Teruntuk Suami, Kasihilah Istrimu dengan Segenap Hatimu

Relationship / 16 June 2022

Teruntuk Suami, Kasihilah Istrimu dengan Segenap Hatimu

Claudia Jessica Official Writer
535

Gak sedikit ibu-ibu yang kewalahan mengurus pekerjaan rumah sambil mengasuh anak. Apalagi ibu yang bekerja. Gak kebayang, setelah capek kerja, masih harus momong anak dan mengurus pekerjaan rumah setelah pulang kerja. Keren banget ya peran yang dijalankan seorang ibu?

Beberapa suami mungkin mau-mau saja ketika diminta tolong oleh istri untuk membantu. Tapi, apakah itu adalah upaya terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menolong istri?

Masyarakat kita masih lengket dengan stereotip “pekerjaan rumah dan mengurus anak adalah tugas istri”. Dikutip dari iBelieve.com, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The Atlanctic mengungkapkan bahwa perempuan melakukan pekerjaan rumah dua kali lipat lebih banyak daripada pria.

Penelitian ini mencatat keterlibatan pria dalam pekerjaan rumah tangga dan merawat anak. Pertanyaannya, apakah pria memiliki panggilan untuk menjaga anak dan melakukan pekerjaan rumah?

Jawabannya adalah, ya! Pria juga dipanggil untuk menjaga anak dan melakukan pekerjaan rumah. Mengapa demikian?

 

1. Menumbuhkan ikatan pernikahan

Memberikan kejutan bagi istri adalah hal yang bagus. Namun, hal tersebut tidak akan berarti apabila istri masih merasa kesal atau marah ketika melakukan pekerjaan rumah yang menumpuk, sedangkan Anda hanya duduk atau berbaring di sofa sambil memainkan ponsel.

Perempuan memiliki kebutuhan emosional yang mendalam dan yang paling utama adalah kasih sayang. Tunjukkanlah kasih sayang Anda kepada istri dan biarkan dia mengetahui bahwa Anda peduli melalui tindakan. Ketika kebutuhan emosional perempuan terpenuhi, dia akan merasa dicintai, dilindungi, dihibur, dan merasa aman dalam pernikahannya.

Menjaga anak dan membantunya melakukan pekerjaan rumah dapat membuatnya merasa tidak sendiri.

 

BACA JUGA: Ini Lho 4 Gaya Hidup Daud yang Bisa Anak Teladani

 

2. Kita dipanggil untuk melayani satu sama lain

“Dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:27-28)

Tuhan meminta kita untuk menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan kita sendiri (Filipi 2: 3-4). Yesus menyatakan bahwa Dia datang untuk melayani, bukan dilayani. Anak Tuhan (yang setara dengan Tuhan) memilih sifat seorang hamba.

Banyak pria merasa mereka memiliki otoritas tertinggi di rumah mereka. Pria ingin diakui sebagai pemimpin rumah tangga mereka. Bagaimanapun, Kristus mengajarkan kita cara yang berbeda, Dia mengajarkan kita untuk melayani satu sama lain.

Sebagai suami, mungkin Anda merasa pekerjaan tertentu merendahkan diri Anda. Tapi apa yang Yesus contohkan? Dalam Yohanes 13, kita melihat Yesus membasuh kaki murid-muridNya hingga membuat Simon Petrus bingung.

Mengganti popok anak atau membersihkan kamar mandi, tidak ada pekerjaan rumah yang “lebih rendah” maupun “lebih tinggi”.

 

3. Suami dipanggil untuk mencintai istrinya dengan berkorban

“Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginyam” (Efesus 5:25).

Yesus dan gereja diibaratkan sebagai mempelai pria dan mempelai perempuan. Yesus sangat mengasihi gereja hingga Dia rela mengorbankan hidupnya dengan mati kayu salib untuk menebus mempelai-Nya. Yesus memberikan blueprint kepada para suami tentang bagaimana mereka seharusnya mencintai istri mereka dengan pengorbanan.

Mencintai istri Anda artinya bersedia memenuhi kebutuhannya bahkan ketika Anda tidak menginginkannya, menempatkan kepentingannya di atas kepentingan Anda.

Apakah mengawasi anak-anak dan membersihkan rumah membuatnya merasa dicintai? Tentu saja.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA -->

Sumber : iBelieve
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami