Ketika Gereja Menyakitimu, Pulihkanlah Dirimu Dengan Cara Ini
Sumber: infobanknews

Kata Alkitab / 17 June 2022

Kalangan Sendiri

Ketika Gereja Menyakitimu, Pulihkanlah Dirimu Dengan Cara Ini

Claudia Jessica Official Writer
3137

Apakah kamu pernah mendapati orang yang terhilang dari gerejamu? Mungkin teman dia adalah teman dekatmu, mungkin jemaat di gerejamu, bahkan mungkin kamu sendiri yang memilih untuk pergi meninggalkan gereja.

Pengalaman yang menyakitkan, kesalahpahaman hingga pelecehan adalah hal nyata yang mungkin saja terjadi dalam lingkungan gereja. Kamu harus tahu bahwa ketika kamu bergumul dengan masalah seperti ini, hati Tuhan sedang hancur.

Jika kamu bergumul dengan rasa sakit akibat tindakan seorang pemimpin gereja, atau sesama anggota gereja, alangkah baiknya untuk mengingat bahwa kamu tidak sendirian menghadapi masalah ini. Yesus ingin membantu kamu untuk sembuh.

Sekalipun kamu tidak dapat menghapus ingatan buruk yang kamu alami, kamu bisa memilih untuk tidak membiarkannya mengekang dirimu. Kamu dapat menerima kesembuhan dan mengalami berkat menjadi bagian dari keluarga gereja yang sehat sekali lagi.

Musuh ingin kamu terjebak dalam rasa sakit dan menyerah pada gereja, namun Tuhan ingin memberimu pemulihan dan penyembuhan. Cobalah beberapa cara berikut untuk menerima kesembuhan emosional yang Tuhan ingin berikan dalam hidupmu:

 

1. Terimalah perasaanmu, dan ampuni dengan kekuatan dari Tuhan

Dalam proses penyembuhan, salah satu hal terbesar yang dapat dilakukan adalah memilih untuk mengampuni. Langkah pertama untuk mengampuni adalah dengan mengetahui bahwa perasaanmu sepenuhnya valid.

Jika gereja menyakitimu dengan kemunafikan, legalisme, pengkhianatan, dan lainnya, hal tersebut bukanlah rencana Tuhan. HatiNya hancur bersama denganmu. Namun kamu tidak harus menahan rasa sakit ini. Ada hal supernatural untuk melepaskan rasa sakit. Syukurlah Tuhan ingin dan berharap kita untuk mengandalkan bantuan-Nya.

Markus 11: 25 “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

Dalam ayat ini Yesus mendorong pengampunan dalam hal berdoa. Ketika kita sanggup mengampuni ketika daging mengatakan tidak, itu berasal dari kekuatan ketika kita berada dalam persekutuan dengan Tuhan melalui doa. Kita yakin bahwa Dia akan menjawab dan memberikan ketika kita percaya dan berdoa untuk ini. (Ayat 24)

 

BACA JUGA: Begini Cara Responi Anak yang Menolak Pergi ke Gereja

 

Jika kamu bergumul dengan pengampunan, berdoalah agar Tuhan membantu kamu untuk mengampuni. Ketika kita mengungkapkan keinginan untuk melakukan apa yang Dia inginkan, Dia akan memberi kita kemampuan untuk melakukannya.

Memilih untuk mengampuni adalah kesempatan untuk menjadi seperti Kristus dan mempengaruhi orang-orang di sekitar secara positif.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

2. Melindungi dari kepahitan

Ibrani 12: 15 “Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”

Ayat di atas mengatakan bahwa sikap tidak mengampuni itu seperti meminum racun dan menunggu orang lain mati. Kepahitan adalah racun yang dapat membunuhmu secara fisik. Tidak hanya meningkatkan konflik dan menambah rasa sakit emosional, dalam penelitian medis, kepahitan menunjukkan bahwa kemarahan yang tidak terselesaikan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti sistem kekebalan yang lemah, kapasitas paru-paru yang rusak, hingga penyakit jantung koroner.

Memilih untuk merenungkan amarah yang kamu rasakan, bergosip kepada jemaat lain tentang apa yang terjadi kepadamu, atau berharap orang yang menyakitimu merasakan kesakitan adalah bukti dari kepahitan.

Di sisi lain, berbicara kepada konselor profesional, tidak berharap orang lain sakit, dan berdoa memohon pertolongan Tuhan dalam menolak kepahitan adalah hal-hal dapat membuatmu melangkah ke dalam proses penyembuhan.

Tidak merasakan pahit bukan berarti kamu baik-baik saja. Kepahitan adalah akar yang dapat terus bertumbuh, namun kamu bisa menghentikannya dengan fokus pada kebaikan Tuhan, penyediaan Tuhan, dan keselamatan Tuhan, daripada pada mereka yang menyakitimu.

Ingatlah ayat ini untuk menjaga pikiranmu, Filipi 4: 8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

 

3. Belas kasih

Roma 12: 14 “Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!”

Untuk memulai mengasihi orang-orang yang menyakiti adalah dengan berdoa untuk mereka. Hal ini memungkinkan bagi kita untuk mundur dan melihat dari situasi dan sudut pandang yang berbeda. Jika kamu disakiti oleh seorang pemimpin gereja, pertimbangkanlah fakta bahwa banyak orang yang memasuki dunia pelayanan karena mereka mencintai orang lain dan ingin membantu mereka.

Apakah para pemimpin gereja itu sempurna? Tidak. Mereka juga manusia biasa dan pelaku dosa sama seperti kita semua, mereka layak mendapatkan belas kasihan seperti kita.

 

4. Lihat hatimu

Mazmur 139: 23-24 “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”

Ketika menghadapi konflik atau situasi emosional, adalah sifat manusia untuk berasumsi bahwa kita 100% benar dan pihak lain 100% salah, tetapi kenyataannya tidak demikian. Sekecil apapun jika kita mampu melihat dari sudut pandang lain, kita bisa belajar dan bertumbuh dari situasi yang kita hadapi dan membantu proses penyembuhan.

Ketika kamu memilih untuk berdoa daripada marah, artinya reaksi dan tindakanmu telah berubah. Jika kamu terbuka, Tuhan dapat menerangi tindakan apa pun yang tidak menghormati-Nya atau menambah atau meningkatkan konflik. Bukan untuk mengatakan bahwa kamu pantas untuk dianiaya atau disakiti, melainkan bahwa Tuhan dapat menggunakan keadaan sulit itu untuk membantumu bertumbuh menjadi lebih seperti Dia.

Mengevaluasi peran secara jujur ​​dalam suatu situasi memungkinkan kamu juga mengeksplorasi peristiwa menyakitkan secara emosional di masa lalu yang mungkin belum pernah sembuh sepenuhnya. Jika rasa sakit emosionalmu saat ini tampak luar biasa dan tidak mungkin untuk dilalui, itu mungkin berasal dari tempat penolakan atau pelecehan dari masa lalumu yang masih memengaruhimu.

Tuhan tidak hanya ingin menyembuhkan rasa sakit emosional yang kamu geluti sekarang tetapi Dia juga ingin menyembuhkan rasa sakit dan sakit hati dari masa lalumu yang masih sakit jauh di dalam jiwamu.

 

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami