanku ke Papa Buat Aku Merasa Tak Berharga – Yerlina Waruwu

Milenial / 10 August 2022

Kalangan Sendiri

Kepahitanku ke Papa Buat Aku Merasa Tak Berharga – Yerlina Waruwu

Lori Official Writer
437

Sejak berusia 7 hingga 19 tahun, Yerlina Waruwu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari papanya. Bukan saja hanya menerima kekerasan fisik, tetapi papanya juga kerap melayangkan kata-kata negatif yang membuat dirinya merasa tidak berharga.

Semua perlakuan buruk tersebut pada akhirnya membekas di dalam ingatan Yerlina. Dia begitu terluka dan menjadi pahit terhadap papanya. 

Setelah berusia 19 tahun, dia memutuskan untuk merantau jauh dari rumah. Jakarta menjadi tujuannya. Di sana dia bekerja dan menjalani hidupnya dengan bebas. Kebebasan ini rupanya membuat dia hilang kontrol. Dia mulai berpacaran tidak sehat dengan rela memberikan segalanya untuk sang kekasih. 

Namun tanpa sadar, Yerlina rupanya masih hidup dalam bayang-bayang perlakuan sang papa. Dia bahkan memperlakukan pacarnya dengan kasar dan sikapnya tersebut membuat hubungan mereka kandas. 

 

Baca Juga: Harapan yang Hilang Membawaku Kepada Yesus – Dina

 

Kehilangan kekasih membuat Yerlina serasa tak lagi berarti. Dia merasa tidak lagi mendapatkan sumber kebahagiaan yang tidak dia dapatkan dari keluarganya. Hingga hal itu membuatnya mulai frustrasi dan berniat untuk bunuh diri.

Ajaibnya niat tersebut urung dilakukan Yerlina setelah dia bermimpi dan mendapatkan ayat yang tertulis di Yohanes 7: 53 dan 8: 11. Awalnya dia sama sekali tak memahami makna dari ayat tersebut sampai sesuatu mendorong dia untuk mencari jawaban melalui Youtube dan menemukan tayangan kesaksian Solusi tentang aborsi.

Dari tayangan tersebutlah Yerlina merasa terdorong untuk menghubungi Sahabat24. Hingga akhirnya tepat pada tanggal 3 April 2019, dia menghubungi Sahabat24 dan menceritakan kegelisahannya. Dengan bimbingan tim konselor, Yerlina dibimbing untuk mengampuni orang-orang yang membuatnya pahit, termasuk sang papa. Kemudian dia diarahkan ke gereja mitra terdekata yang ada di Jakarta.

 

Hidup Dalam Kemerdekaan

Dengan bimbingan gereja lokal yang diarahkan Sahabat24, Yerlina akhirnya dimuridkan. Dari sinilah dia mulai menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan, hingga dengan penuh keberanian dia secara pribadi mengampuni papanya. 

Pengampunan yang dia lepaskan tersebut rupanya memberinya damai sejahtera dan ketenangan. Ia merasa dibebaskan dari kepahitan dan tidak berharga. Bahkan hubungannya dengan keluarga dipulihkan Tuhan.

 

Baca Juga: Jadi Anak di Luar Nikah Buat Aku Ditolak Berkali-kali - Faraditha

 

Yerlina bersyukur karena Tuhan mau menolong dia. Dia percaya bahwa Tuhan terlebih mengasihi semua orang seburuk apapun dosa yang dilakukan. Kasih Tuhan yang dia alami itu pun membuatnya terdorong untuk hidup benar sesuai firman Tuhan. Dia bahkan berkomitmen untuk melayani Tuhan di gereja dan aktif di dalam komsel. 

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Sahabat24 karena sudah bersedia membimbing dia hingga menjadi seperti saat ini.

 

Apakah kamu butuh dukungan doa? Hubungi SAHABAT24 kami melalui kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini: https://bit.ly/InginDidoakan

 

 

Sumber : Sahabat24
Halaman :
1

Ikuti Kami