3 Manfaat Lakukan Retret Rohani Singkat Bagi Orang Percaya
Sumber: alateia

Kata Alkitab / 5 June 2023

Kalangan Sendiri

3 Manfaat Lakukan Retret Rohani Singkat Bagi Orang Percaya

Lori Official Writer
10351

Jika ditarik dari kisah Alkitab, istilah retret sebenarnya sudah ada sejak zaman Yesus. 

Kita bisa membaca kisah ketika Yesus mengasingkan diri ke tempat yang sunyi, sementara murid-murid-Nya setia mengikuti Dia. Dia menghabiskan waktu dalam kesendirian dan keheningan untuk memakai waktu itu berdoa dan mencari wajah Bapa.

“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Markus 1: 35)

“Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.” (Lukas 5: 16)

Di masa-masa retret ini, Yesus bahkan memilih tempat-tempat terpencil dimana Dia bisa berkomunikasi dengan Bapa. Tempat-tempat ini termasuk di:

- Lereng gunung; “Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.” (Matius 14: 23)

- Padang gurun; “Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” (Matius 4: 1)

- Taman Getsemani; “Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.” (Lukas 22: 39)

 

Baca Juga: 8 Alasan Pasangan Kristen Perlu Ikuti Retret Pernikahan Gereja

 

Yesus juga memilih waktu-waktu yang sangat khusus untuk melakukan retret yaitu di pagi, sore dan malam hari.

Yesus, yang sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia, membutuhkan waktu istirahat untuk mendapatkan kesegaran. Barangkali Anda akan terkejut mendengar hal ini, tetapi Yesus benar-benar mengambil waktu retret untuk tujuan ilahi. 

“Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” (Markus 6: 31) 

Orang-orang Kristen tentunya mendasarkan retret rohani atau camp Alkitab yang banyak dilakukan di masa-masa ini lewat cerita Yesus. 

Berikut 3 manfaat retret singkat yang bisa kita petik dari pengalaman Yesus.

1. Memulihkan diri 

Retret singkat bermanfaat untuk memulihkan diri kita dari rasa lelah baik secara fisik maupun emosional. Jika merujuk pada kehidupan sibuk di masa ini, retret singkat bisa menjadi momen bagi Anda untuk mengalihkan diri dari segala bentuk gangguan seperti telepon, media, pekerjaan, keluarga, tuntutan hidup dan sebagainya.

Kesendirian memaksa Anda untuk fokus hanya kepada diri Anda dan pemulihan fisik dan emosional dengan menikmati alam ciptaan Tuhan di tempat retret yang masih baru bagi Anda.

Jika Anda melakukan retret bersama sekelompok orang dari komunitas gereja, kalian bisa memanfaatkan momen tersebut untuk menggali Alkitab dan tenggelam dalam hubungan yang intim dengan Tuhan.

Namun jika Anda memutuskan untuk retret sendiri, ini adalah kesempatan Anda untuk lebih dekat dengan hati Tuhan, membaca renungan atau buku-buku rohani, berdoa, merenung dan memuji Tuhan. Ini juga menjadi kesempatan bagi Anda untuk melepaskan segala beban pikiran Anda dan memulihkan kembali kondisi fisik dan emosional Anda.

 

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

2. Mengalami Tuhan Secara Nyata

Memilih menepi lewat retret singkat bisa jadi momen bagi Anda untuk mengalami Tuhan secara nyata. Carilah wakah Tuhan, sama seperti yang dilakukan oleh Yesus di Taman Getsemani. Karena di saat-saat kita tersungkur dan bertelut di hadapan Tuhan disaat itulah Dia akan hadir. 

Tuhan bisa hadir lewat banyak cara, bisa dengan sukacita yang muncul di dalam hati Anda, bisa lewat suara dan bisa pula lewat setiap firman yang Anda baca.

Ambillah waktu untuk diam dalam keheningan. Izinkan Tuhan untuk berbicara dalam hati Anda dan dengarkanlah suara-Nya.

 

Baca Juga: Dimanakah Tuhan?

 

3. Kembali Dibaharui oleh Roh Kudus 

Masa-masa retret singkat bisa menjadi momen yang sangat mengubahkan. Yesus berhasil menghadapi rasa takut-Nya di detik-detik penyaliban setelah Dia berhadapan dengan Tuhan di Taman Getsemani.

Ada damai sejahtera dan kekuatan baru yang dialami Yesus dan hal yang sama juga akan kita alami ketika kita benar-benar mau menaruh beban hidup kita di bawah kaki-Nya.

Saya juga mengalami hal yang sama setiap kali saya mengikuti retret singkat dari pelayanan kami. Setelah mendekatkan diri dengan Tuhan dalam dua atau tiga hari, seketika beban hidup dan kecemasan yang saya hadapi sirna. Saya akhirnya kembali pulang dengan hati yang tenang dan berserah kepada Tuhan.

Saat-saat retret inilah yang membuat bejana kita kembali dipenuhi dengan api Roh Tuhan.

Apakah Anda, khususnya Anda yang belum pernah melakukannya, ingin sekali menjalani retret singkat seperti Yesus?

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk merencanakan retret ini. Tentunya Anda bisa memilih jenis tempat pengasingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda, misalnya di perkemahan, pantai, gunung, lereng gunung atau di hotel maupun penginapan yang jauh dari keramaian.

Pertama, Anda harus membuat perencanaan. Terutama jika Anda ingin pergi selama beberapa hari. 

Kedua, tentukan tujuan yang ingin Anda capai melalui retret ini. Apakah ada sesuatu yang spesifik yang Anda inginkan. Mintalah bimbingan dari Tuhan supaya Anda bisa mendapatkan apa yang Anda butuhkan melalui retret ini.

Ketiga, lakukan persiapan semaksimal mungkin. Pastikan untuk membawa kebutuhan yang akan Anda gunakan, seperti Alkitab, buku jurnal, pena, headseat dan sebagainya.

 

Baca Juga: Adakan Retret, Para Uskup Katolik Roma Sedunia Justru Dapat Kecaman. Ini Alasannya!

 

Yesus sendiri, yang adalah Tuhan dan manusia, juga membutuhkan waktu menepi dari segala kesibukan dunia. Apalagi kita, yang hanya manusia biasa, yang kerap diperhadapkan dengan beragam kesibukan dunia yang menekan. Jika Anda benar-benar ingin memulihkan kondisi fisik dan emosional Anda, cobalah mengikuti retret singkat.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami