The High Priest

Kata Alkitab / 3 July 2022

Kalangan Sendiri

The High Priest

asH Krisdiantoro Contributor
848

Ibrani 7:21-22

“Tetapi Ia dengan sumpah, diucapkan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Tuhan telah bersumpah dan Ia tidak akan menyesal: Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya." Demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat.”

 

“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” Ibrani 7:25

 

Yang tertinggi dari perjanjian kasih karunia adalah Yesus, Imam Besar kita. Para imam di bawah hukum adalah orang-orang yang melayani untuk waktu yang terbatas dan kemudian meninggal. Di bawah kasih karunia, Imam Besar kita melayani selamanya. Yesus menerima imamat-Nya, "Bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa." (Ibrani 7:16).

Para imam di bawah hukum itu adalah anak-anak Harun dari suku Lewi. Masing-masing berfungsi sebagai pengingat singkat tentang imam yang sempurna yang suatu hari nanti akan membawa perjanjian yang lebih baik daripada hukum. "Karena itu, andaikata oleh imamat Lewi telah tercapai kesempurnaan--sebab karena imamat itu umat Israel telah menerima Taurat--apakah sebabnya masih perlu seorang lain ditetapkan menjadi imam besar menurut peraturan Melkisedek dan yang tentang dia tidak dikatakan menurut peraturan Harun?" (Ibrani 7:11). Ini adalah imamat sementara, membutuhkan banyak imam.

"Dan dalam jumlah yang besar mereka telah menjadi imam, karena mereka dicegah oleh maut untuk tetap menjabat imam." (Ibrani 7:23). Imamat Yesus tidak akan pernah dialihkan kepada orang lain karena Dia adalah Putra Allah yang kekal. " Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain." (Ibrani 7:24).

Yesus, Imam Besar kita yang kekal, seorang imam menurut Melkisedek. "Sebab Melkisedek ialah….ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya." (Ibrani 7:1-3). Melkisedek adalah orang yang membawa roti dan anggur kepada Abraham, ketika dia kembali dengan kemenangan dari pertempuran (lihat Kejadian 14). Tidak ada silsilah untuk Melkisedek, tidak ada catatan tentang awal atau akhir masa pelayanannya. Dalam hal ini, dia seperti Anak Allah: kekal. Dengan demikian, ia menggambarkan imamat Yesus: kekal. Hal ini membuat Yesus (pemberi kasih karunia) menjadi Imam Besar yang lebih baik daripada mereka yang melayani di bawah hukum Taurat, "Demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat.."Ibrani 7:22

Sekarang, Dia yang telah mati untuk kita (untuk mengampuni dosa-dosa kita) selalu berdoa untuk kita (supaya kita diselamatkan sepenuhnya dari segala hal lain yang mengancam kita). "Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.." Ibrani 7:25

Semua karya tulis yang dibuat oleh contributor adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Halaman :
1

Ikuti Kami