Kekurangan Air Bersih, Balita Di Deli Serdang Alami Gangguan Pencernaan

News / 25 June 2022

Kalangan Sendiri

Kekurangan Air Bersih, Balita Di Deli Serdang Alami Gangguan Pencernaan

Aprita L Ekanaru Official Writer
483

Kesulitan mendapatkan air bersih di Deli Serdang, membuat banyak keluarga tidak bisa mencukupi kebutuhan air sehari-hari. Air yang mereka pergunakan cenderung keruh dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Hal serupa dialami oleh keluarga Bapak Veri Manik yang tinggal di Kecamatan Sungal, Kabupaten Deli Serdang - Sumatera Utara. Bapak Veri bekerja sebagai karyawan biasa di desanya, sedangkan istrinya Ibu Paung Hanna seorang ibu rumah tangga. Air yang mengalir di rumah mereka sangat tidak layak dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara mereka memiliki dua anak balita, Celine (3 tahun) dan Joy (1 tahun) yang setiap hari membutuhkan air bersih dan sehat untuk mereka konsumsi.

 

BACA JUGA: Ini Lho Jenis-jenis Gangguan Pencernaan Pada Anak Batita Beserta Cara Mengatasinya

 

"Di rumah yang kami tempati, airnya sangat tidak layak dikonsumsi. Pernah kami mencoba untuk mengkonsumsi air yg ada di rumah, tapi ternyata anak-anak kami mengalami gangguan pencernaan. Sehingga mulai saat itu, untuk air minum dan masak, setiap harinya kami harus membeli air galon isi ulang. Sedangkan, kondisi keuangan keluarga kami masih pas-pasan," tutur Ibu Hanna.

Puji Tuhan! Ketika keluarga ini mengetahui bahwa akan dibangun Sumur Bor OBI di gereja mereka, keluarga ini sangat bersukacita. Sekarang mereka bisa memperoleh pasokan air bersih tanpa perlu membayar lagi, jarak sumur bor juga masih dapat mereka jangkau dari rumah.

"Keluarga kami sangat tertolong! Setiap hari setelah pulang bekerja, suami saya mengambil air dari Sumur Bor OBI menggunakan galon. Kami menggunakan air bersih dari sumur bor untuk minum dan masak. Kami sangat bersyukur, Puji Tuhan! Anak-anak kami bertumbuh dengan sehat dan tidak pernah lagi mengalami gangguan pencernaan. Tuhan memberkati pelayanan OBI dan para donatur yang terlibat di dalamnya." Ujar Ibu Hanna menutup ceritanya.

Sumber : oborberkat.com
Halaman :
1

Ikuti Kami