Di Hari Doa Nasional, Pendeta Amerika Serukan “Kami Bangsa yang Membutuhkan Pemulihan”

News / 9 May 2022

Kalangan Sendiri

Di Hari Doa Nasional, Pendeta Amerika Serukan “Kami Bangsa yang Membutuhkan Pemulihan”

Claudia Jessica Official Writer
823

Amerika Serikat saat ini sangat membutuhkan kebangunan rohani. Selama siaran Hari Doa Nasional, para pemimpin Kristen berdoa agar Tuhan menyembuhkan perpecahan dan mengirimkan kebangkitkan rohani ke seluruh negeri.

“Kami adalah bangsa yang membutuhkan pemulihan,” Troy Brewer, pendeta dari Gereja Pintu Terbuka di Burleson, Texas.

“Kamu hancur dalam banyak hal. Tetapi solusinya tidak akan datang dari politisi atau partai politik atau ideologi baru atau rencana ekonomi yang berbeda atau kebijakan internasional yang berbeda. Kami percaya Tuhan untuk perubahan, dan hal itu akan terjadi karena doa-doa umat Allah,” kata Brewer dalam siaran Hari Doa Nasional kepada semua penonton daring. “Doa kita, itu akan membuat pergerakan.”

Siaran selama 90 menit lebih yang disponsori oleh National Day of Prayer Task Force dan Pray.com itu menampilkan berbagai kelompok pendeta, pemimpin, dan orang-orang yang mampu memberikan pengaruhnya.

Penulis sekaligus pembicara Joni Eareckson Tada mengatakan bahwa Tuhan, “Tidak hanya menyetel hatinya atau mendengar doa dan permohonan kita, tetapi Dia benar-benar mengundang kita untuk bermitra dengan-Nya untuk memajukan kerajaan-Nya melalui doa-doa kita.”

Seniman hip-hop Lecrae mencatat bahwa Alkitab menyebut umat Allah sebagai “bait” Allah.

“Di zaman dulu, bait Allah adalah satu-satunya tempat dimana Roh Tuhan berdiam. Dengan kuil fisik itu, struktur yang dibangun, dan diruntuhkan. Tapi sekarang kita adalah kuil tempat Roh Tuhan bersemayam sehingga kita dapat mengakses hadirat Tuhan pada saat tertentu,” kata Lecrae.

Penyanyi Matthew West mengingatkan bahwa “Tuhan mendengar kita ketika kita berdoa.”

“Dia ingin kita memanggil nama-Nya. Jika kita melakukannya, Dia berjanji untuk menyembuhkan tanah kita,” kata West.

Penulis dan penginjil Anne Graham Lotz menganalogikan doa dengan bernafas. “Jika kita menahan napas (terlalu lama) kita bisa mati. Pernapasan bagi saya secara fisik, doa bagi saya secara rohani. Tanpa doa, saya tidak memiliki kehidupan rohani, katanya.

“Doa menceritakan harapan, impian, aspirasi, ketakutan, dan kerinduan saya kepada Tuhan,” lanjutnya.

Sam Rodriguez, pendeta utama dari New Season Church in Sacramento, California dan presiden National Hispanic Christian Leadership Conference mengatakan Amerika sedang berdarah, tetapi Tuhan dapat menyelamatkannya.

“Bangsa ini terluka oleh kecemasan, ketakutan, dan perubahan oleh relativisme moral, dekadensi budaya oleh ideologi dan konstruksi sosial yang bertentangan dengan Firman dan kehendak Tuhan,” katanya dalam doanya. “Sembuhkanlah luka kami, Engkau pernah melakukannya. Kami meminta Engkau untuk melakukannya lagi.”

Pastor AR Bernard, pendeta dari Christian Cultural Center in Brooklyn, New York menyebut doa sebagai akses kepada Tuhan.

“Doa mengangkat hati dan pikiran kita kepada Tuhan. Ketika kita ingin berdoa dan menceritakan keadaan kita kepada Tuhan, seringkali kita terjebak di dalam masalah tersebut sehingga kita tidak bisa melihat dengan jelas. Doa akan segera mengangkat kita dan membawa kita ke udara sehingga kita bisa melihat gambaran yang lebih jelas, dan kita bisa melihat semuanya cocok dengan rencana yang lebih besar.”

Bernard menambahkan doa adalah karunia yang luar biasa karena selain menjadi “kemampuan untuk berbicara kepada Tuhan,” doa juga untuk mengetahui kita didengar oleh-Nya.

Sumber : christianheadlines
Halaman :
1

Ikuti Kami