Ingin Jadi Sahabat Terbaik, Hindari 6 Perilaku Teman Ayub Ini

Ingin Jadi Sahabat Terbaik, Hindari 6 Perilaku Teman Ayub Ini

Lori Official Writer
328

Anda pasti tahu rasanya jatuh tapi ditendang juga. Mungkin Anda mengenal seseorang yang pernah mengalami kondisi menyedihkan, lalu orang-orang mulai menilai jika ada perilakunya yang mungkin menjadi penyebab kondisi tersebut.

Tahukah Anda, di Alkitab hal ini jelas terjadi. Kita bisa menemukannya lewat perilaku teman-teman Ayub ketika dia kehilangan semua harta benda, keluarga dan juga kesehatannya. Mereka mulai menyalahkan Ayub dan menilai bahwa tindakannyalah yang menyebabkan penderitaan yang dia alami.

Sayangnya, perilaku menyudutkan tersebut dipatahkan oleh pernyataan di dalam Alkitab bahwa penderitaan yang dialami Ayub sesungguhnya diizinkan Tuhan sebagai bentuk ujian imannya (Ayub 1: 6-11).

Ketiga teman Ayub, Elifas, orang Teman, dan Bildad, orang Suah, serta Zofar, orang Naama, yang mendatangi dia sebenarnya berusaha untuk membantu. Tetapi caranya mungkin kurang tepat.

“Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.” (Ayub 5: 17-18) 

 

Baca Juga: 20 Ayat Alkitab Terbaik Tentang Persahabatan

 

Tentu saja saat itu mereka tidak tahu skenario yang dirancang oleh si iblis untuk menguji iman Ayub, karena itulah mereka mengira jika kemalangan yang dialami Ayub besar kemungkinan adalah teguran dari Tuhan.

Sekalipun Anda melakukan kesalahan dan ditimpa kemalangan, tentunya Anda juga tidak ingin mendengar nasihat semacam ini bukan? Orang lain tidak tahu persis apa yang sedang Anda hadapi, karena itu sudah seharusnya kita tidak cepat menilai atau mengatakan sesuatu yang belum tentu kebenarannya.

Jika Anda ingin dianggap sebagai sahabat terbaik, hindarilah melakukan 6 perilaku seperti yang dilakukan teman-teman Ayub ini.

1# Jangan cepat menilai, karena kemungkinan Anda tidak tahu kondisi yang sebenarnya terjadi

Anda mungkin berpikir bahwa Anda punya informasi yang cukup atau bisa menyimpulkan sesuatu yang tampaknya sangat masuk akal. Tetapi orang terdekat yang sedang menghadapi masalah bahkan mungkin tidak mengerti kenapa kondisi tersebut menimpa dirinya.

Cepat menyimpulkan sesuatu bisa berujung tuduhan yang bukan saja tidak berdasar tetapi juga melukai hati.

“Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu.” (Amsal 29: 20)

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Matius 7: 1-2)

 

Baca Juga: Maukah Kamu Jadi Sahabat Terbaik Yesus Seperti Yohanes?

 

2# Ingatlah bahwa kata-kata dan tindakan Anda bisa berakibat fatal

Situasi yang dialami salah seorang teman atau orang terdekat Anda mungkin terlihat sangat menyedihkan. Tetapi buru-buru menilai dan menyimpulkan tentang apa yang harus atau tidak harus dilakukan supaya kondisi itu tidak terjadi bisa membuatnya semakin tertekan dan tenggelam dalam depresi dan rasa putus asa. 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami