Hidup untuk Melayani atau Melayani untuk Hidup?

Hidup untuk Melayani atau Melayani untuk Hidup?

Naomi Irmadiana Contributor
      862

Galatia 1:10
Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia. Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

 

Bacaan Setahun : Amsal 10; Yohanes 20; Kidung Agung 4-6

Judul diatas merupakan konsep yang hampir mirip tetapi memiliki arti yang sangat berbeda. Saya mengategorikan para pelayan Tuhan itu ada dua model atau jenis.

Yang pertama adalah para pelayan yang melayani untuk hidup. Orang yang melayani untuk hidup adalah orang yang melayani Tuhan agar dia bisa makan, punya pekerjaan, punya uang untuk menyambung hidupnya. Tipe ini seolah-olah melayani Tuhan tetapi sesungguhnya yang dia layani adalah dirinya sendiri. Dia akan melakukan segala macam cara agar mampu bertahan hidup. Tuannya adalah hidupnya, dia hamba dari hidupnya, perutnya, nafsunya dan dirinya sendiri.

Yang kedua, adalah para pelayan yang hidup untuk melayani. Ini adalah tipe orang yang memang memberi dirinya untuk melayani Tuhan. Tuhanlah yang menjadi tuannya, sehingga ia melakukan apapun agar menyenangkan Tuhan.

Dua model diatas sangat sulit dibedakan tetapi sangat bertolak belakang. Hari ini saya mengajak setiap kita untuk merefleksikan diri kita. Kira-kira kita masuk yang mana dalam pelayanan kita?

Bisa saja awalnya kita melayani Tuhan dengan tulus, hidup kita untuk melayani tetapi dengan berjalannya waktu, hati kita mulai bergeser, motivasi kita mulai berubah akhirnya kita melayani hanya untuk hidup. Saudaraku, mari kita kembali lagi pada jalan Tuhan. Mari kita melayani Dia dengan tulus dan motivasi yang benar. Tuhan memberkati.

 

Renungan ini dibuat oleh Naomi Irmadia. 

 

Ikuti Kami