Belajar Dari 4 Tokoh Alkitab yang Narsis Ini, Jangan Sampai Kita Jadi Seperti Mereka

Relationship / 23 June 2022

Belajar Dari 4 Tokoh Alkitab yang Narsis Ini, Jangan Sampai Kita Jadi Seperti Mereka

Claudia Jessica Official Writer
699

Ada begitu banyak karakter narsis (mencintai diri sendiri secara berlebihan) di Alkitab. Bagaimanapun juga, Alkitab penuh dengan orang-orang berdoda yang membutuhkan kasih karunia penebusan Yesus. Meskipun tampak aneh, sebenarnya ada yang dapat kita pelajari dari tokoh-tokoh Alkitab yang narsisistik.

Dari mereka, kita bisa menemukan bagaimana cara menghindari keinginan untuk berbuat dosa. Dengan kata lain, kita bisa belajar melalui perilaku buruk yang mereka lakukan untuk mencegah diri kita melakukan hal yang sama. Mereka adalah contoh dari apa yang tidak boleh kita lakukan.

Mari kita lihat 4 karakter Alkitab yang narsis beserta kisah dan perilakunya yang tidak menyenangkan Tuhan.

 

1. Izebel

Yang pertama adalah Izebel. Izebel adalah karakter narsis pertama yang akan kita bahas. Izebel merupakan orang yang kerap melakukan tindakan manipulasi, menyakiti orang lain, bahkan dia tak segan-segan membunuh seseorang untuk mendapatkan keinginannya.

Suaminya adalah Raja Ahab, yang sama jahatnya seperti Izebel. Di dekat istana mereka, terdapat sebuah kebun anggur miliki seorang bernama Nabot. Ahab hendak membeli kebun anggur itu, tetapi Nabot menolaknya karena mengikuti perintah Tuhan untuk menjaga kebun anggur itu dalam garis keluarga. Tidak senang dengan respon Nabot, Izebel pun membuat rencana jahatnya.

Izebel dan Ahab memerintahkan penjahat untuk membunuh Nabot, dan mereka pun mendapatkan kebun anggur milik Nabot (1 Raj. 21: 1-16). Selain melakukan pembunuhan berencana kepada Nabot, Izebel juga melakukan berbagai kejahatan lain yang membuktikan narsismenya.

Dari Izebel, kita belajar bahwa keserakahan dapat mendatangkan kejahatan. Alih-alih menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginan kita, sebaiknya kita bertindak bijak. Apa yang menjadi milik orang lain, tidak bisa kita ambil secara paksa hanya untuk memenuhi keinginan daging kita.

 

BACA JUGA: Tokoh Alkitab Ini Dihina Istri, Marah Gak Ya?

 

2. Nabal

Tokoh berikutnya adalah Nabal, suami pertama Abigail sebelum dia bertemu dan menikah dengan Raja Daud. 1 Samuel 25: 3 mengatakan, “Nama orang itu Nabal dan nama isterinya Abigail. Perempuan itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat kelakuannya. Ia seorang keturunan Kaleb.”

Nama “Nabal” secara harfiah artinya adalah “bodoh.”

Nabal membuktikan kebodohannya melalui perilaku narsisnya. Ketika Abigail dan Nabal bertemu Daud pertama kali, Daud dan anak buahnya sedang bepergian dan membutuhkan perbekalan. Alih-alih memberikan bekal kepada Daud dan anak buahnya, Nabal justru bersikap angkuh dan mengejeknya. 1 Samuel 25: 10-11 menceritakan, “Tetapi Nabal menjawab anak buah Daud itu, katanya: “Siapakah Daud? Siapakah anak Isai itu? Pada waktu sekarang ini ada banyak hamba-hamba yang lari dari tuannya. Masakan aku mengambil rotiku, air minumku dan hewan bantaian yang kubantai bagi orang-orang pengguntingku untuk memberikannya kepada orang-orang yang aku tidak tahu dari mana mereka datang?””

Bukannya membantu Daud dan anak buahnya, Nabal justru meremehkan mereka dan memilih untuk tidak membantu mereka. Bahkan banyak juga orang mengenal Nabal sebagai pribadi yang suka memanfaatkan orang lain.

Dari karakter Nabal yang narsis, kita bisa belajar bahwa pelit dan sombong adalah sifat buruk dan tidak mencerminkan kita sebagai orang percaya. Sebagai orang Kristen, seharusnya kita tidak dikenal seperti Nabal, melainkan sebagai orang yang bersinar bagi Kristus.

 

BACA JUGA: 4 Tokoh Alkitab yang Paling Taat Sama Tuhan, Belajar dari Mereka Yuk!

 

Selain itu, kita juga bisa belajar dari kehidupan Nabal bahwa narsisme hanya membuat kita terlihat seperti orang bodoh yang tidak bermoral, dan kita akan kehilangan orang-orang di sekitar kita jika kita terlibat dalam narsisme.

Kemudian, dalam 1 Samuel, Abigail mengirimkan David dan anak buahnya perbekalan dan Abigail menjadi istri Daud. Karena narsisme dan perilaku jahat Nabal, ia kehilangan pasangannya. Oleh karena itu, kita harus menjauhkan diri dari menjalani kehidupan narsis seperti yang dialami Nabal karena hanya membuat orang lain menjauh. Tidak ada yang ingin berada di sekitar atau berteman dengan seseorang yang narsis. Jangan sekali-kali kita memperlakukan orang lain seolah-olah mereka berada di bawah kita.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

3. Nebukadnezar

Raja Babel yang memerintah dari tahun 605 SM hingga 562 SM ini adalah seorang yang egois dan selalu berpikir bahwa dirinya lebih baik daripada orang lain. Bahkan dia menganggap dirinya lebih tinggi dari Tuhan. Dia menolak mengakui Tuhan dan terus membanggakan dirinya sebagai pemimpin tertinggi.

Akibat kesombongan dan narsismenya, Tuhan mengutuk Nebukadnezar menjadi seperti binatang buas sampai dia mengakui bahwa Tuhan benar-benar ditinggakan sebagai Tuhan Yang Mahatinggi (Daniel 4: 1-35).

Setelah menjadi seperti binatang, Nebukadnezar akhirnya mengakui Tuhan sebagai yang paling Tinggi, dan Tuhan mengembalikannya ke pikirannya yang waras. Kita dapat belajar melalui narsisme Nebukadnezar bahwa cara hidup yang benar adalah dengan merendahkan diri dan menyerahkan hidup kita kepada Tuhan.

Kita tidak boleh percaya diri kita lebih tinggi dari Tuhan dan kita juga tidak boleh bertindak angkuh melawan Tuhan. Nebukadnezar adalah contoh sempurna dari seorang narsisis yang kehilangan segalanya karena narsismenya. Sebagai orang Kristen, kita dapat belajar dari perilaku buruknya dan menghindari kesalahan yang sama seperti Nebukadnezar.

 

4. Setan

Karakter Alkitab narsistik keempat yang dapat kita pelajari adalah Setan. Setan telah ada sejak lama, mencoba membuat manusia menjadi kacau dan jatuh. Dia adalah ular di Taman Eden yang menggoda Hawa untuk memakan buah (Kejadian 3:1-24). Sampai hari ini, Setan ingin semua orang menyembah dan mengikutinya daripada Tuhan. Kejahatan, keburukan, dan dosa adalah aspek inti dari seluruh keberadaan Setan. Dia tidak peduli dengan siapa pun kecuali dirinya sendiri.

 

BACA JUGA: 3 Pelajaran Penting dari Zipora, Istri Sekaligus Penolong Musa Dalam Menyelamatkan Israel

 

Kita bisa belajar banyak dari Setan dan sikap narsisnya. Salah satunya, kita tidak perlu meniru perilakunya karena hanya merugikan diri kita sendiri, orang lain, dan Tuhan. Setan akan menggunakan, memanipulasi, dan menyalahgunakan siapa pun untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Sebagai orang Kristen, kita perlu mengambil sikap melawan rencana iblis (Efesus 6:10-18), tetapi kita juga harus memastikan bahwa kita tidak bertindak dengan cara yang tidak jujur ​​dan menipu. Setan ingin kita mengikuti cara hidupnya yang narsis karena dia tahu itu akan menjauhkan kita dari Tuhan dan orang-orang yang kita kasihi. Kita dapat belajar dari Setan pentingnya mengikuti Tuhan dan menjauhi kejahatan.

Di masa depan, Setan akan dilemparkan ke dalam lautan api bersama dengan iblis-iblisnya, antikristus, nabi palsu, dan semua orang yang menolak Kristus (Wahyu 20:10). Ini adalah hukuman karena berpikir kita lebih baik dari Tuhan dan bahwa kita tidak membutuhkan-Nya. Sebagai manusia, kita perlu belajar dari narsisme Setan agar kita tidak membuat kesalahan besar yang sama dengan percaya bahwa kita tidak harus melayani Tuhan atau menaatinya. Ini adalah bisnis yang berbahaya ketika kita berpikir kita harus mengikuti diri kita sendiri daripada Tuhan.

 

Ini hanya empat karakter narsistik Alkitab yang dapat kita pelajari, namun masih banyak lagi di seluruh Alkitab. Sebagai orang Kristen, kita perlu dididik tentang narsisme dan bahaya yang menyertai cara berpikir dan hidup ini. Narsisme dapat menyebabkan kita melakukan hal-hal yang buruk, seperti berbohong, memanipulasi, bahkan membunuh orang lain untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Sebagai orang Kristen, kita perlu menjauhkan diri dari perilaku narsis dan sebaliknya merendahkan diri di hadapan Tuhan dan sesama. Kehidupan narsis tidak membawa kemuliaan bagi Tuhan, tetapi kehidupan cinta, kasih sayang, dan pelayanan kepada-Nya membawa kemuliaan yang ada pada nama Tuhan yang kudus.

 

Kamu merasa terberkati dengan Artikel ini? Bagikan artikel ini agar kamu juga bisa menjadi berkat!

Terus dukung jawaban.com memproduksi konten-konten yang memberkati lainnya dengan menjadi Mitra CBN! Mari kita bersama-sama menjadi berkat bagi banyak orang! Daftarkan diri Anda sekarang juga melalui tombol di bawah ini:

 

DAFTAR MITRA CBN

Sumber : iBelieve
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami