Wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada Ternak, Apakah Menularkan Manusia?

Health / 5 July 2022

Kalangan Sendiri

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada Ternak, Apakah Menularkan Manusia?

Aprita L Ekanaru Official Writer
838

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) atau dikenal juga sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae merupakan penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus. Virus ini menyerang hewan berkuku genap/belah seperti sapi, kerbau, dan kambing.

Berdasarkan literatur, penyebaran virus PMK dapat mencapai 10 km, yang dipengaruhi oleh perputaran udara. Penyakit ini tidak menular ke manusia (bukan penyakit zoonosis), sehingga daging dan susu aman untuk tetap Anda konsumsi.

Penyakit PMK ini harus diwaspadai karena dapat menyebar dengan sangat cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak yang terinfeksi.

Gejala yang ditimbulkan apabila terkena PMK adalah demam, blister di mulut dan kaki hewan ternak, serta air liurnya menjadi kental. Pada umumnya tidak mematikan bagi hewan ternak yang sudah dewasa, namun bisa menjadi sangat serius bagi hewan ternak yang masih muda.

Menyebarnya PMK disebabkan oleh Aphthovirus dari famili Picornaviridae. Terdapat tujuh serotipe virus yang sudah terdeksi, yaitu A, O, C, SAT2, SAT3, dan Asia1. Setiap serotipe tersebut menjadi endemi di negara yang berbeda-beda di seluruh dunia.

Menurut World Organisation for Animal Health, wabah PMK diperkirakan menyebar pada sekitar 77 persen populasi hewan ternak di Afrika, Timur Tengah, Asia, dan sebagian Amerika Selatan. Virus ini dengan mudah menular melalui napas, air liur, mukus, susu, dan feses.

Apa pengaruh PMK pada manusia?

Dilansir dari Agriculture Victoria, PMK tidak dianggap sebagai masalah kesehatan bagi manusia karena penularan dari hewan ke manusia sangat jarang ditemukan. Namun, manusia bisa membawa virus tetap hidup di hidungnya selama 24 jam dan menularkannya kepada hewan lainnya.

Kemudian, Kementerian Pertanian juga telah menegaskan bahwa PMK pada hewan ternak tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

“PMK pada hewan tidak membahayakan kesehatan manusia. Daging dan susu tetap aman dikonsumsi selama dimasak dengan benar,” unggah Kementan dalam Instagram resmi @kementerianpertanian, Kamis (12/5/2022).  

Sumber : Kompas
Halaman :
1

Ikuti Kami