Jadi Teladan Bagi Ibu-ibu, Inilah 9 Sosok Ibu yang Luar Biasa di Alkitab (Part 2)

Relationship / 6 May 2022

Jadi Teladan Bagi Ibu-ibu, Inilah 9 Sosok Ibu yang Luar Biasa di Alkitab (Part 2)

Claudia Jessica Official Writer
785

Sebelum lanjut baca, lihat dulu part 1 nya di:

Jadi Teladan Bagi Ibu-ibu, Inilah 9 Sosok Ibu yang Luar Biasa di Alkitab (Part 2)

 

5. Ibu Simson: Mengikuti perintah Allah

Meski namanya tidak disebutkan, tetapi kisahnya ditulis dengan jelas dalam kitab Hakim-hakim 13. Dia menikah dengan pria bernama Manoah namun tidak bisa hamil sebab ia mandul. Kemudian malaikat Tuhan menghampirinya dan memberi tahu bahwa ia memang mandul, tetapi ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia tidak boleh minum anggur atau minuman yang memabukkan dan tidak boleh makan sesuatu yang haram karena anak itu akan menjadi seorang nazir Allah sejak dalam kandungan dan kepalanya tidak boleh disentuh oleh pisau cukur.

Ketika suaminya takut mereka akan mati karena telah melihat wajah Allah, ia mengatakan Allah tidak akan memberitahukan hal-hal ini (anak yang dikandung) jika hendak membunuh mereka. Kemudian dia melahirkan dan menamai bayi itu Simson.

 

6. Naomi: Ibu mertua yang menyayangi menantunya

Naomi dan keluarganya melarikan diri ke negeri Moab karena kelaparan di negeri mereka. Suaminya meninggal dan kedua putranya menikahi wanita Moab, Orpa dan Rut. 10 Tahun kemudian kedua putranya meninggal dan Naomi mendengar bahwa Tuhan telah memberkati negeri bangsanya dengan makanan lagi.

Dia memberi tahu kedua menantu perempuannya bahwa mereka boleh kembali ke rumah mereka dan mencari suami baru. Sekalipun keduanya menangisi kematian suami mereka, Orpa kembali ke bangsanya dan dewa-dewanya. Sedangkan Rut berkata:

“Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!” (Rut 1: 16-17)

Rut belajar tentang iman dari Naomi, bahkan di masa kepahitan sekalipun. Naomi terus mengajari Rut dengan bijaksana saat berurusan dengan Boas. Tuhan memberkati Naomi. Ketika Rut dan Boas memiliki seorang anak, wanita di neregi itu berkata kepada Naomi,

“Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel. Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.” (Rut 4:14-15)

 

7. Hana: Menepati janji

Hana menikahi seorang pria yang sangat mencintainya, tetapi pria tersebut memiliki istri selain Hana. Istri ini mampu melahirkan anak bagi suaminya, tetapi Tuhan menutup rahim Hana sehingga ia tidak bisa hamil (1 Sam. 1:5-6). Istri lainnya terus menerus memprovokasi Hana. Sementara suaminya berusaha menghiburnya dan berkata, “Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?” (1 Sam. 1: 8).

Kemudian Hana pergi ke rumah Tuhan untuk berdoa. Dia menangs dengan sedih dan mengatakan “TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.” (1 Sam. 1: 11)

Dia berdoa dengan sungguh-sungguh sampai bibirnya bergerak namun tidak mengeluarkan sehingga membuat imam Eli berpikir ia mabuk.

Tuhan memberkati Hana dan dia melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Samuel sebab katanya, “Aku telah memintanya dari pada TUHAN.” (1 Sam. 1: 20)

Hana melakukan seperti yang dia janjikan. Ketika Samuel cukup besar, dia membawanya ke rumah Tuhan dan menyerahkannya kepada Imam Eli. Kemudian Hana berdoa, “Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.” (1 Sam. 2: 1)

 

 

Sumber : crosswalk.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami