Pertamina Sebut Akan Ada Penyesuaian Harga, Pertamax Segera Naik?

News / 12 July 2022

Kalangan Sendiri

Pertamina Sebut Akan Ada Penyesuaian Harga, Pertamax Segera Naik?

Claudia Jessica Official Writer
536

Seiring dengan perkembangan harga minyak dunia, PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) akan melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax.

Penyesuaian harga telah berlaku sejak hari Minggu (10/07/2022), Pertamina telah menyesuaikan harga BBM non subsidi jenis Pertamax Turbo, Dex Series, dan LPG non subsidi.

Irto Ginting, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan seiring dengan naiknya harga minyak dunia, pihaknya akan segera melakukan penyesuaian harga untuk Pertamax meskipun tidak bersamaan dengan BBM non subsidi lainnya.

“Namun ke depan, sesuai dengan perkembangan harga minyak dunia, (Pertamax) masih tetap memungkinkan adanya penyesuaian,” jelas Irto seperti yang dikutip dari Kompas.com, Senin (11/7/2022).

Penyesuaian harga BBM akan terus dilakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU).

 

BACA JUGA: Biar Gak Tekor, Ini 8 Tips Irit Pakai BBM Motor dan Mobil

 

Perlu diketahui pada April 2022 lalu, Pertamina juga melakukan penyesuaian harga dan menaikkan harga Pertamax yang semula dijual seharga Rp 9.000 per liter menjadi Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per liter.

Namun harga keekonomian BBM umum RON 92 atau yang setara dengan Pertamax diperkirakan mencapai Rp 16.000 per liter pada April 2022 lalu. Dengan demikian, harga pertamax yang di dibanderol seharga Rp 12.500 hingga Rp 13.000 terbilang lebih rendah Rp 3.000 hingga Rp 3.500 dari nilai keekonomiannya.

Irto menjelaskan penundaan kenaikan harga Pertamax dilakukan karena daya beli masyarakat terhadap pada BBM non subsidi masih terbilang cukup baik.

“Saat ini kami juga masih mempertimbangkan daya beli masyarakat,” pungkas Irto.

Sementara itu, harga minyak ICP telah mencapai 117,6 dollar AS per barel pada Juni lalu, lebih tinggi sekitar 37% dari harga ICP pada Januari 2022. Sama halnya dengan LPG, tren harga CPA masih tinggi pada bulan Juli mencapai 725 dollar AS per Metrik Ton (MT) atau lebih tinggi 13% dari rata-rata CPA sepanjang tahun 2021.

 

 

BACA JUGA: Inilah Pesan Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom Saat Kunjungan di Papua

Sumber : kompas.com
Halaman :
1

Ikuti Kami