Dari Salib Sampai Pentakosta

Kata Alkitab / 15 June 2022

Dari Salib Sampai Pentakosta

Gideon Budiyanto Contributor
398

Peristiwa kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus merupakan inti dari Kekristenan. Melalui peristiwa ini, umat manusia yang percaya kepada-Nya ditebus dari dosa dan diselamatkan serta menerima kehidupan kekal bersama-Nya.

Setelah kebangkitan, Tuhan Yesus berulang kali menampakkan diri-Nya kepada para murid selama 40 hari (Kisah Para Rasul 1:3) untuk membuktikan bahwa Dia hidup seperti yang pernah dikatakan-Nya kepada mereka. Kemudian, Tuhan Yesus lalu naik ke surga setelah sebelumnya berpesan kepada para murid agar tetap tinggal di Yerusalem untuk menantikan janji Bapa supaya mereka semua diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi (Lukas 24:49 / Kisah Para Rasul 1:4).

Ketika hari raya Pentakosta tiba, banyak orang percaya berkumpul pada suatu tempat dan saat itulah Roh Kudus dicurahkan sehingga mereka semua bisa berbahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh kepada mereka (Kisah Para Rasul 2: 1-13). Peristiwa pencurahan Roh Kudus ini menandakan lahirnya gereja Tuhan yang mempunyai kuasa untuk memberitakan Injil kepada semua bangsa.

Jika kita mencermati pemahaman mengenai hari raya Pentakosta tidak bisa terlepas dari pandangan umum yang biasanya hanya mengaitkan hari raya itu dengan hal-hal yang berhubungan dengan kepenuhan Roh Kudus dalam diri setiap orang percaya dan karunia berbahasa lidah.

 

Tetapi, apakah hanya seperti itu arti dari hari raya Pentakosta?

Peristiwa pencurahan Roh Kudus di Yerusalem tentu tidak bisa dilepaskan dari peristiwa Paskah yaitu ketika Yesus Kristus disalib untuk menebus dosa manusia. Karya keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus mencapai puncaknya ketika terjadi peristiwa salib di Golgota.

Namun rupanya, karya keselamatan Kristus bagi manusia tidak berhenti hanya sampai Golgota tetapi masih terus berlanjut bahkan sampai saat ini. Hal ini persis seperti yang dikatakan oleh Yesus bahwa Ia tidak akan meninggalkan para murid-Nya sebagai yatim piatu, oleh sebab itu, Ia mengutus Roh Kudus (Yohanes 14: 15-18). Tuhan Yesus masih tetap melakukan karya keselamatan melalui Roh Kudus-Nya di muka bumi.

 

Apa artinya?

Roh Kudus yang diutus ke dalam dunia memiliki tugas-tugas yang sedang dikerjakan-Nya sejak dulu sampai sekarang. Dalam Injil Yohanes, Tuhan Yesus menerangkan tentang tugas yang akan dikerjakan oleh Roh Kudus setelah kenaikan-Nya ke Surga.

• Menginsafkan dunia akan dosa (Yohanes 16:8a -9)

Dosa itu bukan hanya soal hal-hal yang bertentangan dengan moral manusia seperti membunuh, mencuri, berbohong dan lain sebagainya. Dosa itu merupakan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah meski mungkin dunia tidak menganggapnya sebagai sebuah kesalahan jika manusia tidak mematuhi kehendak Allah asalkan tetap memiliki standar moral yang baik sebagai seorang manusia.

Paulus juga pernah menulis mengenai dosa dalam Roma 14:23b bahwa segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman juga adalah dosa. Kehendak Allah bagi seluruh manusia adalah percaya kepada Kristus (Yohanes 6:29). Dalam kepercayaan kita kepada Kristus maka kita bisa menaruh iman kita kepada-Nya dan kalau kita beriman kepada Kristus maka kita akan dapat melakukan kehendak-Nya serta berkenan kepada Bapa.

Dan jikalau manusia tidak percaya kepada Kristus maka sesungguhnya ia telah berdosa kepada Allah karena tidak mengikuti kehendak-Nya. Oleh sebab itu maka Roh Kudus hadir di bumi untuk mengingatkan dan menyadarkan seluruh umat manusia bahwa ketidakpercayaan kepada Kristus adalah dosa serta akan mengakibatkan hukuman kekal.

Dengan kata lain, Roh Kudus masih melakukan karya keselamatan Kristus dengan menginsafkan dunia akan dosa yang hanya bisa ditebus oleh salib Kristus sehingga seluruh umat manusia yang percaya kepadaNya dapat diselamatkan dan mendapatkan kehidupan kekal.

 

• Menginsafkan dunia akan kebenaran (Yohanes 16:8b, Yohanes 16:10)

Ada banyak kebenaran yang diyakini oleh setiap manusia, entah apakah itu sudah teruji, setengah teruji atau bahkan belum teruji sama sekali. Sebuah kebenaran yang sudah teruji, baik oleh fakta atau pun bukti-bukti pendukung lainnya, bisa dipastikan bahwa memang itu adalah sebuah kebenaran.

Tetapi apabila sebuah kebenaran yang baru setengah teruji atau bahkan belum teruji sama sekali tetapi tetap dianggap sebagai sebuah kebenaran akan menjadi lain cerita. Hal ini tentu akan sangat membahayakan apalagi jika sudah telanjur di sebar luaskan sebagai sebuah kebenaran.

Kita tentu sudah pernah membaca atau mendengar berita-berita yang mengangkat isu mengenai korban yang diakibatkan oleh berita hoax, sangat menyedihkan. Kita pasti tidak mau terjebak dalam sebuah kebenaran yang palsu, oleh sebab itu, segala hal yang kita percaya harus dapat diuji kebenarannya.

Tuhan Yesus Kristus adalah kebenaran (Yohanes 14:6) dan kebenaran-Nya telah teruji. Dari kitab-kitab di Perjanjian Lama yang menubuatkan tentang kedatangan-Nya semua telah digenapi dengan sangat detail. Sejarah juga mencatat tentang keberadaan-Nya di bumi dan juga orang-orang yang rela mengorbankan diri mereka untuk tidak menyangkal-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat membuktikan bahwa Tuhan Yesus sungguh hidup dan berkuasa.

Roh Kudus hadir di bumi untuk menyadarkan hal ini kepada seluruh umat manusia bahwa Yesus Kristus adalah kebenaran. Dengan kenaikan-Nya ke Surga kepada Bapa dan dapat disaksikan oleh banyak orang membuktikan bahwa memang Dia berasal dari Bapa dari sejak awal mula.

Peran serta Roh Kudus untuk mewartakan kebenaran Kristus menunjukkan bahwa karya keselamatan belum berhenti melainkan masih tetap berlangsung terutama bagi mereka yang belum mengenal kebenaran sampai seluruh lidah mengaku dan lutut bertelut menyembah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat manusia.

 

• Menginsafkan dunia akan penghakiman (Yohanes 16:8c & Yohanes 16:11)

Banyak orang merasa depresi ketika melewati masa-masa pandemi COVID-19 waktu lalu. Masa depan sepertinya sudah tidak ada dan terlihat suram, tidak ada harapan. Di sisi lain ada juga orang-orang yang ketergantungan obat-obat terlarang hanya untuk pelarian dari segala beban pikiran dan mental yang selama ini ditanggungnya.

Selain itu, dosa-dosa juga semakin merajalela. Berita tentang pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, dan lain-lain sepertinya sudah menjadi santapan sehari-hari sehingga saat kita mendengar atau membaca tentang hal itu sudah tidak heran atau bertanya-tanya lagi.

Dunia memang sedang menuju kepada kehancuran dalam nilai-nilai spiritual dan moral meski dalam bidang teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Manusia sepertinya sedang dibutakan oleh kuasa kegelapan sehingga tidak bisa melihat bahwa kemajuan teknologi semata tanpa diikuti oleh perbaikan akhlak akan menjadikan hati manusia menjadi tumpul.

Roh Kudus hadir di bumi untuk menyadarkan manusia bahwa Iblis dengan segala tipu dayanya itu sebenarnya sudah dihakimi dan dihukum oleh Tuhan Yesus dengan kemenangan-Nya atas maut dan kematian. Dengan demikian, manusia bisa terlepas dari jerat Iblis dan mengikuti kehendak Tuhan dan tidak lagi berbuat dosa atau hal-hal yang jahat. Hanya melalui darah Kristus dan percaya kepadaNya, manusia bisa ditebus dari dosa dan alam maut sehingga Iblis tidak lagi berkuasa atas kehidupannya.

Roh Kudus juga menyadarkan manusia bahwa penghakiman ada di tangan Yesus Kristus sehingga tidak lagi perlu merasa takut akan segala intimidasi baik dari pikiran, masa lalu dan ketakutan akan masa depan karena Tuhan Yesus lah yang menentukan segalanya.

Dengan iman kita bisa percaya bahwa bersama dengan Tuhan Yesus maka selalu akan ada harapan.

 

Semua karya tulis yang dibuat oleh contributor adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Halaman :
1

Ikuti Kami