Kesetiaan Tuhan Menjadi Kekuatan Kita
Kalangan Sendiri

Kesetiaan Tuhan Menjadi Kekuatan Kita

Hilda Tri lestari Contributor
      714

Amsal 3: 3

“Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu.”

 

Bacaan Alkitab setahun : Mazmur 142; Yohanes 2; 2 Samuel 11-12

Dalam mengikut Tuhan, dibutuhkan ketaatan. Mungkin kita bisa taat untuk melakukan kehendak-Nya pada suatu perkara, tapi pada masalah lainnya, bisa saja kita tidak melakukannya. Kita harus belajar untuk setia dalam melakukan ketaatan tersebut, seperti yang Tuhan ajarkan kepada kita melalui buah Roh pada Galatia 5 : 22-23. Karena kesetiaan adalah level tertinggi dari sebuah ketaatan. Kesetiaan membentuk karakter kita sesuai yang diinginkan Tuhan.

Tuhan adalah teladan kesetiaan kita, "Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya." (2 Tim 2:13). Tuhan tidak bisa menyangkal kesetiaan dari diri-Nya sendiri karena kesetiaan itu melekat dalam-Nya. Sebagai manusia, kita memang memerlukan proses untuk setia dalam melakukan ketaatan. Saat kita gagal dalam menaati perintah Tuhan, kita harus terus bangkit sampai mampu setia melakukan perintah-Nya dan karakter Kristus itu menjadi bagian dari hidup kita.

Oleh karenanya, mari kita setia melakukan kehendak Tuhan mulai saat ini. Walaupun sempat gagal, janganlah putus asa, kita harus bangkit lebih dari sebelumnya dengan mengandalkan kekuatan yang telah Tuhan limpahkan bagi kita.

Jika Anda diberkati melalui renungan ini, silahkan bagikan apa yang Anda dapatkan kepada orang lain agar mereka juga bertumbuh bersama dalam Tuhan. 

 

Renungan ini dibuat oleh Hilda Tri Lestari.

Ikuti Kami