Marvel Perkenalan Karakter LGBT Pertama, Spider-Man Gay dalam Spider-Verse

News / 6 July 2022

Kalangan Sendiri

Marvel Perkenalan Karakter LGBT Pertama, Spider-Man Gay dalam Spider-Verse

Claudia Jessica Official Writer
717

 

Spider-Man salah satu tokoh populer Marvel akan dibuat menjadi homoseksual.

Marvel Entertainment menjadwalkan untuk memperkenalkan “Web-Weaver” versi alternative alam semesta Spider Man, dalam edisi “Edge of Spider #5” mendatang akan dirilis pada bulan September.

Berita tentang versi baru dari Spider-Man ini pertama kali dibagikan oleh penulis Marvel, Steve Fox melalui unggahannya di Twitter.

Fox menuliskan, “Sesuatu yang kusadari baru-baru ini ketika mengerjakan Web-Weaver adalah ketika dia tidak bisa – dan tidak akan menjadi representasi dari SEMUA pria gay. Tidak ada satu karakter pun yang bisa (merepresentasikan semua pria gay). Identitas femme-nya yang tak kenal takut adalah pokok dari siapa dia, tapi itu bukanlah CERITA (dari Web Weaver yang ditulisnya) yang akan kamu rasakan sendiri di bulan September!”

Gambar: Spider-Man versi Gay. \ Sumber gambar: Twitter/@steve_foxe


Pengumuman itu disebut dengan sedikit kritik dari penggemar Marvel.

“Bung, kenapa kau harus menghancurkan (karakter) Spider-Man?” tanya seorang pengguna Twitter

Youtuber Eric July ikut mengomentari hal yang sama, ia mengatakan, iterasi terbaru Spider-Man adalah tidak diperlukan.

“Karakter Spider-Man tokenisasi berikutnya yang tidak perlu diumumkan untuk Edge of Spider-Verse yang tidak perlu adalah “Spider-Man gay pertama” yang dikenal sebagai “Web-Weaver.” Penulisnya, Steve Fox menyebutnya sebagai “kehormatan Gay!” Lihat klip lengkapnya sekarang langsung di Youtube!” tulis Eric melalui akun twitternya.

Pengumuman “Web-Weaver” datang hanya beberapa minggu setelah Marvel Entertainment meluncurkan “Escapade,” seorang pahlawan super mutant transgender.

“Escapade,” yang nama karakternya adalah Shela Sexton, ditampilkan dalam buku komik “Marvel Voices: Pride #1,” yang ditulis oleh Charlie Jane Anders dan dirancang oleh seniman Ro Stein dan Ted Brandt.

Semua ini terjadi semakin cepat sejak The Walt Disney Company dengan aktif berinvestasi dalam mengangkat alur cerita LGBT, terutama dalam konten yang diperuntukan untuk anak-anak.

Contoh terbaru dari kasus ini adalah film “Lightyear” Disney Pixar, sebuah spin-off dari karakter Buzz Lightyear yang merupakan salah satu tokoh dari film anak terkenal, “Toy Story”. Dalam film yang tidak diizinkan tayang di Indonesia ini menampilkan ciuman antara dua tokoh wanita yang terlibat asmara satu sama lain.

Firman Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa rancangan Allah untuk seksualitas adalah pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita. Apapun diluar itu adalah dosa di hadapan Allah.

 

 

Sumber : faithwire
Halaman :
1

Ikuti Kami