Part 9 - Pengendalian Diri

Renungan Harian 1 / 7 July 2022

Kalangan Sendiri

Part 9 - Pengendalian Diri

Contasia Christie Official Writer
429

Ayat Alkitab : Amsal 25: 28

“Orang yang tidak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.”

Renungan

Jika Tuhan memasukkan ini sebagai salah satu Buah Roh, berarti hal ini sangatlah penting. Ini adalah kemampuan untuk mengontrol, mengendalikan, mengatur perilaku, meluapkan emosi, hasrat, pemikiran, dan bertindak. Pengendalian diri disebutkan berkali-kali kali di Alkitab. Ini menandakan bahwa kita sebagai orang percaya, harus secara sadar mengaktifkan dan membangun pengendalian diri.

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban.” (2 Timotius 1: 7)

Jadi, pengendalian diri sudah ada dalam diri kita, tinggal bagaimana kita mengaktifkannya, menggunakannya, dan membuat kita menjadi orang yang lebih baik. Seseorang yang memiliki pengendalian diri.

Kita melihat masih banyak orang yang belum memiliki pengendalian diri, atau jangan-jangan kita sendiri juga. Alkitab berkata : “Orang yang tidak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.” (Amsal 25: 28) Ini berarti kotanya begitu rapuh, tidak ada perlindungan, lemah dan mudah dimasuki oleh orang jahat.

Sama seperti kita. Tanpa pengendalian diri, kita begitu begitu rapuh, tidak ada perlindungan, punya kebiasaan buruk, dan hal-hal negatif bisa dengan mudah masuk ke dalam kehidupan kita. Agar kita memiliki pengendalian diri, kita harus memenuhi pikiran kita dengan kebenaran Firman Tuhan secara teratur. Setiap hari, bukan seminggu sekali, sekali sebulan, atau kadang-kadang. (Matius 6: 33)

Kehidupan orang percaya adalah tentang iman dan iman dalam perbuatan. Pengendalian diri secara langsung berhubungan dengan apa yang kita lakukan atau tindakan kita!

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16)

Inilah yang Tuhan mau, kita hidup menjadi terang dan memuliakan nama-Nya lewat apa yang kita lakukan.

 

Sumber : ditulis oleh Yungky Setiawan
Halaman :
1

Ikuti Kami