Fakta Alkitab: Yoas, Anak 7 Tahun yang Diangkat Jadi Raja

Fakta Alkitab / 10 August 2022

Kalangan Sendiri

Fakta Alkitab: Yoas, Anak 7 Tahun yang Diangkat Jadi Raja

Claudia Jessica Official Writer
826

Yoas adalah raja Kerajaan Yehuda (Israel Selatan) yang memerintah selama 40 tahun pada sekitar tahun 836 SM.

Perjalanan Yoas menjadi raja tidak mudah karena suasana Israel yang sedang genting akibat tindakan tegas Yehu terhadap semua keturunan Raja Ahab.

Yehu adalah seorang mantan Panglima Perang Raja Yoram. Yehu naik tahta sebagai Raja Israel menggantikan Yoram. Dia diurapi oleh Tuhan melalui Nabi Elia dan penerusnya Nabi Elisa untuk melakukan penghukuman mati pada semua keturunan Raja Ahab suami dari Izebel itu. (2 Tawarikh 22:7)

Raja Ahazia (Raja Yehuda), ayah Yoas menjadi korban saat Yehu melakukan pembersihan keturunan Ahab. Saat itu, Raja Ahazia bermaksud mengunjungi Raja Yoram (Raja Israel) yang sedang sakit karena terluka dalam peperangan melawan Bangsa Aram. Yehu mengetahui bahwa Raja Ahazia dan Raja Yoram adalah keturunan Ahab. Oleh karena itu, Yehu sengaja mendapatkan mereka untuk dibunuh sebagai bagian dari pemusnahan besar-besaran seluruh keturunan Ahab saat itu.

Tapi tak semua keturunan Ahab berhasil dimusnahkan oleh Yehu. Salah satunya adalah, ibu Raja Ahazia yang bernama Atalia. Setelah kematian anaknya, yaitu Raja Ahazia, putri Ahab tersebut berambisi menjadi Ratu di Yehuda. Ia berusaha memusnahkan keluarga kerajaan, yaitu keturunan Daud, termasuk semua cucunya sendiri. Akan tetapi Yoseba, istri imam besar waktu itu, yaitu Yoyada, menyembunyikan putra Ahazia yang masih bayi bernama Yoas.

Atalya mulai memerintah sekitar tahun 842 SM. Gaya pemerintahannya meniru persis apa yang dilakukan oleh Izebel, ibunya. Ratu Atalya menjadi satu-satunya penguasa perempuan dalam sejarah kerajaan Yehuda. Ia menduduki tahta kerajaan selama 6 tahun.

Yoseba adalah saudara perempuan Ahazia. Ia menyelematkan Yoas, keponakannya itu dari upaya jahat Ratu Atalya. Yoseba menyembunyikan Yoas kecil bersama inang penyusunya ke dalam gudang di Bait Suci. Yoas berada di tempat persembunyian hingga usia enam tahun (2 Raja-raja 11:3).  Pada saat bersamaan Atalya memerintah Kerajaan Yehuda.

Pada tahun ketujuh pemerintahan Ratu Atalya, suami Yoseban, yaitu imam Yoyada merencanakan pengambilalihan kekuasaan kerajaan. Ia mengumpulkan tokoh-tokoh yang berseberangan dengan Ratu dan memperlengkapi dengan persenjataan. Kemudian imam besar Yoyada menobatkan Yoas yang pada waktu itu masih berusia tujuh tahun sebagai Raja Yehuda (2 raja-raja 11:21). Ketika Yoas didudukan di singgasana, Ratu Atalya dibunuh oleh pasukan di bawah kendali Imam Yoyada.

Iman Yoyada adalah Imam Besar Bait Suci sekaligus paman Raja Yoas. Posisinya sangat penting bagi kedudukan Raja Yoas. Sang Raja banyak mendengar dan melaksanakan nasihat baik dan benar dari sang Paman. Pada masa itu, Yoas mengembalikan lagi peraturan tentang pajak bait suci yang sudah dilakukan sejak jaman Musa. Raja memerintahkan setiap orang yang beribadah di Bait Suci memasukkan persembahan ke dalam kotak yang tersedia di depan gerbang Bait Suci. Raja Yoas menggunakan uang yang terkumpul untuk perawatan dan perbaikan Bait Suci. Biaya pembangunan termasuk upah tenaga kerjanya berasal dari uang persembahan itu.

Yoas juga menggunakan uang yang terkumpul untuk membuat perkakas-perkakas rumah TUHAN, yakni: perkakas-perkakas untuk penyelenggaraan kebaktian, perkakas-perkakas untuk korban bakaran, juga cawan-cawan dan perkakas-perkakas emas dan perak. Sebab banyak perkakas yang hilang, baik dicuri atau disalahgunakan oleh Ratu Atalya. Atas dorongan Imam Yoyada, Raja Yoas bisa membangun kehidupan kerohanian yang baik.

Imam Yoyada meninggal dunia pada usia 130 tahun. Sejak itu, Raja Yoas berubah setia pada Tuhan. Rakyat Yehuda meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. (2 Tawarikh 24:18).

Tuhan menjadi murka atas kesalahan Raja Yoas. Tuhan mengutus banyak nabi untuk memperingatkan kesalahan Yoas, tetapi Sang Raja tak bergeming. Hingga Roh Tuhan menggerakan Anak Lelaki Imam Yoyada, yaitu Zakharia untuk meminta pertobatan Yoas dan bangsanya. Zakharia pun tidak digubris, bahkan Yoas bersama orang-orangnya merajam Zakharia hingga mati. Dan pada saat kematiannya Zakharia berseru: "Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!" (2 Tawarikh 24:22).

Tuhan memperkenankan Kerajaan Aram menaklukan Kerajaan Yehuda. Walaupun kekuatan tentara Aram kecil, tetapi mereka bisa menduduki Yerusalem. Tuhan memakai orang Aram melakukan penghukuman kepada Yoas. Bahkan, Yoas menderita luka-luka dalam pertempuran.

Ketika Yoas terbaring dalam keadaan terluka, sejumlah pegawai istana mengadakan persekongkolan membunuhnya di tempat tidur (2 tawarikh 24:25). Raja Yoas memerintah Yehuda selama empat puluh tahun. Ia memang dikuburkan di kota Daud asal nenek moyangnya, tetapi ia tidak ditempatkan pemakaman raja-raja.

Anda diberkati dengan Fakta Alkitab kali ini, tuliskan di kolom komentar pendapat Anda ya.

 

Sumber : jawaban channel
Halaman :
1

Ikuti Kami