5 Tips Kendalikan Kemarahan Kepada Anak

Relationship / 24 June 2022

Kalangan Sendiri

5 Tips Kendalikan Kemarahan Kepada Anak

Lori Official Writer
797

Anak bisa jadi korban pelampiasan kemarahan orang tua. Apapun penyebabnya melakukan tindakan kekerasan baik secara verbal maupun fisik terhadap anak tentunya tidak bijaksana. 

Orang tua yang baik adalah mereka yang mampu mengendalikan atau mengontrol emosi. Jadi, bila Anda benar-benar tidak ingin menyakiti perasaan anak dengan melampiaskan kemarahan Anda, cobalah melakukan 5 tips ini.

1# Kenali Tanda-tanda Kemarahan

Mengidentifikasi tanda-tanda kemarahan sangat membantu parents untuk mengambil waktu mengendalikan perasaan atau emosi tersebut sebelum benar-benar meledak.

Jika tanda-tanda seperti perasaan panas, dingin, kaku, otot-otot menegang, perut yang bergolak atau keinginan untuk menangis mulai muncul, mulailah untuk mengambil waktu untuk tenang. Cobalah untuk menjauh dan menenangkan diri sendiri. 

 

Baca Juga: Apa Itu Toxic Parenting? Yuk Temukan di Sini

 

2# Temukan akar kemarahan

Semua orang pasti pernah marah. Kemarahan bisa terjadi karena banyak faktor, baik dari dalam maupun dari luar diri sendiri. Karena itulah penting untuk mengetahui kondisi fisik diri sendiri.

Misalnya dari kondisi fisik, apakah saya sedang lelah? Apakah saya kurang beristirahat? Apakah pola hidup saya tidak baik? Atau dari kondisi psikis, apakah saya sedang berpikiran negatif? Apakah saya sedang bermasalah dengan orang lain? Apakah saya sedang takut? Cobalah memeriksa diri Anda.

 

3# Alihkan fokus saat sedang marah

Saat marah, seseorang memerlukan sesuatu untuk dijadikan pelampiasan. Jika parents sudah berhasil melakukan tahap 1 dan 2 di atas, maka Anda akan lebih mudah untuk melakukan langkah ini. 

Parents bisa mengambil waktu sejenak untuk jalan-jalan, menarik napas panjang atau menangis sendirian di kamar. Lakukan hal ini hingga perasaan parents benar-benar terasa lega. 

 

4# Sampaikan apa yang sedang parents rasakan

Komunikasi sangat menentukan bagaimana orang lain mampu menangkap pesan yang kita sampaikan. Bahkan saat marah, teknik komunikasi juga perlu diperhatikan supaya kata-kata yang Anda sampaikan tidak melukai orang lain, terutama anak. 

Mengungkapkan perasaan seperti penggunaan kata ‘aku’ jauh lebih baik dibanding menggunakan kata ‘kamu’. Dengan itu anak bisa memahami perasaan parents dan menghindari perlawanan yang tidak seharusnya terjadi.

 

Baca Juga: Cara Mengendalikan Kemarahan Agar Tidak Menimbulkan Masalah

 

5# Analisa pikiran parents, apakah benar atau tidak

Kita bisa membenarkan kemarahan karena kita menganggap hal itu pantas dilakukan. Walaupun Alkitab berkata bahwa kemarahan Yesus sendiri dianggap pantas.

Jangan biarkan bagian kisah ini jadi pembenaran atas kemarahan Anda. Untuk alasan apapun, anak tidak seharusnya dikorbankan atas kemarahan yang Anda alami apalagi jika kemarahan Anda muncul justru karena konflik dengan suami atau orang lain.

Menjadi ibu atau ayah yang bagaimana Anda dimata anak ditentukan oleh tindakan yang Anda lakukan sehari-hari. Bahkan ketika Anda sedang marah, bagaimana seharusnya Anda bersikap kepada anak? Satu tindakan yang salah bisa membekas kuat di dalam pikiran anak hingga dia dewasa. Karena itu mintalah hikmat dari Tuhan supaya Anda bisa menjadi orang tua yang terbaik bagi anak-anak Anda.

Apakah Anda sedang membutuhkan bantuan konseling terkait kemarahan Anda, segera hubungi konselor professional atau pendeta. Sampaikan masalah Anda dan minta solusi apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah itu. 

Jika Anda belum punya pilihan, Anda bisa menghubungi konseling Sahabat24 CBN Indonesia. Hubungi SAHABAT24 kami di kontak Whatsapp 0822 1500 2424 atau klik link doa ini: https://bit.ly/InginDidoakan

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami