Nilai Hidup

Spirituality / 21 May 2022

Kalangan Sendiri

Nilai Hidup

Liana M. Tapalahwene Contributor
419

Kehidupan setiap kita adalah berbicara mengenai nilai, yakni sesuatu yang sangat berharga dan yang penting, karena menyangkut keyakinan, prinsip dan pedoman yang bersifat material dan spiritual. Nilai kehidupan juga berbicara mengenai sesuatu yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang.

“Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau.” (Yesaya 43:4a)

Ketika Tuhan memandang kita begitu berharga, lantas mengapa kita memandang rendah nilai dari kehidupan kita? Satu lirik pujin berikut ini mengingatkan kita akan nilai keberhargaan hidup kita.

 

Hidupmu berharga bagi Allah

Tiada yang tak berkenan di hadapanNya

Dia ciptakan kau sturut gambarNya

Sungguh terlalu indah kau bagi Dia

 

Dia berikan kasihNya bagi kita

Dia tlah relakan segala-galanya

Dia disalib tuk tebus dosa kita

Karna hidupmu sangatlah berharga

 

Buluh yang terkulai takkan dipatahkanNya

Dia kan jadikan indah sungguh lebih berharga

Sumbu yang tlah pudar takkan dipadamkanNya

Dia kan jadikan terang untuk kemuliaanNya

 

Ketika Tuhan dengan tegas menyatakan ungkapan kebenaran bahwa kehidupan kita begitu berharga dan mulia di mataNya, ini merupakan dasar bagaimana kita memandang dan memperlakukan hidup kita dengan sebaik-baiknya. Memang tidaklah mudah untuk menaklukkan rasa kedagingan dan keberhargaan keegoisan kita untuk tunduk pada tuntunan kuasa RohNya yang kudus, namun setiap kita diberi hikmat dan pengertian untuk memahami kuasa kasih dan kehendakNya.

Marilah kita hidup dengan terus memandang pada karya pengorbananNya yang mulia, sehingga hati kita takluk dan kita dimampukan untuk dapat melihat dan memahami posisi keberadaan kita sebagai manusia yang memiliki nilai di hadapan Dia Sang pencipta kehidupan kita. Teruslah berkarya dalam kemerdekaan, dan jadilah pembuat sejarah pewarta Injil kasih karunia Allah Bapa. Tuhan Yesus memberkati.

 

 

Semua karya tulis yang dibuat oleh contributor adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Halaman :
1

Ikuti Kami