Kasus Covid-19 Melonjak di Tanah Air, Menkes Budi Ungkap Penyebabnya
Sumber: msn.com

News / 1 July 2022

Kalangan Sendiri

Kasus Covid-19 Melonjak di Tanah Air, Menkes Budi Ungkap Penyebabnya

Aprita L Ekanaru Official Writer
2488

Setelah terkonfirmasi masuknya subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 pertama kali di Indonesia pada 6 Juni 2022 membuat kasus Covid-19 di tanah air kembali melonjak naik. Meskipun subvarian ini tidak memiliki gejala yang serius, namun tingkat kenaikan kasus terkonfirmasi terus naik secara signifikan.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan di tingkat global secara epidemiologi subvarian BA.4 sudah dilaporkan sebanyak 6.903 sekuens melalui GISAID. Laporan tersebut berasal dari 58 negara dan ada 5 negara dengan laporan BA.4 terbanyak, antara lain Afrika Selatan, Amerika Serikat, Britania Raya, Denmark, dan Israel.

Sedangkan BA.5 sudah dilaporkan sebanyak 8.687 sekuens dari 63 negara. Ada 5 negara dengan laporan sekuens terbanyak yaitu Amerika, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan.

 

BACA JUGA: Kasus Aktif Covid-19 Tembus 10 Ribu, Satgas Covid-19 Keluarkan Aturan Baru Ini

 

“Dari laporan itu disampaikan bahwa transmisi BA.4 maupun BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian omicron BA.1 dan BA.2. Kemudian tingkat keparahan dari BA.4 dan BA.5 disampaikan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian omicron lainnya,” kata dr. Syahril pada konferensi pers secara virtual di gedung Kemenkes, Jakarta, pada beberapa pekan lalu.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA >>

Ternyata hal ini telah diprediksi oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Semula banyak diduga karena mobilitas masyarakat yang sangat tinggi selama momen Lebaran 2022, tetapi Budi menyebut bahwa kenaikan kasus terjadi karena adanya subvarian baru. Budi mengacu pada negara lain yang juga mengalami peningkatan kasus karena adanya subvarian baru ini.

"Kita lihat setiap kali terjadi lonjakan besar tiap negara, itu bukan karena hari raya keagamaan besar, tapi karena ada varian baru," ujarnya saat konferensi pers PPKM beberapa waktu lalu.

Kedua subvarian ini dinilai para ahli punya pola penyebaran yang sangat cepat. Prediksi Menkes berikutnya adalah puncak kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 akan terjadi pada Juli ini.

"Pengamatan kami ini, gelombang BA.4, BA.5 itu biasanya puncaknya tercapai satu bulan setelah penemuan kasus pertama. Jadi harusnya di minggu kedua Juli, minggu ketiga Juli, kita akan melihat puncak kasus BA.4 dan BA.5 ini," kata Budi.

 

BACA JUGA: Waspada! Kemenkes Umumkan Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk ke Indonesia

 

Selain tetap menerapkan protokol kesehatan, Menkes Budi juga mendorong masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi booster sebagai upaya melindungi diri. Sudahkah Anda mendapatkannya? Segera lengkapi vaksinasi Anda dengan mengunjungi fasilitas kesehatan di sekitar Anda.

Sumber : sehatnegeriku.kemkes.go.id | msn.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami